Perihal Nangka
|Gunawan|
Nangka adalah sejenis buah-buahan. Buahnya dimakan saat sudah matang. Bagi yang suka nge-rujak, bayi nangka bisa untuk dijadikan rujak. Bisa dimakan pakai sambal, bisa juga dilahap tanpa sambal.
Nangka juga bisa dijadikan sayuran. Dicampur dengan sayur apa saja, boleh. Bisa dicampur dengan kacang panjang, daun singkong, daun ubi jalar, kangkung, pepaya, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Bisa dimasak pakai santan kelapa, pakai tomat, asam Jawa, atau berbagai bumbu/rempah-rempah lainnya.
Dulu waktu kecil, di kampung saya ada banyak pohon nangka. Sehingga, tidak begitu susah untuk mendapatkan buah nangka. Saking banyaknya, tidak sedikit juga buah nangka yang sudah matang dimakan begitu saja oleh burung, monyet, dan hewan lainnya. Ada juga yang jatuh sendiri tatkala sudah masak.
Bahkan, dulu, ada beberapa orang yang sengaja beli buah nangka di kampung saya. Dalam jumlah banyak. Lalu, dibawa pakai mobil dan dijual ke pasar Dompu dan Sila. Tentu saja, para pemilik nangka beruntung dan dapat duit.
Dari tahun ke tahun, pohon nangka di sekitar kampung saya mulai hilang satu per hati. Baik itu yang berada di ladang atau di kebun. Ada yang mati sendiri. Ada juga yang sengaja dimusnahkan dan dibakar. Apakah dibakar pakai api cemburu? Entahlah. Yang jelas, keberadaan pohon nangka sekarang tidak sebanyak dulu.
| Dok. Pribadi: Pohon nangka di ladang di So Rora |
Keberadaan buah nangka di kampung saya sungguh sangat dibutuhkan ketika ada hajatan tertentu. Saat acara "Mbolo Weki" dan pernikahan, misalnya. Ya, tatkala acara semacam ini tiba, buah nangka begitu diburu oleh warga di sini. Sebab, buah nangka muda menjadi sayuran utama ketika ada hajatan semacam ini. Rasanya, sangat sulit terpisah dari nangka.
Memang, ada juga sayuran lain untuk menu saat hajatan tertentu. Tetapi, tanpa kehadiran sayur nangka rasanya ada yang aneh. Ibarat seseorang yang baru saja ditinggal oleh sang belahan jiwanya ke tanah rantau untuk sementara waktu, rasanya sulit dan hampa hati ini.
Saya sendiri adalah salah seorang penikmat sayur nangka, dari dulu sampai sekarang. Dimasak pakai apa saja, saya tetap suka menikmatinya. Jika disediakan dalam satu piring penuh, saya akan memakannya sampai habis. Enak dan nikmat sekali. Apalagi, kalau makannya berduaan sama kamu. Mungkin akan jauh lebih nikmat lagi.
Ngomong-ngomong, saat menulis beberapa kalimat pada catatan receh ini, saya sedang berada di bawah pohon nangka. Sedang menikmati angin sepoi. Pohon nangkanya sudah berbuah. Sudah bisa dijadikan sayuran. Dan, saat pulang, dua buah nangka muda saya bawa pulang. Buah nangka ini enak sekali untuk dijadikan sayuran. Gurih dan nikmat. Saya sering dan suka sekali menikmati sayuran nangka yang satu ini. Bagaimana dengan Anda, suka makan buah dan sayur nangka? Atau, jangan-jangan Anda sukanya makan hati? []
Wallahu a'lam.
So Rora dan Lereng Lareda, 14/11
Komentar
Posting Komentar