Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Di Balik Jendela

Gambar
Dok. Pribadi: Buku 'Setitik Luka' |Gunawan| Di balik jendela, kupandangi semesta.  Hembusan angin menyapa diri yang tak berdaya.  Rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi, menemaniku yang sedang termenung seorang diri.  Di balik jendela, kupandangi semesta.  Bayang-bayangmu masih menari-nari di kepalaku.  Ingatan-ingatan tentangmu seolah tak mau pergi.  Padahal sejak saat itu, aku sudah berusaha untuk menghapus segala kenangan tentangmu. Di balik jendela, bayanganmu masih terus tersenyum menyapaku.  Tiap saat. Tiap waktu.  Dan tak pernah mau pergi.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 26/11

Nulis, Ya Nulis Saja

Gambar
|Gunawan| Saat menulis, saya tidak banyak mikir, bahkan tidak mikir sama sekali apa yang telah ditulis. Nulis, ya nulis. Sesederhana itu yang saya lakukan. Apa saja yang terlintas di pikiran, langsung saya sulap menjadi untaian kata dan kalimat. Tanpa peduli bagus atau tidaknya. Tanpa peduli berisi atau tidaknya sebuah tulisan yang dimaksud.  Dok. Pribadi: Buku ke-51 terbit pada Agustus 2022  Saat nulis, saya hanya nulis saja. Tidak langsung edit pada saat itu juga. Dengan kata lain, proses editing yang saya lakukan adalah ketika semua tulisan selesai ditulis.  Ketika edit juga, tidak banyak yang berubah. Paling kalau ada, ya beberapa typo atau kesalahan ketik saja. Perihal kalimat atau susunan kalimatnya nyaris tidak ada yang saya edit. Masih sama seperti saat menulis di awal.  Buat Anda yang sedang berjuang untuk mewujudkan tulisan atau bukunya sendiri, tetaplah semangat. Jangan menyerah. Teruslah menulis. Jangan banyak mikir. Nulis, ya nulis saja. Kalau kebanyakan...

Malam Minggu Bersamamu

Gambar
|Gunawan| Sejak dimulainya perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar, di kampung kami relatif ramai. Terutama, di tempat nonton bareng (nobar) yang menggunakan layar lebar. Para lelaki yang hobi sepak bola, nyaris tak pernah ketinggalan untuk menyaksikannya. Mereka datang dari beberapa dusun. Menjagokan timnya masing-masing.  Saya juga berusaha untuk menonton. Hanya saja, saya menontonnya lewat Smartphone. Via aplikasi Facebook, saya menyaksikan beberapa laga. Mulai dari laga pembuka antara Qatar melawan Ekuador, Inggris kontra Iran, Argentina versus Arab Saudi, Spanyol melawan Kosta Rika, dan beberapa pertandingan lainnya. Tiga malam di awal saya nontonnya tidak sendirian. Ada beberapa orang yang turut menemani. Meskipun hanya menyaksikan lewat HP, namun tetap seru juga.  Kini, di malam Minggu, saya tidak bisa lagi menyaksikan perhelatan yang diadakan sekali dalam empat tahun tersebut. Sebab, kuota internetan sedang sekarat. Ingin nonton bareng di tetangga sebelah, tapi malas ke l...

Suara Memanggil di Air Terjun Mini

Gambar
|Gunawan| Pagi yang cerah. Sinar matahari turut menyapa. Sejuk dan adem terasa.  Sekira pukul 09:55 WITA saya beranjak ke hutan. Sekaligus ke kebun. Ingin melepas penat. Berangkat seorang diri. Karena ke hutan, tentu saja melewati jalan setapak. Pemandangan kiri kanan jalan setapak penuh dengan semak-semak dan pepohonan. Hijau, asri, dan memanjakan mata.  Kicauan burung dan suara monyet menemani dalam kesunyian di hutan. Indah sekali.  Entah mengapa saya suka dengan dunia hutan. Barangkali karena saya lahir dan dibesarkan di wilayah pedesaan. Juga sejak kecil memang saya sudah akrab dengan suasana di area hutan. Sehingga, walaupun berangkat seorang diri ke hutan, tidak menjadi persoalan. Walaupun sudah terbiasa menyendiri di hutan, saya tetap harus waspada. Soalnya takut ada babi hutan yang muncul tiba-tiba dan di luar dugaan. Maka, sebagai teman dalam sunyi tersebut, saya selalu membawa sebilah parang. Di samping itu, parang yang dibawa tersebut, saya gunakan juga untuk ...

Sederhana, tapi Bermakna

Gambar
|Gunawan| Salah satu hal yang saya sukai adalah melakukan jelajah hutan seorang diri. Nyaman saja dirasa. Sebab, jauh dari kebisingan.  Pagi tadi, saya memilih untuk melihat alam sekitar. Jelajah hutan. Hanya ditemani oleh sebilah parang saja. Nyaris tiga jam saya menikmati suasana di hutan seorang diri.  Dok. Pribadi: Potret hutan yang saya kunjungi Sejak kecil, saya memang sudah menyukai suasana hutan. Dulu, bersama teman-teman (kadang juga sendiri) acap kali berkunjung ke hutan. Untuk keperluan mencari burung. Seringnya adalah mencari kayu bakar.  Ketika sedang seorang diri di hutan, suara burung dan sekawanan monyet selalu menyertai. Lucu saja tatkala melihat segerombolan monyet yang saling berebut makanan. Keberadaan hewan tersebut membuat saya senang. Apalagi, ketika mendengar kicauan burung yang saling bersahutan, merdu sekali. Menyendiri, tapi tidak merasa sendiri. Jelajah hutan mungkin kelihatannya sederhana. Tapi, bagi saya, tak sedikit pelajaran yang bisa diamb...

Ketika Ide Menyapa

Gambar
|Gunawan| Ada banyak hal yang bisa dijadikan tulisan. Tidak harus yang mewah lagi ribet. Hal-hal sederhana yang terjadi dalam keseharian bisa juga diubah menjadi tulisan demi tulisan.  Ya, ide tulisan itu bisa berada di mana saja. Ada dalam diri kita dan juga di luar diri kita. Tinggal bagaimana kita menemukan ide itu dan kemudian mengemasnya menjadi tulisan.  Dok. Pribadi: Beberapa buku karya saya Saya sendiri, ketika ide menyapa atau menemukan ide tulisan, biasanya saya 'menyimpan'-nya di kepala. Adakalanya saya catat di HP. Dan jika memungkinkan, saya biasanya langsung mengolahnya menjadi tulisan utuh lewat HP juga.  Jika belum sempat diolah menjadi tulisan utuh pada saat itu, saya hanya mencatatnya dulu garis besarnya ide itu apa. Kadang hanya satu dua kata saja. Untuk mengembangkannya menjadi tulisan utuh, bisa besok, lusa, dan seterusnya. Namun, lebih cepat lebih baik, mumpung masih segar di ingatan. Sebab, kalau kelamaan menyimpannya, kadang lupa juga apa yang mau ...

Kereta Dorong

Gambar
|Gunawan| Sabtu, 19 November 2022, tadi di So Rora cuacanya relatif cerah. Dari pagi sampai sekitar pukul 15:15 WITA tidak ada hujan yang datang menyapa. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang selalu turun hujan.  Tadi, kami menanam jagung. Untuk keperluan menanam, saya dan seorang teman pakai kereta dorong. Ada dua kereta dorong. Kami pegang masing-masing satu.  Dok. Pribadi: Saya sedang menanam jagung di So Rora pakai kereta dorong Suatu kesyukuran karena tidak ada rintik-rintik hujan. Sehingga, tidak ada hambatan yang begitu berarti saat menanam jagung. Hanya saja, karena tanah terlalu basah akibat hujan kemarin, proses tanamnya agak sedikit lambat. Waktu banyak dihabiskan untuk membersihkan tanah yang melengket di gigi kereta dorong tersebut.  Tapi, menjelang siang, ketika matahari mulai menampakkan senyumannya, tanah pun tidak terlalu basah. Proses tanam jagung pakai kereta dorong pun mulai mulus. Tidak terlalu sering membersihkan tanah yang melengket di gigi keret...

Kopi tanpa Gula

Gambar
|Gunawan| Di rumah, Papa dan Mama sudah terbiasa minum kopi. Setiap hari begitu. Waktu minumnya adalah di pagi dan sore hari.  Keduanya tidak bisa lepas dari kopi. Juga harus diminum pada dua waktu tersebut. Jika tidak atau lupa minum sekali saja, biasanya kepalanya akan terasa sakit. Begitu efek sampingnya kata beliau berdua. Dok. Pribadi: Papa dan Mama sedang duduk santai di rumah Soal minum kopi, antara Papa dan Mama ada sedikit berbeda. Kalau Papa, seperti umumnya orang minum kopi, kopinya harus pakai gula. Ada rasa manisnya, begitu.  Lain halnya dengan Mama. Kalau Mama murni kopi. Tidak dicampur dengan gula. Ya, hanya kopi saja, tanpa ada gula walau sebutir.  Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pahitnya rasa kopi yang diminum oleh Mama saya. Mungkin jauh lebih pahit ketimbang ditinggal oleh seseorang saat lagi sayang-sayangnya.  Minum kopi--tanpa gula--ala Mama ini sangat luar biasa. Beliau sangat menikmatinya. Saat minum kopi tersebut, raut wajahnya biasa sa...

Ketika Kuota Internetan Tak Tersisa

Gambar
|Gunawan| Pada 7 November 2022 lalu, di bawah langit Kempo, saya membuat akun blog terbaru. Sebuah blog sederhana. Pada hari itu juga, saya mulai mengisi blog tersebut dengan catatan harian saya.  Sejatinya, blog baru tersebut akan saya isi dengan tulisan saya sendiri setiap harinya. Rencananya begitu. Tapi, nyatanya rencana itu tak selalu mulus. Justru, saya mengisi tulisan di blog tersebut tidak setiap hari.  Dok. Pribadi: Contoh tampilan blog saya Masalahnya sederhana saja. Yakni, kehabisan kuota internetan. Ya, akibat tidak ada kuota internetan sehingga saya tidak bisa mengakses blog dan mengunggah tulisan tiap hari di blog tersebut.  Untung saja, Facebook dan WhatsApp masih ada gratisan. Sehingga, saya masih aktif di dua media sosial atau aplikasi tersebut. Jadi, meskipun tidak bisa mengakses blog lantaran tak ada kuota internetan, saya masih bisa mengunggah atau membagikan tulisan saya di dua medsos tersebut.  Perihal menulis, walau tidak ada kuota internetan, ...

Perihal Nangka

Gambar
|Gunawan| Nangka adalah sejenis buah-buahan. Buahnya dimakan saat sudah matang. Bagi yang suka nge-rujak, bayi nangka bisa untuk dijadikan rujak. Bisa dimakan pakai sambal, bisa juga dilahap tanpa sambal. Nangka juga bisa dijadikan sayuran. Dicampur dengan sayur apa saja, boleh. Bisa dicampur dengan kacang panjang, daun singkong, daun ubi jalar, kangkung, pepaya, dan beberapa jenis sayuran lainnya. Bisa dimasak pakai santan kelapa, pakai tomat, asam Jawa, atau berbagai bumbu/rempah-rempah lainnya.  Dulu waktu kecil, di kampung saya ada banyak pohon nangka. Sehingga, tidak begitu susah untuk mendapatkan buah nangka. Saking banyaknya, tidak sedikit juga buah nangka yang sudah matang dimakan begitu saja oleh burung, monyet, dan hewan lainnya. Ada juga yang jatuh sendiri tatkala sudah masak.  Bahkan, dulu, ada beberapa orang yang sengaja beli buah nangka di kampung saya. Dalam jumlah banyak. Lalu, dibawa pakai mobil dan dijual ke pasar Dompu dan Sila. Tentu saja, para pemilik nang...

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Gambar
|Gunawan| Saya tidak begitu mengenal Pak Erizeli Jely Bandaro secara pribadi. Saya hanya mengetahui beliau lewat media sosial saja. Hanya itu, tidak lebih. Itu pun baru beberapa tahun terakhir ini saya mengikuti beliau di media sosial.  Meskipun belum pernah berjumpa secara langsung, namun saya senang sekali bisa kenal beliau di dunia maya. Melalui tulisan-tulisannya di berbagai media daring, saya berkesimpulan bahwa beliau merupakan orang yang sungguh luar biasa. Orangnya rendah hati dan inspiratif. Selalu menebarkan inspirasi dan hikmah kehidupan melalui tulisan.  Dalam sebuah tulisannya, beliau mengatakan bahwa beliau menulis setiap hari. Setiap hari beliau menulis selama satu jam. Umumnya beliau menulis ketika di perjalanan menuju suatu tempat dan juga menulis saat menunggu tamu/orang lain di kafe.  Selama satu jam itu, beliau menghasilkan 3 judul tulisan. Tulisan-tulisan tersebut kemudian dibagikannya ke media sosialnya. Saya dapat informasi perihal banyaknya judul t...

Tamu Istimewa?

Gambar
|Gunawan| Malam itu relatif ramai. Orang-orang datang dari berbagai tempat dan daerah. Mereka turut andil dalam kegiatan yang bertajuk literasi. Di lokasi acara, orang-orang saling menyapa. Bercerita ini dan itu.  Seperti biasa, selalu saja ada yang ditunggu sebelum acara dimulai. Menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Rasanya sudah menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Memulai acara selalu tidak tepat waktu. Begitulah yang terjadi.  Tatkala dia hadir, orang-orang berdiri dari tempat duduknya dan badan membungkuk. Menyambut kedatangannya. Suara yang semula riuh seketika sunyi. Suara tawa pun tak lagi terdengar. Semuanya serius menyambut kehadirannya.  Acara pun dimulai. Tamu istimewa yang ditunggu tadi naik ke atas panggung. Dia memberikan sambutan sejenak dan membuka acara secara resmi. Tepuk tangan riuh ketika dia mengakhiri pembicaraannya.  Tiba-tiba, seorang lelaki menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Menghibur para tamu yang hadir. Suaranya lantang dan ber...

Catatan Receh Tigabelas November

Gambar
|Gunawan| Hari menjelang sore, awan hitam tampak menyelimuti langit. Hujan pun datang tanpa kompromi. Angin kencang turut menyertai. Gemuruh halilintar sesekali terdengar.  Anak-anak bercanda ria. Menyapa hujan. Ada yang berlari di bawah guyuran hujan. Ada pula yang sekadar menyaksikan tetesan hujan di teras rumahnya. Ada yang bilang, sangat berbahaya kalau mandi hujan. Takut disambar petir. Sebab, ada banyak kejadian atau berita yang beredar perihal orang yang terkena petir hingga meninggal dunia. Namun, tidak dengan anak-anak itu. Mereka asyik saja menikmati guyuran hujan, bercanda ria bersama. Tanpa peduli suara guntur yang kadang tiba-tiba datang menyambar.  Saya sedang berselancar di alam maya. Mencari beberapa informasi. Membaca berita terkini. Juga membaca dan menelaah berbagai artikel di beberapa media online.  Dok. Pribadi: Hujan deras suatu sore Hujan kian deras. Terdengar jelas di atap rumah. Ingin rasanya tidur, namun mata tak bisa diajak kerja sama. Ya, sudah...

Belajar dari Liger

Gambar
|Gunawan| Dulu, ketika sekolah, saya punya banyak teman. Mereka punya kelebihan masing-masing. Ada yang pintar di ilmu alam dan matematika. Ada juga yang jago di ilmu sosial. Ada yang pintar di hafalan. Ada pula yang jago di bagian hitungan.  Dalam bidang lain juga begitu. Ada yang jago menggambar atau melukis. Ada yang pintar bermain sepak bola. Ada yang pintar bermain tenis meja. Ada yang pintar bermain gitar. Ada juga yang jago menyanyi. Ada yang pintar di berbagai bidang lainnya. Hemat saya, mereka punya kelebihan atau keunggulan di bidangnya masing-masing.  Namun, entah mengapa ada orang tua yang punya anggapan bahwa anak dikatakan pintar manakala ia jago di ilmu eksakta atau hitungan. Lebih umummya, beberapa orang tua mengatakan bahwa anak dikatakan pintar itu bilamana ia jago di bidang matematika. Selain di bidang itu, dianggap tidak pintar.  Anggapan beberapa orang tua semacam itu tentu saja akan berdampak kurang baik bagi perkembangan anaknya. Apalagi kalau ada o...

Rumus Menulis

Gambar
|Gunawan| Rumus menulis yang saya gunakan selama ini agar tulisan dan buku terus lahir, hanya ada tiga. Apa sajakah itu? Pertama, mulai menulis. Kedua, terus menulis. Ketiga, tetap menulis.  Ya, hanya tiga formula atau rumus itu saja yang saya pakai. Jika tidak menggunakan rumus-rumus itu, mana mungkin tulisan atau buku bisa lahir dengan sendirinya. Dok. Pribadi: Pembaca buku "Setitik Luka" Sejauh ini, saya belum pernah menemukan tulisan dan/atau buku yang bisa lahir dengan sendirinya tanpa ada yang menuliskannya. Sebaliknya, tulisan demi tulisan dan buku demi buku akan lahir jika menerapkan atau memakai rumus-rumus tersebut.  Masih tidak percaya? Silakan dibuktikan sendiri dan pakai saja ketiga rumus menulis tersebut. Pertama, mulailah menulis. Kedua, teruslah menulis. Ketiga, tetaplah menulis.  Dok. Pribadi: Buku dari hasil perjalanan ke tiga pulau pada 2021 Masih belum yakin? Ini saya beri lagi rumusnya: mulailah menulis, teruslah menulis, dan tetaplah menulis. Silakan...

Bumi Pajo, Musim Hujan, dan Dingin

Gambar
|Gunawan| Bumi Pajo merupakan salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Letaknya berada di bagian paling barat Kecamatan Donggo. Berada dekat dengan wilayah Kabupaten Dompu. Juga posisinya berada di dataran tinggi.  Boleh dibilang Desa Bumi Pajo merupakan salah satu desa yang subur di Kabupaten Bima. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Karena wilayahnya yang relatif subur, para petani di sini tidak hanya bertani di ladang atau di sawah. Sebagiannya juga ada yang memiliki kebun.  Dok. Pribadi: Air terjun mini di sekitar kebun kami Isi kebun masyarakat Bumi Pajo ada beragam. Ada durian, rambutan, alpukat, kelapa, cengkeh, kopi, cabai, porang, kunyit, temulawak, jahe, dan berbagai jenis rempah-rempah lainnya. Ada pula yang kebunnya berisi tanaman kayu jati, kayu "bango". Pada intinya, isi kebun-kebun masyarakat di desa ini ada banyak macam.  Dok. Pribadi: Pemandangan alam Bumi Pajo Di kampung ini, bisa juga dipakai untuk berekre...

Kue Kekuasaan

Gambar
|Gunawan| "Kini, aku sudah duduk di kursi singgasana. Duduk manis beralaskan sofa. Tidak lagi capek menaiki gunung dan mencangkul sawah ke sana kemari. Aku sudah merdeka," kata Alex usai terpilih menjadi orang nomor satu di kampungnya. Ia berhasil menyingkirkan para pesaing lainnya, di mana sebelumnya mereka sama-sama berteman cangkul dan berkawan parang ketika hendak ke sawah dan ke ladang.  Sumber gambar: Nusantaranews Di awal-awalnya, ketika belum duduk di kursi kekuasaan, Alex rela duduk bersila bersama warga. Duduk beralaskan tanah pun tak mengapa. Ia terus mencoba menjaring atau menangkap berbagai aspirasi dari para warga, di mana pun dia berada. Mendengarkan keluh kesah mereka. Rela hujan-hujanan dan berdiri di bawah terik mentari. Selalu punya cara untuk menarik simpati masyarakat pemilih.  Namun, setelah menjabat, Alex mulai buang muka. Tidak seperti dulu yang selalu ramah kepada siapa saja. Sekarang, sudah enggan lagi untuk menyapa rakyat. Tidak lagi mau mendengarka...

Dikerumuni Semut Merah

Gambar
|Gunawan| Salah satu hal yang tidak saya sukai adalah saat digigit semut merah. Sakitnya bukan main. Apalagi ketika gerombolan semut itu menyasar hingga ke badan dan anggota tubuh lain yang sensitif.  Perihnya sungguh terasa. Ibarat dikhianati oleh sang kekasih. Atau ditinggal nikah oleh seseorang. Sungguh, teramat perih. Sakitnya terasa sampai ke ulu hati. Untungnya, air mata tak sampai meleleh dan membasahi pipi.  Dok. Pribadi: Pohon Jati di So Rora Tadi, ketika sedang berada di bawah pohon nangka, tak sengaja saya menginjak sekumpulan semut merah. Seketika sekawanan semut itu mengerumuni kaki saya. Ada yang sampai ke badan. Secara refleks saya menghindar dari serangan sehimpunan semut tersebut.  Bayangkan, ini saya menginjakkannya secara tidak sengaja. Namun, marahnya semut-semut itu bukan main. Bagaimana jadinya kalau saya menginjaknya dengan sengaja? Mungkin marahnya akan lebih parah lagi. Bahkan, andaikata badannya besar, barangkali saya akan dibanting olehnya. Atau...

Buku Baru, Semangat Baru

Gambar
|Gunawan| Salah satu hal yang membahagiakan bagi seorang penulis seperti saya adalah ketika buku terbit. Ketika buku lahir dan sampai di tangan saya serta di tangan para pembaca. Sungguh senang rasanya.  Tentu saja, ini bukanlah akhir dari sebuah cerita. Ketika buku terbit, tidak lantas membuat diri ini berhenti berkarya. Bagi saya, terbitnya buku baru menjadi pemicu untuk menghasilkan karya-karya yang lain. Lahirnya sebuah buku saya jadikan sebagai penyemangat untuk terus melahirkan buku-buku lagi di kemudian hari.  Dok. Pribadi: Buku Karya yang ke-51 Meskipun mungkin hanya buku sederhana, tapi saya tetap senang dan bahagia melihatnya. Sebab, saya tahu dan paham, tidak mudah menghasilkan karya tulis yang bernama buku. Karena mengingat prosesnya yang tidak sebentar dan bahkan penuh liku, mengapresiasi atau menghargai karya sendiri adalah hal yang wajar bagi saya.  Dulu, senangnya bukan main ketika buku solo pertama saya berhasil diterbitkan. Apalagi ketika dibeli dan diba...

Yang Penting Ada Beras

Gambar
|Gunawan| Tanah rantau adalah tanah yang penuh kenangan. Ada banyak cerita atau kisah yang tercipta. Di tanah rantau pula ada banyak pelajaran hidup yang akan ditemui.  Tidak mudah memang hidup di tanah rantau atau di daerahnya orang lain. Di tanah rantau, seseorang akan belajar banyak hal. Belajar mandiri. Belajar bertahan hidup di tengah kegentingan atau kesulitan yang menimpa.  Perubahan pada diri sendiri akan jauh lebih terasa ketika seseorang berada di tanah rantau. Yang awalnya tidak bisa memasak, misalnya, di tanah rantau seseorang akan dipaksa untuk bisa memasak. Yang ketika berada di kampung sendiri ogah untuk mencuci pakaiannya, ketika berada di tanah rantau seseorang dipaksa untuk mau mencuci pakaian sendiri. Pokoknya, serba sendiri, kecuali kalau ada yang menemani.  Ada satu hal yang menarik ketika berada di tanah rantau, yakni persoalan perut. Ya, makanan menjadi salah satu hal yang terpenting di tanah rantau. Ada makanan, perut aman. Ketika perut lapar dan t...

Belajar Menulis dari Pengalaman Penulis Lain

Gambar
|Gunawan| Setiap buku yang dibaca tidak ada yang sia-sia. Ada saja nilai guna atau manfaat yang bisa diambil dari bacaan itu. Mungkin tidak langsung dirasakan sekarang manfaatnya, tapi suatu saat nanti.  Saya dulu adalah salah satu orang yang tidak terlalu suka membaca (buku). Namun entah mengapa, karena terus dipaksa, akhirnya menjadi suka juga. Lama-lama, menjadi salah satu kebiasaan.  Saya membaca buku apa saja yang bisa dibaca. Baik buku terbitan lama maupun yang edisi terbaru. Dan, cara membaca saya adalah "nyicil" atau sedikit demi sedikit. Dulu, orientasi saya ketika membaca buku adalah khatam. Sekarang, orientasinya adalah paham. Ya, setiap buku yang saya baca, saya akan berusaha untuk memahaminya apa yang terkandung di dalamnya.  Salah satu buku yang biasa saya baca adalah buku yang berisi tentang proses perjalanan atau pengalaman menulis seseorang. Bagi saya yang terus berupaya belajar menulis sedikit demi sedikit, membaca buku seperti ini amat sangat bermanfaat...

Antara Buku dan Baju

Gambar
|Gunawan| Saya masih ingat ketika di tanah rantau dulu, di Kota Makassar. Saat di mana saya mulai akrab dengan buku. Lebih tepatnya, dipaksa akrab dengan dunia buku. Mengapa demikian? Karena memang, awalnya saya tidak begitu suka dengan dunia buku. Namun, karena dipaksa oleh keadaan dan situasi di situ, perlahan-lahan saya mulai menyukai dunia buku. Tentu saja, tidak mudah untuk sampai di tahap itu.  Ketika di kampus, karena kebutuhan tugas mata kuliah dan lainnya, saya "dipaksa" untuk berkunjung ke perpustakaan. Saya juga, mau tidak mau, harus membeli beberapa buku penunjang perkuliahan. Membaca berbagai jenis buku, meskipun awalnya sangat berat, suka atau tidak suka, harus saya jalani. Tak jarang rasa kantuk menyerang saya ketika membaca buku. Bahkan, tatkala saya kesulitan untuk tidur, membaca buku menjadi salah satu jurus ampuh agar rasa kantuk itu hadir dan mata mau terpejam dengan sendirinya.  Di pelataran kampus saya dulu, ada beberapa orang yang menjual berbagai kolek...

Lupa

Gambar
|Gunawan| Air mata Baba masih terus membasahi kedua pipinya. Ia masih belum bisa menerima sepenuh hati atas apa yang telah terjadi. Kesedihannya yang berlarut-larut itu membuat teman-temannya terus bertanya. Sebab, ia tak pernah sesedih ini sebelumnya. Tidak ada yang mampu membuat Baba tersenyum kembali. Usaha teman-teman untuk menenangkannya tak membuahkan hasil. Hujan air mata masih saja membasahi pipi Baba.  "Nak, 'kan kamu sendiri yang menyembelih ayam jantan kesayanganmu kemarin. Kamu juga yang menikmatinya dengan lahap," ucap Ibunya Baba. Rupanya, Baba lupa kalau ayam kesayangannya sudah dia sembelih. Dia kira ayamnya dicuri oleh orang. [] Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 2/11

Nggak Usah Jadi Penulis?

Gambar
Dok. Pribadi: Dua buku terbaru saya |Gunawan| Jadi penulis itu harus menulis. Harus terus melahirkan karya tulis. Kalau sekadar mimpi saja, namun sampai sekarang belum juga mau menulis, ya, mending nggak usah jadi penulis. Sebab, penulis itu produknya adalah karya tulis, bukan sekadar mimpi atau khayal belaka.  Jadi penulis itu harus siap dikritik, bahkan mungkin dicemooh atau dimaki oleh banyak orang. Kalau tidak mau dikritik oleh orang lain, mending nggak usah jadi penulis. Sebab, setiap karya tulis, kalau sudah dikonsumsi oleh publik, berarti pembaca berhak memberikan penilaian apa pun terhadap karya tulis yang dimaksud. Jadi penulis itu harus terus belajar atau mengasah kemampuan diri. Jangan malas membaca. Bacalah karya-karya penulis lain. Lalu, teruslah menulis dan tetap menulis. Ini harus dilakukan. Bagaimana, masih mau jadi penulis?  [] Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 31/10

Catatan Tujuh November

Gambar
|Gunawan| Hari ini, kembali menyapa Kempo. Menyapa alam semesta. Mencoba menelusuri ciptaan Ilahi. Juga mencari kepingan inspirasi.  Suasana di bawah langit Kempo relatif sejuk. Tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Angin sepoi yang menghampiri membuat tubuh terasa adem.  Dok. Pribadi: Sedang menyemprot gulma Di bawah langit Kempo, di saat sedang istirahat di dangau, saya juga mencoba membuat akun blog pribadi terbaru. Blog sederhana. Hanya iseng saja awalnya. Saya membuat blog ini menggunakan HP. Nama blog-nya adalah "Catatan Harian GunMijo". Sesuai dengan namanya, blog ini akan saya isi dengan catatan atau coretan harian saya.  Sebenarnya, dulu saya punya blog pribadi. Ada ratusan judul tulisan yang saya muat di blog ini. Namun, karena suatu hal, saya tidak lagi memanfaatkan blog tersebut.  O, ya, ketika perjalanan pulang, di beberapa titik di wilayah Kabupaten Dompu terlihat hujan. Ada hujan deras. Ada pula hujan ringan yang jatuh di beberapa titik. Tapi...