Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Membeli atau Mengoleksi Beragam Jenis Buku Tak Akan Rugi

Gambar
|Gunawan| Saya mulai suka dengan dunia buku pada tahun 2008. Saat itu saya mulai menginjakkan kaki di pulau seberang, Tanah Daeng. Berbagai jenis buku saya beli. Ada buku yang super tipis, ada juga buku yang relatif tebal. Entah itu buku terbitan terbaru maupun buku edisi lawas.  Kadang saya beli di toko buku. Tak jarang juga saya beli di acara-acara bazar buku. Juga di tempat-tempat tertentu yang menjual buku dengan harga murah.  Saat itu, saya memang ingin mengoleksi berbagai jenis buku. Mengenai kapan dibacanya, itu soal lain. Yang penting beli aja dulu. Begitu pikir saya dulu. Untuk buku-buku dengan tema tertentu, biasanya saya langsung baca saat tiba di kos-kosan. Sementara yang lainnya biasanya saya baca saat butuh referensi sebagai bahan untuk menulis esai, makalah, atau jenis tulisan lainnya.  Dok. Pribadi: Berbagai koleksi buku di perpustakaan pribadi saya Buku-buku yang saya beli dan koleksi tersebut rupanya ada banyak manfaatnya. Tidak hanya buat saya sendiri. ...

Sungai Lareda

Gambar
|Gunawan| Saya tinggal di kampung. Tepatnya di Desa Bumi Pajo. Letaknya di sekitar gunung Lareda. Dulu, di sekitar kampung sini begitu sejuk dan asri. Sekarang, sudah tak lagi sesejuk dulu. Tak jarang panas menyengat. Hutan yang dulu asri lagi hijau, kini perlahan menghilang dan dibabat oleh keserakahan anak manusia. Di sekitar kampung tempat saya tinggal, ada sebuah sungai yang relatif panjang. Ia memanjang sampai ke Kabupaten Dompu. Namanya sungai Lareda. Jarak dari kampung saya ke sungai ini kurang lebih tiga ratus meter.  Dok. Pribadi: Sungai Lareda Sungai Lareda punya banyak manfaat. Airnya yang jernih biasanya dipakai minum warga atau para petani di sekitar. Juga buat keperluan lainnya. Dulu waktu kecil, kami sering mandi di sungai ini.  Sungai Lareda juga terdapat ikan. Anak-anak muda biasanya memancing ikan di sini. Meskipun ikannya kecil-kecil, tetap saja banyak yang datang memancing di sini. Yang tak kalah menarik juga di sungai Lareda adalah terdapat banyak sayuran....

Luka-luka Itu Kian Menganga

Gambar
|Gunawan| Begitu indah rupamu dulu lagi pesona.  Semesta memujimu tak henti. Dari jauh kau tampakkan senyum ceria.  Seolah tak ada luka dan derita yang menumpuk di hati.  Namun seketika kau berubah tak terkira.  Dari dekat ternyata kau penuh luka dan derita.  Luka-luka itu kian menganga. Hingga tak ada lagi puji seperti dulu kala. Dok. Pribadi: Contoh hutan/gunung yang dibabat di pinggir sungai Lareda Kau tak lagi pesona.  Kau tak lagi seperti yang kukira. Mata air berganti air mata. Kini kau begitu menderita. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 23/3/'24 [P-180] Dok. Pribadi: Hutan yang terluka

Ramadan, Membaca, dan Menulis Buku

Gambar
|Gunawan| Tak terasa. Jam dinding terus berdetak. Hari berlalu begitu cepat. Bulan Ramadan kembali hadir menyapa. Orang-orang menyambutnya dengan beragam aktivitas. Hingga terlihat bulan Ramadan begitu meriah dengan beragam kegiatan dan acara.  Untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadan kini, dua di antaranya saya memanfaatkannya dengan membaca dan juga menulis buku. Membaca berbagai jenis buku yang dulu sempat saya koleksi. Bukunya kadang saya baca di pagi, siang, sore, dan/atau malam hari.  Tentu, membaca buku tidaklah sia-sia. Ada banyak informasi dan pengetahuan yang saya peroleh dari hasil membaca buku. Bisa membaca halaman demi halaman buku dan menyerap berbagai informasi dan pengetahuan di dalamnya adalah suatu kenikmatan tersendiri. Apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Dok. Pribadi: Buku koleksi pribadi saya Demikian juga dengan menulis buku. Sampai kini masih terus saya jalani. Puasa Ramadan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya tulis. Seba...

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Gambar
|Gunawan| Sampai kini saya masih tetap menulis. Buku adalah salah satu bentuk karya tulis yang saya tulis. Sejauh pengalaman saya, menulis buku itu sesungguhnya butuh waktu. Tidak cukup hanya waktu sesaat saja lalu jadi buku. Atau sekali duduk langsung jadi buku. Tidak demikian kalau pengalaman saya.  Butuh waktu berbulan-bulan lamanya baru bisa menghasilkan satu judul buku. Ini pengalaman awal menulis saya dulu. Sekitar enam bulan lamanya baru bisa saya menuntaskan naskah buku perdana.  Dok. Pribadi: Beberapa buku karya saya Tapi, seiring berjalannya waktu, untuk menghasilkan sebuah naskah utuh itu berbeda-beda. Tergantung jenis bukunya apa. Ada buku yang saya selesaikan dalam waktu satu bulan. Ada juga yang saya tulis tiga judul sekaligus dalam kurun waktu tiga bulan. Bahkan, ada pula sebuah buku yang saya selesaikan dalam rentang waktu satu minggu.  Hanya saja, proses lahirnya sebuah buku yang dimaksud berliku-liku dan tentunya panjang. Misalnya, mulai dari mengumpulka...

Berbagi Cerita Berbagi Tawa (2)

Gambar
|Gunawan| Usai mengajar di ruang kelas, seorang guru muda bercerita di hadapan para siswanya. Dia menyuguhkan sebuah cerita menarik agar suasana kelas kembali ceria. Dengan suara nyaring, sang guru mulai merangkai kata: Alkisah, seorang yang bernama Ibrahim masuk surga. Meski dengan amal pas-pasan, ia berhak mendiami tempat yang penuh kenikmatan seperti yang dijanjikan Tuhan tersebut. Untungnya, dosanya sedikit, sehingga ia tidak perlu dihangatkan dulu di neraka.  Suatu waktu, Ibrahim berjalan-jalan di tepi sungai di dalam surga yang dimaksud. Dia sangat menikmati kedamaian yang didapatnya di lingkungan barunya itu.  Namun, saat sedang asyik jalan-jalan tersebut, Ibrahim tiba-tiba melihat sesosok lelaki yang dulu sering dilihatnya sewaktu hidup di dunia. Sesosok lelaki yang sewaktu hidup di dunia begitu sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Adalah seorang anggota DPR yang sering muncul di layar televisi, di koran, di majalah, dan di berbagai media sosial, yang sering di...

Berbagi Cerita Berbagi Tawa

Gambar
|Gunawan| Saya suka dengan cerita humor. Entah itu yang didapat dari hasil menonton maupun yang didengar langsung dari sang pencerita. Juga yang diperoleh dari hasil membaca.  Di tengah letih dan penat, cerita atau bacaan yang berujung tawa menjadi salah satu pilihan saya. Usai membaca cerita lucu semacam ini, selalu membuat diri saya terhibur. Dok. Pribadi: Salah satu buku koleksi saya Berikut ini saya ingin berbagi sebuah cerita lucu dan ringan. Barangkali ada manfaatnya. Mungkin juga bisa mengobati hati Anda sekalian yang sedang dilanda kegalauan dan kepenatan. Berikut ini ceritanya: Alkisah, tiga orang jenderal militer dari tiga negara yang berbeda beradu ketangkasan menembak. Ketiga jenderal yang dimaksud berasal dari Inggris, Amerika, dan Indonesia.  Ketiganya sepakat untuk menembak sebuah apel yang diletakkan di atas kepala salah seorang ajudan mereka masing-masing. Setelah dilakukan perundingan, sang jenderal dari Inggris rupanya mendapatkan kehormatan pertama untuk me...

Hujan Malam Ini

Gambar
|Gunawan| Di saat malam yang hening kini,  tiba-tiba suara hujan bergemuruh, datang membasahi bumi.  Seketika memecah sunyi di hati. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 13/3 [P-179] Dok. Pribadi: Suasana malam hari

Satu Hal yang Membuat Saya Panik

Gambar
|Gunawan| Pagi itu, langit mendung. Tak ada tanda-tanda sang surya menampakkan dirinya. Hanya awan kelabu yang terlihat menyelimuti semesta.  Saya bersama seorang teman berencana mengeksplor alam di sekitar. Sekaligus mencari berbagai jenis sayuran yang tumbuh liar.  Kami pun berangkat. Melalui jalan setapak. Jalan setapaknya masih basah dan berlumpur. Kami memilih menelusuri sepanjang tepi sungai. Memetik berbagai sayuran yang dilihat di sisi kiri kanan sungai yang dimaksud.  Tentu saja, tidak mudah menginjakkan kaki di antara tumpukkan bebatuan di sepanjang aliran sungai. Sebab, tak sedikit lumut yang menempel di bebatuan tersebut.  Dok. Pribadi: Aliran air Sungai Lareda Bahkan, kali ini, saya sempat terjatuh saat menginjak sebuah batu besar yang berlumut. Untungnya tangan saya cepat sigap. Hanya sakit sesaat saja.  Namun, HP saya ikut menjadi korban juga. HP yang saya taruh di kantong celana, jatuh dan terendam air sungai. Saya sempat menghabiskan waktu kuran...

Kau Hanya Masa Laluku

Gambar
|Gunawan| Setelah sekian lama tak ada.  Setelah sekian lama memilih pergi.  Kau tiba-tiba hadir menyapa.  Membawa pulang air mata.  Dengan penuh sesal kau mengurai cerita.  Dengan terbata-bata kau merangkai kata.  Dengan penuh harap kau meminta ingin kembali.  Ingin mengulang kisah yang dulu pernah dilalui bersama.  Dok. Pribadi: Aliran air sungai Lareda Sungguh tak kusangka kau seperti ini.  Kau kembali membawa pulang air mata. Namun bagiku kau telah sirna.  Masa lalu tak akan mungkin terulang kembali. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 8/3/'24 dan 12/3/'24 [P-178]

Menjadi Siswa Penulis Buku

Gambar
|Gunawan| Menulis buku sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang melek aksara. Semasih ia bisa mengenal huruf dan membaca, ia punya potensi kuat untuk bisa menulis buku juga. Asalkan ia ada niat untuk menulis dan juga ada usaha serius untuk mewujudkan niatnya itu. Jika hari ini kita bermimpi ingin punya buku karya sendiri, maka saat ini juga kita harus segera mengajak jemari tangan kita secara perlahan untuk menulis buku yang dimaksud. Tulis sedikit demi sedikit. Lakukan sesering mungkin. Kelak, buku karya sendiri yang diinginkan itu akan lahir juga. Silakan dipraktikkan saja mulai dari sekarang trik sederhana ini! Dok. Pribadi: Salah satu buku koleksi pribadi Saat ini, menulis buku juga tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa atau para orang tua saja. Anak seusia sekolah pun rupanya sudah banyak yang mampu menulis hingga menerbitkan buku sendiri. Program 'Satu Siswa Satu Buku' yang digagas oleh MediaGuru telah banyak melahirkan siswa penulis. Saya sering kali membaca dan ...