Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Meski Kau Mencoba Membuatku Patah, Aku Tetap Tabah

Gambar
|Gunawan| Aku tahu, berkali-kali kau mencoba membuatku patah.  Namun, aku tetap tabah.  Tak pernah kubalas dengan cara yang sama.  Karena kutahu bahwa itu tak ada guna.  Bahkan saat ini, kau sendiri perlahan lemah.  Hingga muncul kata menyerah.  Justru kini kau sendiri yang patah.  Dan mulai hilang arah.  Dok. Pribadi: Suatu waktu di bawah langit Dompu Pun aku tahu, berkali-kali kau berusaha menaruh luka di hatiku.  Namun, aku biasa-biasa saja.  Tak pernah ada kata benci yang tertanam di hatiku.  Karena kutahu bahwa itu tak ada guna.  Kini, justru kau sendiri yang terluka.  Termakan kata-katamu sendiri yang membabi buta. Dan kini, justru kau yang penuh lara.  Tak tahu entah kapan akan berubah menjadi bahagia dan senyum ceria.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 27/1

Di Penghujung Januari

Gambar
|Gunawan| Entah sampai kapan kenangan itu akan berlalu.  Sebab, hingga kini, kenangan itu masih saja menari-menari di kepalaku.  Sudah sekian cara yang kutempuh, namun tetap saja tak ampuh.  Aku masih saja patah, begitu sulit untuk tabah.  Tapi, di penghujung Januari ini, ada yang memberi tahuku.  Ini hanyalah sebatas ujian hidup, yang tentunya harus dijalani.  Tuhan hanya ingin menguji ciptaan-Nya, sejauh mana kita mampu menjalani semua ini.  Akan datang waktu di mana kita akan tersenyum ramah dan berterima kasih pada kenangan itu.  Dok. Pribadi: Suatu malam di Sumbawa Mungkin sudah saatnya aku menjalani hidup sewajarnya saja.  Tanpa harus terlalu terpaku dengan masa lalu.  Bahwa bahagia dan duka adalah dua hal yang akan menyertai anak manusia, termasuk diriku.  Apa pun itu, aku akan berusaha menerimanya, menikmatinya, dan melaluinya dengan lapang dada.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 27/1

Suara Jangkrik pun Perlahan Sirna

Gambar
|Gunawan| Listrik masuk di desa saya sekira tahun 2013. Orang-orang bergembira ria. Penerangan dari rumah-rumah warga tidak lagi sebatas lampu minyak. Satu per satu rumah warga mulai dialiri listrik. Perubahan demi perubahan pun terjadi. Orang-orang sudah mulai bisa menonton televisi dengan berbagai siaran dan pilihan acara. Jika dulu hanya bisa mendengar suara saja lewat saluran radio, dengan adanya listrik masuk desa tersebut para warga sudah bisa menyaksikan berbagai pertunjukkan di berbagai saluran televisi (bukan sekadar suara, tapi ada gambarnya juga). Dari tahun ke tahun, televisi pun mulai bertambah. Semula, hanya satu dua rumah saja yang punya televisi. Namun, seiring berputarnya waktu, sampai sekarang, nyaris setiap rumah punya televisi.  Akibatnya, orang-orang dengan mudahnya menikmati berbagai siaran televisi yang diinginkan. Ada yang nonton berita. Ada yang nonton hiburan. Termasuk berbagai sinetron atau drama yang ditampilkan di beberapa stasiun televisi, menjadi kesu...

Mengapa Harus Diakhiri dengan Benci?

Gambar
|Gunawan| Kita tak seharusnya saling membenci dan melukai.  Jika semula kita saling mencintai, lalu mengapa harus diakhiri dengan kata benci? Jika awalnya kita bisa berbagi tawa, lalu mengapa harus berujung luka?  Bukankah bahagia itu kita yang ciptakan sendiri?  Lalu mengapa kita ingin berselimut lara? Bukankah senyum ceria jauh lebih bermakna?  Lalu mengapa kita ingin menyakiti diri sendiri? Dok. Pribadi: Suasana alam Bumi Pajo pada suatu waktu Ada baiknya kita sama-sama belajar mengendalikan diri.  Agar kemudian bisa saling mengerti. Mari kita saling memaafkan dan sudahi kata benci.  Mari kita mulai lagi dari awal, saling mencintai dan mengasihi.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 25/1

Terpaksa Berpisah

Gambar
|Gunawan| Sepasang hati yang dulu pernah menyatu, kini tak lagi bersatu.  Kita yang dulu pernah bersama, kini sudah tak lagi berada dalam ruang yang sama.  Kita terpaksa berpisah dan perlahan saling menjauh.  Terpisah oleh keadaan yang tak lagi memungkinkan, hingga kemudian berakhir patah.  Sumber gambar: id.wikihow.com Aku berusaha untuk kuat sekuat tenaga. Namun, aku masih gagal dan tak berdaya.  Tiap saat juga aku terus berusaha untuk melupakanmu.  Tapi, entah mengapa, semakin aku berusaha melupakanmu, semakin nyata hadirmu dalam pikiranku. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 24/1

Karena Ide Saja Tak Cukup

Gambar
|Gunawan| Hal utama yang dibutuhkan oleh seorang penulis adalah ide tulisan. Ada ide, maka sebuah tulisan akan lahir. Tak ada ide, tak akan ada tulisan yang bisa dihasilkan.  Tapi, sekadar ide yang mengendap di kepala saja tak cukup. Sebuah ide yang dimaksud harus dibahasatuliskan agar bisa menghasilkan sebuah tulisan.  Saya sering mendengar dan juga membaca berbagai curhatan orang-orang di media sosial. Ada guru. Ada dosen. Dan juga beberapa profesi lainnya. Mereka ingin sekali punya karya tulis sendiri. Katanya, perihal ide tulisan sudah ada banyak di kepala mereka.  Tentu saja, ini berita bagus dan menggembirakan. Tapi, keinginan semacam ini harus ditindaklanjuti. Tidak boleh sebatas ingin saja. Bahwa ide yang menumpuk di kepala tersebut, harus segera dieksekusi atau dibahasatuliskan. Jangan menunggu nanti, esok, dan seterusnya.  Tidak ada tulisan atau karya tulis yang bisa lahir dengan sendirinya. Selama ini, ada banyak orang yang hanya pintar berteori. Namun, no...

Sebuah Harapan dari Aku untukmu

Gambar
|Gunawan| Apa kabar kamu hari ini?  Mohon jangan salah sangka.  Ini hanya sebatas kalimat tanya.  Bisa kamu jawab bila kamu sudi.  Pun tak perlu kamu jawab bila tak suka.  Semoga kamu baik-baik saja.  Adalah sebuah harapan dari aku.  Juga sebuah doa dari aku untukmu.  Jika sampai kini masih belum membaik dan masih ada luka, semoga segera membaik dan memeluk bahagia. Sumber gambar: Plimbi.com Semoga kamu bisa berdamai dengan keadaan yang telah terjadi.  Mau ikhlas menerima segala yang pernah dialami. Kini, bukan lagi antara kamu dan aku.  Kini, antara kamu dan hatimu.  Jangan lagi kamu membebani dan melukai hatimu sendiri.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 24/1

Sudah Kumaafkan, tapi Tak Bisa Kulupa

Gambar
|Gunawan| Jangan terlalu banyak menaruh harapan kepada seseorang yang belum kau kenal seutuhnya.  Mungkin saat di hadapanmu ia bicaranya manis dan begitu meyakinkan, hingga kau terpesona.  Namun, boleh jadi itu hanyalah bualannya semata, tak lebih dari sekadar kata-kata buta. Mungkin itu sebatas caranya untuk menarik perhatianmu saja, hingga kau masuk dalam perangkapnya.  Hingga suatu waktu, di saat kau sudah masuk dalam jebakannya, kau akan tahu yang sebenarnya.  Kau akan dibuatnya menyesal dan sesak di dada.  Kau akan dibuatnya menderita.  Kau akan menangis dan berselimut luka.  Dok. Pribadi: Suasana alam Bumi Pajo Itulah yang dulu pernah kurasa.  Aku pernah mencintainya sepenuh hati, segalanya telah kulakukan hanya untuk dia.  Aku begitu memercayainya tanpa ragu dan tak pernah sekali pun aku melukai hatinya.  Ya, sungguh aku benar-benar mencintainya dan memercayainya.  Namun nyatanya, cintaku selama ini ia balas dengan luka yang ...

Mengubah Curhatan Menjadi Tulisan

Gambar
|Gunawan| Sejauh ini, saya masih menikmati dunia menulis. Saya masih terus memproduksi tulisan demi tulisan. Saya masih terus belajar merangkai aksara dan kata.  Saya menulis sedikit demi sedikit. Akhir-akhir ini saya menulis pakai telepon genggam. Ya, alat bantu menulisnya adalah hanya HP.  Perihal ide tulisan, sampai sejauh ini, terus saja ada. Baik itu ide yang sederhana maupun penuh makna, kadang datang tak terduga. Di saat seperti ini, biasanya saya langsung mencatat dan mengembangkannya menjadi sebuah tulisan utuh.  Kata Prof. Dr. Ngainun Naim, ide tulisan itu harus dicari, bukan dinanti. Bisa melalui membaca. Bisa juga melalui penglihatan, pendengaran, dan lainnya. Pada dasarnya memang begitu: bahwa ide itu harus dicari, bukan dinanti.  Tapi, adakalanya ide itu datang dengan sendirinya, tanpa dicari ke mana-mana. Tentu saja, kondisi seperti ini tak boleh disia-siakan. Saya biasanya sebisa mungkin akan mengubahnya menjadi tulisan. Perihal ide sebuah tulisan, me...

Bila Suatu Saat Nanti Aku Berada di Posisimu

Gambar
|Gunawan| Selama ini, aku selalu menilaimu dengan kacamataku sendiri.  Aku hanya fokus menilaimu saja, apa pun itu.  Sampai aku lupa menilai diriku sendiri.  Sampai aku lupa ternyata aku tak lebih baik darimu.  Aku selalu menginginkan yang terbaik darimu.  Sementara, aku sendiri masih tak beraturan.  Aku selalu ingin yang terbaik yang hadir darimu.  Sampai aku lupa kalau aku sendiri masih berantakan.  Dok. Pribadi: Air sungai Lareda Maafkan aku yang selalu menaruh curiga padamu. Maafkan aku yang selalu menganggapmu salah dan keliru.  Aku sadar, bahwa aku juga adalah manusia biasa.  Bila suatu saat nanti aku berada di posisimu, tolong ingatkan aku, jangan sampai aku terlena.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 19/1

Kini Dia Telah Kembali

Gambar
|Gunawan| Dia begitu setia. Ke mana pun saya melangkah, dia selalu menemani saya. Dia selalu ada di samping saya di mana pun saya berada. Ketika saya berduka dan berselimut lara, dia juga selalu bersama saya.  Kehadirannya sungguh sangat berarti buat saya. Saya senang. Saya bersyukur karena hadirnya dia dan mau menemani keseharian saya, dalam kondisi apa pun itu.  Ia begitu berjasa dalam hidup saya. Cerita-cerita yang pernah saya lalui, dialah tempat saya mencurahkannya dan mengabadikannya hingga berwujud aksara dan kata. Tanpa kehadirannya, mungkin saya tak akan bisa sampai sejauh ini. Tanpa keberadaannya, saya tak berarti apa-apa.  Bertahun-tahun lamanya dia bersama saya. Ia tak pernah menangis. Ia tak pernah marah. Ia tak pernah ngambek sedetik pun. Justru, hanya saya yang memarahinya. Ketika saya merasa tak puas dengannya, tak jarang saya memaki hingga melukainya. Meskipun begitu, ia tetap setia berada di samping saya.  Hingga suatu waktu, ia tiba-tiba hilang. Ta...

Maafkan Aku Bila Aku Pernah Berbuat Salah dan Melukai Hatimu

Gambar
|Gunawan| Di sepertiga malam yang penuh syahdu ini, aku bermohon kepada Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja.  Jangan lagi ada curiga di antara kita.  Jangan lagi ada yang merasa dikhianati.  Jangan lagi ada yang merasa dilukai. Aku akui, aku pernah berbuat salah kepadamu.  Karena memang, aku adalah manusia biasa layaknya yang lain.  Aku pernah membuatmu menangis. Bukan karena ingin melukaimu dengan sungguh-sungguh.  Hanya saja, aku sedang ingin melihat air matamu yang membasahi pipimu.  Aku senang saja tatkala engkau mengusap air matamu, lalu mencubit pipiku penuh manja.  Sumber gambar: jogja.tribunnews.com Bila aku pernah berbuat salah kepadamu, maafkan aku. Bila aku pernah melukai hatimu, mungkin dengan sengaja, maafkan aku. Aku takut bila engkau tak mau memaafkanku.  Aku takut bila suatu hari nanti kita tak lagi bersama dan tak lagi bisa bergenggaman tangan, ada air mata penyesalan yang membasahi kedua pipimu.  Maka, maafkan atas se...

Ketika Kuping Kemasukan Air

Gambar
|Gunawan| Saya lahir di desa. Besar di desa. Juga menikmati hidup di lingkungan pedesaan.  Saya bersyukur karena lahir dan besar di desa. Apa pun itu, lingkungan pedesaan memberikan saya banyak pelajaran hidup: mulai dari yang sederhana hingga penuh makna. Dalam keseharian, ada saja yang menjadi bahan cerita. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan pun kadang unik, kadang lucu, kadang serius lagi penuh arti.  Saya tidak tahu pastinya kapan itu terjadi. Tapi, yang saya ingat, saat masih kecil dulu, ketika telinga kemasukan air, saya kadang panik. Saya tidak tahu bagaimana caranya agar air yang masuk di telinga itu bisa keluar.  Untung saja, ada orang tua yang beri tahu. Saya miringkan kepala saya. Lalu, saya pukul kepala saya yang sebelahnya. Agar air bisa keluar. Maksudnya begini, bila air masuk di telinga kiri, maka kepala akan saya miringkan ke kiri. Lalu, saya pukul kepala bagian kanannya hingga air yang masuk tadi keluar.  Sumber gambar: Majalahjustforkids.com Di samp...

Kepercayaan yang Telah Dikhianati

Gambar
|Gunawan| Kau bilang, kau hadir untuk menyempurnakan hidupnya.  Kau akan menemaninya sampai maut memisahkan.  Hingga akhirnya, dia pun begitu memercayaimu.  Tak ada sedikit pun curiga yang timbul dari dalam dirinya.  Meskipun sesekali kau melukai hatinya, tetap saja dia menerimamu apa adanya, menjadikanmu begitu spesial di hatinya.  Sumber gambar: Glitzmedia.co Tapi, seiring bergantinya waktu, kepercayaannya itu malah kau khianati.  Dengan begitu entengnya kau memilih pergi dengan yang lain.  Kau membuat hatinya perih dan begitu terluka. Kau menghancurkan hatinya, sehancur-hancurnya.  Mengapa dulu kau begitu berani datang dan mengatakan ingin menyempurkan hidupnya, jika kini kau malah mengingkari janjimu sendiri dan membuat hatinya hancur berkeping-keping?  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 18/1

Duka Lima Januari

Gambar
|Gunawan| Tidak ada yang benar-benar abadi. Segalanya hanya sesaat. Semuanya hanya sementara. Semuanya hanya titipan dari Tuhan. Dan, ada saatnya titipan itu akan kembali kepada-Nya. Hanya menunggu waktu saja kapan semuanya akan kembali menghadap Sang Pencipta.  Boleh jadi hari ini kita tertawa riang. Namun, siapa yang tahu, mungkin esok hari justru kita akan berderai air mata. Boleh jadi hari ini kita berselimut bahagia. Namun, boleh jadi juga, besoknya kita justru akan berkawan duka dan menangis sejadi-jadinya.  Hari ini mungkin kita masih sehat bugar dan masih bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Namun, boleh jadi, esok atau lusa kita tiba-tiba berbaring sakit dan tak lagi mampu bergerak sebagaimana pada kondisi normal dan sehat.  Ya, begitulah siklus hidup di dunia ini. Selalu datang silih berganti. Tidak ada yang benar-benar abadi. Termasuk kondisi fisik kita. Kadang sehat. Kadang sakit.  Dok. Pribadi: Suatu waktu saat hendak turun dari kapal Suatu wak...

Perihal Kepergiannya Tak Pantas untuk Kau Tangisi

Gambar
|Gunawan| Atas kepergiannya, tak usah kau terlalu larut dalam tangisanmu.  Sebab, kepergiannya itu atas kehendaknya sendiri.  Bukan kau yang menyuruhnya pergi.  Bukan kau yang memintanya untuk melangkahkan kaki.  Perihal kepergiannya itu, biarkan saja dia pergi.  Kau harus bisa menerima semua ini.  Terima saja atas sesuatu yang telah terjadi.  Belajarlah untuk menguatkan diri.  Relakan, ikhlaskan, dan sudahi segala sesal di hati.  Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya di Instagran Percayalah, Tuhan punya rencana tersendiri di balik semua itu.  Percayalah, akan ada pengganti yang lebih baik darinya. Bukankah segalanya sudah digariskan oleh Sang Pencipta?  Lalu, mengapa kau masih menangisi atas kepergiannya itu?  Padahal, kepergiannya itu tak pantas untuk kau tangisi.  Setetes pun air matamu tak pantas untuk kau tumpahi.  Doakan saja, semoga dia tak menyesali atas kepergiannya itu. Dan semoga tak ada lagi orang lain yang...

Salah Naik Kapal

Gambar
|Gunawan| Tidak semua rencana bisa berjalan sebagaimana mestinya. Terkadang berada jauh atau di luar dari perencanaan awal.  Saya berencana ke Pulau Sulawesi seorang diri. Ingin mengembara lagi. Saya sudah pesan tiket. Saya pun segera menuju pelabuhan. Di perjalanan tidak ada hambatan yang begitu berarti. Semuanya berjalan normal. Namun, saat tiba di pelabuhan, saya ketinggalan kapal.  Saya lihat, kapal sudah berada jauh di tengah lautan. Tidak mungkin saya mengejarnya. Ya, sudah, saya pasrah saja.  Namun, masih ada satu kapal besar yang bersandar di pelabuhan. Entah kapal jenis apa itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung naik saja kapal itu. Naik lewat jalur tikus, tanpa menggunakan tiket. Tanpa mau tahu tujuan kapal ini hendak ke mana.  Setiba di dek dalam kapal, saya perhatikan sebagian besar penumpangnya adalah warga negara asing, alias bule. Saya tanya, ternyata kebanyakan mereka berasal dari Australia. Saya tidak sempat tanya tujuan mereka mau ke mana.  Su...

Aku Bersyukur Pernah Mencintaimu

Gambar
|Gunawan| Mencintaimu adalah sebuah keputusan yang tak pernah kusesali.  Sungguh, aku bersyukur pernah mencintaimu sepenuh hati.  Meskipun pada akhirnya kamu memilih pergi. Dan juga tak akan mungkin kembali lagi, sebab kamu sudah menemukan seseorang yang selama ini kamu cari. Bagimu, ternyata aku hanyalah pelampiasan dari sakit hatimu yang dulu pernah menyelimuti.  Sumber gambar: Brobali.com Apa pun itu, aku tetap berterima kasih karena sempat mengenal dan mencintaimu.  Walau pada akhirnya kamu mengingkari janjimu sendiri.  Kamu memilih pergi dengan menyisakan berbagai tanda tanya, yang sampai kini pun tak kutemukan jawaban darimu.  Kamu juga memilih untuk meninggalkan setitik luka yang sepertinya masih sulit kuobati.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 18/1

Ketika Air Mata Tak Lagi Mampu Disembunyikan

Gambar
|Gunawan| Sesungguhnya, tak ada orang yang menginginkan sakit. Inginnya sehat terus yang datang menyapa dalam kesehariannya. Sama halnya juga, tak ada orang yang menginginkan luka dan duka datang menyapa. Inginnya bahagia dan ceria terus sepanjang usia.  Tapi, namanya juga hidup di dunia. Bagaimanapun cara kita menginginkan bahagia secara terus-menerus, akan tiba juga kita mengalami duka dan susah. Yang semula penuh senyum tawa, perlahan berubah menjadi pilu dan air mata duka.  Mengapa demikian? Karena memang hidup merupakan ladang ujian. Kadang diuji dengan kebahagiaan yang berlimpah ruah. Kadang juga diuji dengan sedikit ketakutan dan air mata duka. Namun, bagi yang mau berpikir, selalu ada hikmah di balik suatu ujian. Selalu ada pelajaran hidup di balik suatu peristiwa yang menimpa kita. Memang, begitulah sejatinya hidup ini memperlakukan kita.  Saya tidak tahu kapan mulainya. Tapi, sepengetahuan saya, ia adalah perempuan yang begitu setia, sejak dulu. Ia selalu menema...

Hidup Harus Dijalani, Apa pun yang Terjadi

Gambar
|Gunawan| Saat ini, aku sedang menikmati senja.  Duduk menepi dan menyepi.  Ingin saja menyendiri, menghirup udara bebas seorang diri.  Hingga malam pun tiba, aku masih di sini, di tempat yang dulu kita pernah berbagi cerita.  Saat ini, aku tidak sedang mencoba mengingat kembali kisah-kisah atau kenangan masa itu.  Hanya saja, mengunjungi tempat seperti ini bisa menguatkanku.  Pada akhirnya, memang begitu.  Aku semakin kuat meski kau tak lagi bersamaku.  Dok. Pribadi: Suatu malam di suatu tempat Kini, tak pernah kusesali atas apa yang telah terjadi.  Aku belajar satu hal, bahwa hidup harus dijalani, apa pun yang terjadi.  Aku meyakini bahwa segalanya telah digariskan oleh Sang Ilahi.  Bahwa di balik suatu peristiwa, selalu ada hikmah tersendiri, penuh arti.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 17/1

Menulis Catatan Harian, Ngapain Malu?

Gambar
|Gunawan| Bagi yang pernah menghirup udara di dunia ini, tentu saja pernah mengalami banyak cerita. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, ada saja hal-hal yang dialami, didengar, dan dirasakan. Entah yang sederhana maupun yang luar biasa. Entah itu yang lucu, unik, sedih, dan lainnya.  Hal-hal semacam ini, tentu saja sangat bisa dijadikan bahan tulisan. Amat bisa diubah menjadi untaian kata dan kalimat. Sangat bisa dijadikan catatan harian.  Ya, bagi yang sedang (berusaha) belajar menulis, menulis catatan harian adalah salah satu pilihan yang tepat. Mulai saja menulis dari hal-hal yang sederhana. Tulis apa saja yang pernah dialami, dilalui, didengar, atau bahkan dirasakan setiap hari. Nggak usah malu.  Jangan langsung berharap yang tinggi-tinggi dan begitu wow. Sebab, segalanya butuh proses, termasuk menulis. Mulai saja menulis dari pengalaman sehari-harinya. Entah itu bermanfaat atau tidaknya itu catatan harianmu, jangan dulu pedulikan akan hal itu. Silakan nulis sa...

Ada Saatnya Kita Rapuh dan Patah

Gambar
|Gunawan| Seseorang yang tak pernah merasakan kehilangan, ia tak akan pernah tahu bagaimana perihnya hati atas suatu kehilangan itu.  Hati tiba-tiba rapuh, patah, dan hancur berkeping-keping.  Sudah berusaha menahan perih, namun tetap saja hati tak sanggup menahannya.  Tiba-tiba sedih menyapa dan menangis sejadi-jadinya.  Aku tahu itulah yang kau rasakan sekarang.  Kau sedang berada dalam fase duka.  Air mata yang membasahi pipimu tak mampu dibendung.  Air mata itu terus saja mengalir semaunya, semampunya.  Sumber gambar: cnnindonesia.com Aku tahu bahwa kabar duka itu benar-benar membuatmu patah dan tak berdaya.  Tak menyangka semuanya terjadi seperti itu.  Kau tak kuasa menahan pilu.  Padahal, yang kutahu, kau adalah orang yang begitu kuat, apa pun yang terjadi.  Namun, kali ini, kau menjadi orang yang terlemah yang pernah kukenal.  Aku mengerti atas apa yang kaurasakan kini.  Sebab, aku juga pernah berada di posisi ...

Terpaksa Pulang

Gambar
|Gunawan| Sudah enam hari enam malam kami berada di bawah langit Mataram. Segala usaha sudah dilakukan. Segala kemampuan telah dikerahkan. Apa pun itu, meski tak sesuai dengan harapan, semuanya harus diterima dengan lapang dada dan penuh ikhlas.  Sore hari, usai saya menunaikan salat Asar di masjid, rencana berubah mendadak. Melalui diskusi dan musyawarah dengan keluarga besar di ujung telepon, kami memutuskan untuk pulang atau kembali ke kampung saja. Tidak lagi meneruskan bermalam di rumah sakit. Tidak lagi menunggu jadwal operasi dan berbagai bentuk pengobatan lainnya. Tidak lagi menikmati hari-hari di bawah langit Mataram.  Apa boleh buat. Kami harus segera berkemas. Bersiap-siap untuk pulang. Saya pun berdiskusi dengan pihak dokter dan perawat. Hematnya, berdiskusi dengan pihak rumah sakit. Meminta izin kepada mereka. Mendengar perkataan saya, mereka kaget. Sebenarnya, mereka tak mengizinkan untuk pulang terlebih dahulu, karena masih dalam proses perawatan atau penanganan...

Tak Selamanya Berakhir Indah

Gambar
|Gunawan| Sudah barang tentu, hubungan tak selamanya berakhir indah.  Tak selamanya berujung bahagia.  Adakalanya berakhir kecewa dan patah.  Adakalanya berujung perih dan luka. Bagaimanapun caramu menghindar, jika itu sudah menjadi takdirmu, terima saja dengan lapang dada.  Tak usah kau salahkan dirimu sendiri.  Berhentilah untuk memarahi dirimu sendiri.  Berhentilah untuk menyalahkan Tuhanmu.   Dok. Pribadi: Quotes saya dalam buku "Catatan Receh di Bawah Langit Sulawesi" Aku tahu kamu kuat menghadapi semua ini.  Aku tahu kamu pasti mampu.  Bukankah dulu kau pernah bilang bahwa segala masalah pasti ada solusinya?  Lalu, mengapa kini kau begitu lemah tak berdaya?  Bangkitlah dan teruslah melangkah maju.  Nikmatilah hidup ini, termasuk patah dan luka yang kini menyapamu.  Percayalah, bahwa patah dan luka yang kau alami kini adalah sesuatu yang kelak akan menguatkanmu.  Bahwa pada suatu hari nanti, cepat atau lambat, ka...

Sebuah Penyesalan

Gambar
|Gunawan| Usai salat Isya, saya melepas penat sejenak. Saya bergegas pergi menghirup udara bebas di luar rumah sakit.  Saya perhatikan suasana di sekitar. Tidak terlalu ramai. Juga tidak terlalu sepi. Setidaknya, bagus untuk menenangkan atau menyendiri sesaat. Beberapa saat kemudian, saya kembali ke area dalam rumah sakit. Saya tidak bisa lama-lama di luar. Saya takut ada keperluan mendesak di dalam ruangan yang butuh tenaga atau pikiran saya.  Saya pun tiba di ruangan. Ternyata, bibi saya dan iparnya sudah tidur. Entah sudah berapa lama mereka tidur. Saya tak ingin mengganggunya. Saya kemudian cek kondisi pasien, juga cairan infus yang masih terpasang. Semuanya aman terkendali.  Saya kemudian ke luar ruangan. Saya menuju tempat "tongkrongan" umum. Tempatnya masih satu lantai dengan ruangan kami.  Di luar ada banyak orang yang sudah mengambil tempat duduknya masing-masing. Beralaskan tikar. Tak sedikit juga yang sudah tidur. Kebanyakan dari kaum wanita. Ada yang suda...

Kuharap Cinta Kita Tetap Utuh

Gambar
|Gunawan| Semesta kini sedang tak bersahabat.  Yang awalnya cerah ceria, perlahan mendung tak menentu. Yang awalnya hujan tak berkedip, perlahan mentari kian menyengat.  Semesta kini sedang tak bersahabat.  Yang awalnya penuh senyum ramah, perlahan berselimut keangkuhan.  Yang awalnya saling menyapa dan melempar canda tawa, perlahan menjauh dan saling membenci.  Namun, walaupun semesta sedang tidak baik-baik saja.  Kuharap hubungan kita tetap seperti biasa, selalu berkawan bahagia.  Kuharap kita tetap saling menyapa dan memberi kabar.  Kuharap cinta kita tetap utuh, selamanya.   Dok. Pribadi: Quotes saya di dalam buku "Catatan Receh di Bawah Langit Sulawesi" Aku tahu tidak mudah menjalani hidup ini.  Meski kita terus menginginkan damai dan bahagia, namun ada saja hal yang membuat kita bertengkar hingga tak saling menyapa.  Ini sering kali terjadi di antara kita: kalau bukan kau yang marah, justru akulah yang menjadi sumber masalah....

Saya, Facebook, Menulis, dan Pertemanan

Gambar
|Gunawan| Saya adalah salah satu pengguna aktif media sosial. Di antara media sosial yang paling sering saya gunakan adalah Facebook.  Saya membuat akun Facebook pada tahun 2012. Ada alasan tertentu mengapa dulu saya membuat akun Facebook. Salah satunya adalah untuk mempermudah komunikasi saya dengan teman-teman yang berada di tempat yang jauh.  Itu dulu yang saya lakukan. Namun, makin ke sini, Facebook tidak sekadar sebagai media komunikasi. Ada banyak manfaat yang bisa dilakukan di alam Facebook ini. Bisa juga digunakan untuk mendulang rupiah demi rupiah.  Sesungguhnya, Facebook itu adalah sebatas media atau alat saja. Ia bersifat pasif. Facebook itu ibarat pisau. Jika pisau itu dipakai untuk kebaikan, misalnya untuk mengiris makanan, maka ia akan mendatangkan manfaat bagi penggunanya. Sebaliknya, jika disalahgunakan, pisau juga bisa melukai orang lain bahkan diri pengguna itu sendiri. Lagi dan lagi, tergantung bagaimana seseorang menggunakan pisau itu. Dengan kata lain...

Sebab Kita Telah Memilih Jalan Hidup Masing-masing

Gambar
|Gunawan| Apa kabar kamu hari ini?  Seseorang yang pernah menemani hari-hariku.  Seseorang yang pernah ada di sampingku.  Seseorang yang pernah membuatku tersenyum dan hadirkan bahagia.  Semoga kamu baik-baik saja.  Entah mengapa saat ini bayang-bayangmu menyapaku.  Wajahmu tiba-tiba menari-nari di pikiranku.  Kamu pun hadir dalam bunga tidurku.  Aku tak tahu mengapa ini bisa terjadi.  Dok. Pribadi: Suatu malam di kapal Maaf, tidak ada maksudku untuk mengganggumu. Aku tahu bahwa kita sudah berada dalam zona nyaman masing-masing.  Aku tahu bahwa kita telah memilih jalan masing-masing.  Antara kamu dan aku tak akan mungkin menjadi kita.  Sebab, kamu telah memutuskan untuk pergi dan memilih jalanmu sendiri.  Sama halnya juga dengan aku yang memutuskan untuk tetap di sini dan memilih jalanku sendiri.  Baik-baik saja di sana.  Oh, ya, jika kata-kataku ini mengganggu pikiranmu, mohon jangan dibaca.  Tolong, jangan...

Selamat Tinggal, Mataram

Gambar
|Gunawan| Selama enam hari enam malam saya berada di Kota Mataram. Menjaga atau menemani pasien. Mengurus berbagai keperluan yang harus diurus. Berdiskusi dengan petugas rumah sakit, mulai dari perawat, dokter, dan berbagai pihak lainnya untuk keperluan penyembuhan pasien.  Harus saya akui, selama berada di rumah sakit ini saya begitu capek. Saya kurang tidur. Paling banter hanya dua jam saja saya menikmati tidur di malam hari. Itu pun tidak nyenyak. Pernah beberapa malam saya tidak tidur sedikit pun. Siangnya pun sama, paling hanya satu jam saja bisa berbaring di lantai rumah sakit. Semua saya lakukan demi menjaga atau menemani pasien yang sedang berbaring lemas di rumah sakit. Saya melakukannya sepenuh hati dan begitu sungguh-sungguh.  Adalah Ruang IRNA III A9 yang kami tempati. Bagian bedah. Bertempat di lantai dua. Di dalam kamar yang kami tempati hanya memuat tiga pasien. Jadi, tidak terlalu sepi, juga tidak terlalu ramai.  Sebagaimana pernah saya tulis di catatan la...

Nikmati Bahagia dengan Cara Kita Sendiri

Gambar
|Gunawan| Di saat kita menikmati kebahagiaan, tidak semua orang menyukainya.  Terkadang ada orang yang bernada sinis, membenci kita.  Terkadang ada orang yang berusaha menjatuhkan kita, agar kita tak lagi bisa menikmati bahagia itu.  Begitulah sekarang yang tengah kita alami.  Aku dan kamu kini sedang berada dalam fase bahagia.  Sedang menikmati bahagia dengan penuh ceria.  Namun, ternyata di luar sana, ada banyak orang yang tak menyukai keberadaan kita.  Mereka terus berusaha mengganggu kenyamanan kita.  Aku tahu mungkin kamu merasa terganggu dengan keberadaan mereka.  Tapi, tenanglah, Sayang.  Bahwa bahagia yang menyapa ini, harus tetap kita nikmati sepenuh hati.  Biarlah orang-orang mencoba menjauhkan kita dari bahagia.  Apa pun itu, kita harus tetap fokus menikmati bahagia ini.  Dok. Pribadi: Suatu waktu saat di pesisir Kilo Bukan kali ini saja kita menghadapi masalah semacam ini.  Dulu juga kita pernah mengalami ...

Kesan Selama Berada di Rumah Sakit

Gambar
|Gunawan| Kami tiba di rumah sakit sekira pukul 20:12 WITA. Kemudian, langsung masuk di IGD. Terus, langsung mendaftar, mengurus permintaan ruangan, berdiskusi dengan dokter dan perawat, mengambil hasil lab di lantai tiga, bolak-balik ke sana kemari, dan melakukan berbagai hal lainnya.  Menurut saya, pelayanan yang diberikan oleh pihak atau petugas di rumah sakit ini cukup bagus, cepat, dan terukur. Juga sangat ramah terhadap para pengunjung rumah sakit.  Satu hal juga yang saya perhatikan adalah rumah sakit ini bersih sekali. Baik di dalam ruangan maupun di luar. Tidak ada terlihat sampah yang berserakan. Petugas kebersihannya tiga kali sehari menyapu dan mengepel lantai kamar pasien dan lorong-lorong rumah sakit. Toiletnya juga dibersihkan sampai bersih dan wangi, dua kali sehari: pagi dan sore. Dok. Pribadi: Pemandangan di salah satu sudut RSUD Kota Mataram Pokoknya, benar-benar bersih, rapi, wangi, dan nyaman. Tidak hanya saya yang mengatakan seperti ini. Para pengunjung y...