Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Selamat Berbahagia

Gambar
|Gunawan| Selamat berbahagia, untuk kamu yang selama ini mendambakan bahagia.  Untuk kamu yang pernah kesepian. Untuk kamu yang sudah lama berselimut luka.  Untuk kamu yang acap berteman duka.  Untuk kamu yang sering kali meneteskan air mata.  Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya di IG Selamat, kini kamu telah merdeka. Tak lagi merasa kesepian.  Tak lagi berselimut luka dan air mata duka.  Nikmatilah bahagia yang kini sedang menyapa. Tapi, ingat, segalanya akan berlalu, dan tak ada yang menetap selamanya.  Di balik duka, ada bahagia.  Di balik bahagia, ada duka.  Apa pun itu harus disyukuri, harus diterima dengan lapang dada. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 2/3

Sesama Jomlo Harus Saling Bela

Gambar
|Gunawan| Jemaah jomlo tiba-tiba berkumpul dalam satu tempat. Tidak ada janjian sebelumnya. Mungkin sudah menjadi takdir, sehingga mereka bisa berjumpa dalam satu frekuensi. Layaknya kaum yang sudah berkeluarga, jemaah jomlo juga punya bahan cerita. Meski (mungkin) ceritanya biasa saja, namun tetap saja mengandung makna. Tentu saja, ini menurut sesama kaum jomlo, kaum yang masih setia dengan bayangannya sendiri. Bagaimanapun juga, ketika sesama jomlo berkumpul, curhat perihal kehidupan pribadi tak bisa dihindarkan. Cerita patah hati atau putus cinta menjadi salah satu yang rupanya masih hangat dalam ingatan kaum jomlo. Tak jarang, bola matanya berbinar-binar ketika kisah patah hatinya diutarakan. Ada titik air di bola matanya. Dok. Pribadi: Suatu siang di bawah langit So Rora Jemaah jomlo yang (semoga saja) berbahagia. Mari kita simak dialog receh sesama kaum jomlo berikut ini. Semoga yang patah hati menemukan solusi. "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga," ucap Anas me...

Sajak untuk Diri Sendiri

Gambar
|Gunawan| Untuk diriku yang pura-pura kuat, yang sesungguhnya lemah tak berdaya.  Terima kasih, ya.  Tetaplah semangat menjalani hidup ini, lapangkan dada.  Kau pasti mampu melaluinya.  Kini dan nanti, kau hanya perlu melangkah sekuat tenaga, semampu yang kau bisa.  Percayalah, suatu saat nanti, kau akan kuat seperti yang kau damba.  Untuk diriku yang pura-pura bahagia, yang sesungguhnya penuh dengan luka.  Terima kasih, ya.  Selama ini kau sudah bersusah payah menuju bahagia.  Tetaplah berbagi bahagia dengan kata-kata, walau kau sendiri masih berselimut duka.  Kini dan nanti, kau hanya perlu melangkah sekuat tenaga, semampu yang kau bisa.  Percayalah, suatu saat nanti, bahagia akan datang menyapa.  Dok. Pribadi: Salah satu buku karya saya Untuk diriku yang pura-pura senyum ceria, yang sesungguhnya penuh dengan air mata.  Terima kasih, ya.  Kau sudah rela berpura-pura untuk orang-orang yang kau cinta.  Demi bahag...

Menulis Buku dari Bahan Sederhana

Gambar
|Gunawan| Setiap buku yang dibaca punya makna tersendiri. Entah buku jenis apa itu, bagi yang mau mengambil manfaat, selalu ada nilai yang bisa diambil di dalamnya.  Perihal menulis buku, sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja yang melek aksara. Tidak hanya dilakukan oleh orang yang memiliki beragam titel. Yang penting ia sudah mengenal aksara atau bisa membaca, menulis buku sangat mungkin bisa dilakukan oleh orang yang tak bergelar juga. Mungkin ada banyak yang beranggapan bahwa sebuah buku itu harus ilmiah dan kaya akan referensi. Padahal, jenis buku itu ada banyak macam. Dan, tak harus memuat daftar referensi juga. Buku yang berisi pengalaman pribadi adalah contoh buku yang tak harus memuat daftar referensi. Dok. Pribadi: Buku karya Pak Ngainun Naim Saya pernah membaca beberapa buku yang materi atau bahan tulisannya sederhana saja. Ada yang berisi seputar pribadinya. Ada yang berisi catatan perjalanan hidupnya atau pengalaman hariannya.  Menariknya lagi, buku-buku seje...