Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Untukmu yang Pernah Menemani Hari-hariku

Gambar
|Gunawan| Aku benci kamu yang mulai berjarak, padahal sebelumnya kamu berjanji akan selalu menemani dalam suka dan duka.  Aku benci kamu yang tiba-tiba pergi meninggalkanku tanpa alasan, padahal sebelumnya kamu berjanji akan setia sampai mati. Dok. Pribadi: Suatu malam di halaman RSUD Kota Mataram Aku benar-benar membencimu.  Aku benci karena awalnya kamu yang membuka hati dan membuatku jatuh cinta, lalu tiba-tiba kamu membuatku patah dan terluka.  Sungguh, aku benar-benar membencimu.  Wallahu a'lam RSUD Kota Mataram, 31/12

Ada Tom and Jerry di Kamar Rumah Sakit

Gambar
|Gunawan| Bagi yang pernah menonton serial kartun "Tom and Jerry", pasti sudah tahu bagaimana karakter dan kelakuan Tom dan Jerry. Ya, keduanya hampir nggak pernah akur. Selalu berantam dan saling kejar-kejaran. Dulu, saya suka menikmati sajian film seperti ini. Kadang nonton sendiri. Kadang juga nonton bersama orang lain. Di rumah sakit yang kami tempati sekarang ada juga cerita yang mirip dengan serial film "Tom and Jerry" tersebut. Sebuah cerita di kamar rumah sakit. Datang dari dua orang: adik-kakak. Mereka satu kamar dengan kami. Hanya dipisah oleh sebuah tirai saja. Mereka sudah lebih dari dua Minggu berada di rumah sakit ini. Kakaknya yang sakit. Dia menderita diabetes dan juga sesak napas. Sementara, sang adik menemani kakaknya yang sedang dirawat inap di rumah sakit yang dimaksud. Umur keduanya sudah tidak muda lagi. Usia keduanya di atas lima puluh tahun. Hanya saja, secara fisik, sang adik masih terlihat kuat. Sementara, kakaknya sudah beruban dan ta...

Selamat Tinggal, Kenangan

Gambar
|Gunawan| Hari ini adalah hari terakhir kita bersama.  Hari ini adalah hari terakhir kita bisa saling menyapa.  Sebab, kau akan melangkah pergi.  Sebab, kau akan meninggalkanku untuk selamanya.  Selama ini kau banyak hadirkan cerita. Terkadang kau hadir dengan penuh ceria.  Terkadang juga kau hadir dengan pura-pura bahagia.  Dok. Pribadi: Suasana di depan RSUD Kota Mataram suatu pagi Kini, tidak ada yang bisa menghalangimu untuk melangkah pergi.  Suka atau tidak suka, kau akan melangkah pergi.  Sebab, ini sudah menjadi bagian dari cerita yang memang harus kau lalui.  Atas segala cerita yang telah kau ukirkan, semoga tidak meninggalkan perih dan luka.  Atas segala kenangan yang pernah tercipta, terima kasih dan semoga tidak menimbulkan kecewa.  Wallahu a'lam.  RSUD Kota Mataram, 31/12

Menyambut Tahun Baru dengan Menulis Laporan

Gambar
|Gunawan| Sudah tiga malam kami berada di rumah sakit. Tak terasa. Selama itu ada banyak kisah atau cerita yang tercipta. Ada yang mengandung tawa. Ada juga yang meneteskan air mata.  Menurut saya, pelayanan rumah sakit ini relatif bagus. Cepat dan terukur. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien adalah tujuan utamanya.  Petugas di rumah sakit ini ada banyak. Semuanya menjalani tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.  Di samping petugas tetap, di rumah sakit ini juga ada beberapa mahasiswa yang sedang melakukan praktikum atau magang. Di antaranya ada dari STIKES YARSI. Mereka perawat. Saya tanya salah satu dari mereka, ternyata mereka sedang mengambil Profesi (Ners). Dan, menjalani praktikum di rumah sakit ini merupakan bagian dari tugas kuliah mereka.  Ada tiga orang yang sempat saya ajak berkenalan dan berbincang ringan. Satu di antaranya rupanya satu almamater dengan saya. Sama-sama pernah menempuh studi di SMAN 1 Kempo. Hanya saja, dia adik k...

Di Ujung Senja

Gambar
|Gunawan| Kini, di ujung senja, kamu berdiri seorang diri.  Mencoba menghadapi lautan masalah sendiri.  Yakinlah semuanya pasti bisa dilalui.  Apa pun yang terjadi, jalani sepenuh hati.  Jangan menyerah.  Tetaplah tersenyum ramah.  Aku tahu bahwa kamu itu tangguh. Semuanya akan baik-baik saja, sabar, dan tabah.  Dok. Pribadi: Suatu waktu di ujung senja Aku tahu kamu bisa.  Aku tahu kamu mampu melewati ini semua.  Kamu itu hebat.  Kamu itu kuat.  Suatu saat nanti, di ujung senja, ada banyak orang yang akan menanti hadirmu.  Kini, kamu harus bisa menyemangati dirimu sendiri.  Hapus segala luka dan kenangan pahit itu.  Hapus air mata yang membasahi pipi.  Wallahu a'lam.  RSUD Kota Mataram, 30/12

Dikira 20-an Tahun

Gambar
|Gunawan| Dia datang melangkahkan kakinya dengan lembut. Lirikan matanya sungguh aduhai. Senyuman manisnya masih terbayang nyata sampai kini.  Perjumpaan saya dengannya tidak termasuk dalam rencana saya. Karena saya dengan dia tidak punya hubungan apa-apa. Bukan teman. Apalagi lebih dari teman, sama sekali bukan.  Saya hanya penunggu atau penjaga pasien. Sementara, dia bertugas untuk merawat pasien yang saya jaga.  Saya perhatian, dia begitu profesional menjalankan tugasnya. Bekerja dengan hati. Melayani sepenuh hati. Kalau saya ada di posisinya, mungkin saya tak akan mampu seperti dia.  Tiba-tiba, dia menyapa saya. Menanyakan tentang ini dan itu.  "Mas, usianya berapa sekarang?" tanyanya penasaran.  "Cobak tebak berapa ayo!"  "Kalau dilihat dari raut wajahnya, Mas usianya kisaran 20-an tahun." Mendengar itu, saya senyum aja. "Terima kasih karena sudah menganggap saya jauh lebih muda, Mbak," kata saya sambil tersenyum ramah kepadanya.  Dok. Priba...

Ketika Luka Berbuah Air Mata

Gambar
|Gunawan| Dia yang dulu begitu kuat menahan luka, kini harus berlinang air mata.  Luka itu sudah tak mampu lagi ia tahan.  Ia begitu menderita.  Hingga akhirnya segalanya berubah. Sumber gambar: Pixabay.com Ia mulai putus asa.  Tak ada yang bisa ia percaya.  Baginya, semuanya hanya menambah luka dan derita.  Semuanya hanya bisa menumpahkan air mata.  Wallahu a'lam.  RSUD Kota Mataram, 29/12

Roni dan sang Nenek

Gambar
|Gunawan| Sebuah perkenalan singkat. Sama-sama bertugas menjaga pasien. Ia menemani neneknya yang sedang opname. Sementara, saya menemani salah satu keluarga besar saya.  Ketika ia duduk seorang diri dan sedang melihat layar HP, saya menghampirinya. Lebih tepatnya, saya ingin duduk di kursi kosong yang ada di sampingnya.  Saya menyapanya terlebih dahulu. Obrolan pun mengalir begitu saja. Saya menanyakan berbagai hal. Dari yang ringan hingga yang berat. Saya ingin menggali informasi darinya. Saat ia menjelaskan, saya menyimak dengan saksama.  Karena saya orangnya penasaran, pertanyaan demi pertanyaan pun saya lontarkan. Anak muda yang bernama Roni tersebut juga menjawab berbagai pertanyaan saya dengan senang hati dan gamblang.  Salah satu hal yang menarik dari obrolan tersebut tentang peran sertanya dalam merawat neneknya. Ternyata, ia begitu sayang kepada neneknya. Ia rela meninggalkan pekerjaannya untuk sementara waktu demi menemani sang nenek yang dirawat di rumah ...

Aku Masih di Sini

Gambar
|Gunawan| Aku masih di sini.  Berkawan sepi.  Berselimut angin sepoi.  Aku masih di sini.  Menelusuri jejak-jejak sunyi.  Mencari kepingan inspirasi.  Dok. Pribadi: Suasana alam Bumi Pajo Aku masih di sini.  Mengajak jemari tangan ini.  Melukis senja dalam bait-bait puisi.  Aku masih di sini.  Menikmati hari-hari sepenuh hati.  Kadang dicintai, kadang dibenci.  Aku masih di sini.  Sedang berusaha menerima segala yang terjadi.  Apa pun itu, dinikmati, disyukuri.  Aku masih di sini.  Wallahu a'lam Lereng Lareda, 27/12

Gara-gara Sirene Ambulans

Gambar
|Gunawan| Om Jovin namanya. Seorang sopir ambulans. Orangnya ramah dan murah senyum.  Sepanjang perjalanan, beliau sering bercerita. Katanya, agar nggak ngantuk. Agar perjalanan nggak terasa lelah.  Di tengah perjalanan kami singgah makan. Saya lupa apa nama rumah makannya. Untuk menu makanannya, lumayanlah. Paling tidak, perut kenyang.  Usai makan, perjalanan pun dilanjutkan. Saya tidur sejenak. Mengobati rasa kantuk.  Tiba-tiba seorang perawat yang mengantar kami, dan sang anak lelakinya tertawa. Saya penasaran. Rupanya ada hal yang lucu.  Sumber gambar: Pixabay Katanya, ada pengendara motor yang lari ke luar area jalan beraspal. Padahal, motornya dia pacu cepat. Tapi, karena mendengar suara sirene ambulans, dengan cepat ia memacu motornya ke luar jalan raya.  Entah karena dia takut atau kaget. Yang pasti, saat mendengar ketawa ibu perawat dan anaknya tersebut, tentu ada hal yang lucu. Om Jovin juga ikut tertawa. [] Wallahu a'lam.  RSUD Kota Mataram,...

Menerima Segala yang Terjadi

Gambar
|Gunawan| Sudah seharusnya kau menerima segala yang terjadi.  Termasuk segala luka yang pernah kau alami.  Bagaimanapun juga itu sudah terjadi.  Tak ada gunanya menyesali.  Dok. Pribadi: Novel 'Setitik Luka' Kini, kau harus bisa berdamai dengan dirimu sendiri.  Jalani hari-hari sepenuh hati.  Sebab hidup memang selalu mengandung dua sisi.  Jika bukan dicintai, ya dibenci. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 27/12

Bule dan Ngorok

Gambar
|Gunawan| Senang rasanya bisa sampai di Mataram dengan selamat. Meskipun memang perjalanannya begitu melelahkan.  Malam perdana di Mataram pun tiba. Saya begadang. Lagi dan lagi, entah mengapa mata ini susah sekali untuk diajak terpejam. Di saat orang lain nyenyak, saya hanya duduk dan mata masih terjaga dari tidur.  Tentu saja, saya tidak sendiri. Saya begadang bersama dengan beberapa orang. Di antaranya adalah dua orang bule. Cewek dan cowok. Keduanya sedang menemani temannya yang dirawat di rumah sakit. Sama seperti saya.  Ada kejadian unik bin lucu saat bermalam di rumah sakit ini. Yakni, suara ngorok orang yang tidur di luar ruangan. Ada dua orang yang ngorok. Lucunya lagi, mereka saling bersahutan. Sumber gambar: WowKeren.com Orang-orang yang mendengarnya ketawa. Saya suruh mereka merekam kejadian itu, tambah kencang ketawa mereka.  Suara ngoroknya lumayan berisik. Sampai si bule cewek pun sempat tutup kuping.  "Berisik sekali," kata bule cewek sembari men...

Setelah Sekian Purnama Berlalu

Gambar
|Gunawan| Setelah sekian purnama berlalu, akhirnya kita berjumpa kembali.  Aku senang bisa menyapamu lagi.  Aku perhatikan, kau sudah banyak berubah.  Tentang caramu bicara.  Perihal tingkah lakumu.  Tidak lagi seperti dahulu.  Sumber gambar: Kompas.com Kini, kau juga sudah bisa tersenyum ramah.  Beda dengan dulu yang hanya bisa marah.  Mungkin karena kau sudah menemukan seseorang yang bisa menuntunmu menjadi lebih baik dan terarah.  Sebab, berada di sampingmu bukanlah hal mudah.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 26/12

Kesetiaan Seorang Istri

Gambar
|Gunawan| Awalnya saya ragu menulis catatan yang satu ini. Bukan apa-apa. Saya sadar diri saja. Sebab, saya masih setia dengan bayangan sendiri. Takutnya salah menilai juga.  Tapi, setelah dipikir-pikir, nggak ada salahnya juga saya menuliskannya. Minimal sebagai catatan kenangan atas apa yang saya lihat dan saksikan di lingkungan sekitar.  Baiklah. Saya mulai saja. Mohon jangan di-bully, ya. Sebab, yang menulis ini adalah statusnya masih sendiri. Belum punya istri. Begini. Saya meyakini bahwa di balik kesuksesan seorang suami, ada peran serta seorang istri di dalamnya. Baik itu ikut terlibat secara langsung, memberikan semangat, hingga mendoakannya. Sungguh naif bila seorang suami mengenyampingkan peran serta istri dalam kesuksesannya. Tidak hanya tentang persoalan kesuksesan seorang suami. Ketika seorang suami mengalami sebuah masalah, sakit, misalnya, seorang istri juga akan turut menemaninya. Saya sering melihat langsung dan juga mendengar cerita tentang kesetiaan seorang ...

Air Mata Itu

Gambar
|Gunawan| Badan terasa lelah. Tadi malam saya kurang tidur. Saya tidur tidak lebih dari dua jam. Saya begadang di rumah paman. Mengaji di sana. Hari Jumat lalu anaknya meninggal dunia. Kebiasaan di kampung saya, kalau ada orang yang meninggal dunia, tujuh malam pertama harus diisi dengan pengajian atau tadarus Al-Quran.  Pagi ini saya harus ke rumah sakit umum Dompu. Saya ditugaskan untuk menemani salah satu anggota keluarga besar yang akan dirujuk di rumah sakit Mataram.  Setiba di RSUD Dompu, suasana begitu ramai. Ada banyak orang yang menjenguk. Sejenak suasana haru di rumah sakit. Ada yang tak sanggup menyembunyikan air matanya. Tidak sampai satu jam saya berada di rumah sakit ini. Hingga akhirnya jadwal keberangkatan kami pun tiba. Sekira pukul 10:38 WITA sopir menyalakan mobil ambulans. Kembali suasana tangis dan haru menyelimuti keberangkatan kami.  Sumber gambar: Kata-kata.web.id Saya kira ini adalah hal yang wajar. Dalam hidup memang selalu mengandung dua sisi. A...

Memilihmu Seutuhnya, Mencintaimu Sepenuh Hati

Gambar
|Gunawan| Aku telah memilihmu seutuhnya. Karena memang memperjuangkanmu tidak mudah.  Ada banyak rintangan yang harus kulewati.  Segalanya telah kulalui, hanya untuk memilikimu seorang, seutuhnya.  Aku mencintaimu dengan tulus dan sepenuh hati.  Tanpa ragu, tanpa malu.  Sebab aku tahu mencintai setengah hati itu tidak menyenangkan, bahkan cenderung melukai dan menyakitkan.  Dok. Pribadi: Buku hasil kolaborasi dengan dua pemuda hebat lagi inspiratif Sekarang kamu sudah tahu tentang isi hatiku. Semoga kau juga memilihku seutuhnya, dan mencintaiku sepenuh hati. Sebenarnya aku tidak pernah meragukanmu.  Sungguh, tidak ada dalam benakku.  Hanya saja, aku sudah tak sanggup lagi menerima luka-luka seperti dahulu.  Kuharap kau bisa mengerti maksud hatiku. Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 26/12

Jainuddin, Berorganisasi, Membaca, dan Menulis

Gambar
|Gunawan| Orangnya sederhana. Punya kepedulian kepada sama. Semangat belajarnya juga luar biasa dan patut diacungi jempol. Baru beberapa tahun ini saya mengenalnya. Karena saya lama di perantauan. Juga karena memang saya dengannya beda generasi. Meski begitu, saya senang dan bersyukur bisa mengenal anak muda yang berambut ikal ini. Jainuddin namanya. Seorang pemuda yang begitu bersemangat dalam berorganisasi. Sejak usia sekolah, jiwa organisasinya sudah mulai kelihatan. Ia bergabung dalam kepengurusan OSIS. Selain itu, bersama dengan beberapa temannya ia membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Generasi Muda Indonesia (GMI). Lelaki yang sedang melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Bima ini suka membaca. Membaca buku, salah satunya. Buku apa saja ia baca. Entah itu buku nonfiksi maupun buku fiksi. Saat menghadiri acara bincang buku suatu waktu, saya menghadiahinya sebuah buku tipis. Tebalnya hanya 60 halaman saja. Sebuah buku sederhana yang berjudul "Ca...

Perihal Mencintai dan Dicintai

Gambar
|Gunawan| Dicintai oleh seseorang yang kita cintai adalah hal yang membahagiakan.  Menikmati hari-hari bersamanya. Selalu menemani di kala suka dan duka.  Aku tahu itulah yang kau rasakan sekarang.  Kau sedang berada dalam fase bahagia.  Sebab kau sudah bersama dia, seseorang yang kau cintai. Dan dia juga begitu mencintaimu.  Dok. Pribadi: Pemandangan gunung Lareda dari arah barat Bersyukurlah.  Beruntunglah kau yang ada di sana saat ini.  Jangan kau lukai hatinya.  Sebab sulit menemukan orang yang seperti dia, yang mencintaimu apa adanya.  Wallahu a'lam.  So Kempo, 25/12

Tetaplah Menulis Walau Hal yang Sederhana

Gambar
|Gunawan| Saya sering kali katakan bahwa setiap tulisan pasti akan menemukan pembacanya tersendiri. Sebab, selera orang itu berbeda-beda. Boleh jadi juga tulisan kita tidak disukai oleh seseorang, namun disukai oleh seseorang yang lain. Jangan khawatir. Tetaplah menulis. Jangan takut untuk berkarya tulis. Menulislah semampu kita. Apa pun bentuk tulisan kita, nggak usah malu. Tetaplah percaya diri dengan tulisan sendiri.  Jika ingin mengungkapkan perasaan lewat tulisan, silakan ditulis saja. Jika itu bisa membuatmu nyaman, apa salahnya dibahasatuliskan. Jika itu bisa melegakanmu, mengapa harus peduli dengan kata-kata cemoohan dari orang-orang di sekitarmu? Tetaplah melangkah maju. Tetaplah menulis.  Buatlah ceritamu sendiri. Jangan menunggu orang lain yang akan menceritakan kisahmu. Kau harus terus berusaha mengajak jemari tanganmu untuk merangkai kata demi kata. Berkaryalah sebisamu.  Dok. Pribadi: Salah satu buku saya yang terbit pada tahun 2022 Nggak apa-apa menulis hal...

Kau Telah Pergi untuk Selamanya

Gambar
|Gunawan| Pada kenyataannya memang tidak ada yang benar-benar abadi.  Bila ada perjumpaan, maka akan ada perpisahan. Bila hari ini kita berkawan bahagia, boleh jadi esok harinya kita akan berteman duka.  Saat pertama kau hadir, sungguh senang dan bahagia sekali hati ini.  Menjalani hari-hari sepenuh hati.  Kau adalah pelipur laraku. Kau adalah penyemangatku.  Segala bentuk persoalan hidup menjadi mudah dikerjakan, karena ada kamu.  Kini, tak menyangka kau begitu cepat berlalu meninggalkanku.  Padahal, baru kemarin kau berucap bahwa semuanya akan baik-baik saja.  Bahwa semuanya akan kita lalui bersama, apa pun yang terjadi. Dok. Pribadi: Salah satu buku saya Dalam sekejap kau membuat semuanya berlinang air mata.  Tiba-tiba kau sirna ditelan bumi.  Tiba-tiba kau membuatku tak berdaya, berkawan duka.  Tidak ada lagi yang menemani.  Tidak ada lagi pelipur lara.  Tidak ada lagi yang berbagi cerita dan menghibur diri ini.  ...

Suara Azan di Tengah Malam

Gambar
|Gunawan| Saya biasanya tidur di atas jam sepuluh malam. Seringnya begitu. Hanya sesekali saya tidur di bawah jam sepuluh.  Di waktu begadang seperti ini, saya manfaat waktu untuk bekerja. Orang masa kini menyebutnya bekerja dari rumah (work from home). Saya mengedit naskah buku orang-orang dari berbagai daerah. Ya, biasa, namanya juga jadi editor lepas. Ada saja naskah tulisan atau buku orang yang saya edit. Di samping mengedit naskah semacam itu, saya juga manfaat waktu untuk menulis. Menulis catatan demi catatan. Menulis naskah buku: fiksi dan nonfiksi. Juga membaca artikel dan buku.  Terkadang juga di malam hari saya menonton lewat HP. Nonton/dengar lagu. Nonton film. Nonton komedi. Juga nonton berbagai berita terkini.  Suatu malam di saat sedang menulis, ada hal yang aneh. Saya mendengar suara azan. Saya bingung. Kok bisa ada suara orang yang azan di tengah malam, padahal belum tiba waktu salat lima waktu. Keras pula suaranya.  Lucunya lagi, suara azan itu sampa...

Meski Hanya Setitik

Gambar
|Gunawan| Kita dulu adalah sepasang insan yang tak henti-hentinya memuja dan memuji rindu.  Hingga tak ada ruang untuk kata benci. Cintalah yang selalu menyelimuti. Hanya ada senyum ceria.  Hanya ada bahagia.  Dok. Pribadi: Tulisan saya dalam buku "Cinta dan Air Mata" Rindu yang kita puja dan puji, kini hanyalah kenangan yang larut dan telah dibiarkan berlalu.  Perlahan, cinta berubah jadi benci.  Meski hanya setitik, luka itu memang telah menusuk hingga ke lubuk hati.  Kini, senyum ceria dan bahagia hanyalah sebatas kata, tak lagi menemani dalam nyata.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 21/12

Mefo

Gambar
|Gunawan| Cuaca pagi begitu adem. Angin sepoi-sepoi yang menghampiri menambah kesejukan pagi hari.  Saya, ipar, dan adik saya berencana menelusuri sungai. Lebih tepatnya, ingin mencari sayur-sayuran yang terdapat di sisi sungai. Sayuran paku/pakis, inilah yang akan kami cari.  Perjalanannya pun dimulai. Kami melewati jalan setapak dan hutan. Karena melewati hutan, tentu saja menambah kesejukan pagi.  Di kampung kami memang ada banyak jenis sayuran yang tumbuh liar. Tentu, ini adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi kami yang hidup di kampung dan di sekitar pegunungan.  Ya, untuk keperluan sayur-sayuran, boleh dibilang selalu terpenuhi setiap harinya. Yang penting ada keinginan untuk mencarinya dan bisa melangkahkan kaki, beberapa jenis sayur-sayuran bisa didapat.  Saat pergi memetik atau mengambil sayuran pakis di area sungai, saya melihat juga sayuran jenis lain. Sayur "mefo" salah satunya. Mohon maaf, saya tidak tahu apa bahasa Indonesia-nya. Namun, orang di k...

Merelakan Kepergianmu Sepenuh Hati

Gambar
|Gunawan| Bagaimanapun juga kau pernah mewarnai hari-hariku.  Menghiburku di kala gundah. Menemaniku di kala sunyi. Menyemangatiku di saat kubutuh kata-kata penyemangat.  Dok. Pribadi: Suatu waktu saat melewati jalan lintas Kilo-Soromandi Atas kepergianmu itu tidak sepantasnya aku menyalahkanmu.  Mungkin aku yang salah sepenuhnya.  Aku tak boleh egois.  Aku harus merelakan kepergianmu itu, sepenuh hati.  Mestinya begitu, melepaskanmu setulus hati.  Jika suatu saat nanti kau menyesal dan ingin kembali kepadaku, mohon maaf aku tak bisa.  Sebab, kau sudah kulepaskan dengan sepenuh hati dan setulus hati.  Dan kini, kau hanyalah sebuah kenangan yang tak lagi kuharapkan pulang kembali.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 21/12

Menulis Catatan Pengalaman

Gambar
|Gunawan| Setiap orang punya pengalaman. Entah itu pengalaman yang sederhana maupun yang begitu luar biasa. Dan, boleh jadi pengalaman itu bermanfaat buat orang lain. Suatu pengalaman akan bisa dirasakan manfaatnya bagi orang lain manakala kita membagikannya. Bagaimana caranya? Bisa dengan bercerita secara lisan atau bertutur kata. Bisa juga melalui tulisan. Perihal menulis catatan pengalaman, ini menarik. Sebab, tidak banyak orang yang mau menuliskan atau membuat catatan pengalaman hidupnya. Sebagian orang lebih suka bercerita secara lisan ketimbang bercerita lewat tulisan. Padahal, daya jangkauan sebuah tulisan itu jauh lebih luas. Apalagi di era media sosial kini, sebuah tulisan bisa begitu cepat tersebar luas dan dibaca oleh orang lain. Saya senang membaca catatan pengalaman orang lain. Dari bacaan itu, ada saja sesuatu yang bisa didapat. Minimal, dari situ saya juga mulai tergerak untuk menuliskan catatan pengalaman saya sendiri juga. Ya, akhir-akhir ini saya juga sedang bela...

Meski Hanya Sekali Aku Berjumpa Langsung denganmu

Gambar
|Gunawan| Aku tak tahu kapan perasaan ini mulai ada.  Yang jelas setiap kali melihatmu, detak jantungku kian berdebar, tak seperti biasanya.  Senyum tipis itu menari-nari dalam pikiranku.  Terbayang nyata wajah lugumu.  Aku tak tahu kapan perasaan ini mulai menyapa. Yang jelas diam-diam aku menatap wajahmu.  Meski kau tak tahu.  Meski mungkin juga kau tak mau tahu.  Dok. Pribadi: Suatu malam Aku tahu ini tak mudah.  Terlebih kita tak begitu saling mengenal.  Hanya sekali aku berjumpa langsung denganmu. Itu pun hanya sebentar aku menatap wajahmu saat itu.  Namun, di awal jumpa itu, entah mengapa hati ini begitu senang melihatmu.  Ada kesejukan yang tampak dari raut wajahmu.  Terima kasih karena sudah membiarkanku mencuri menatap wajahmu saat itu.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 19/12

Tidak Lagi Seperti Dulu

Gambar
|Gunawan| Saya mendapatkan sebuah undangan. Saya diminta untuk menjadi pembicara atau pemantik dalam sebuah acara diskusi yang diadakan oleh sebuah organisasi tertentu.  Saya senang sekali. Lalu, saya penuhi undangan itu. Saya hadir lebih awal. Bahkan, jauh lebih awal. Saat saya tiba di tempat acara, belum ada seorang pun yang hadir. Belum ada panitia penyelenggara. Juga belum ada peserta diskusi.  Maklum, saya tiba di lokasi acara kegiatan sekira empat puluh lima menit sebelum acara berlangsung. Mungkin wajar bila belum ada satu orang pun yang muncul. Karena memang waktu dimulainya masih lama. Saya berusaha berpikir positif saja. Mungkin mereka akan hadir tepat seperti pada waktu yang tertera di undangan atau di rundown acara.  Waktu terus berputar. Saya terus menunggu. Menunggu dan terus menunggu. Hingga akhirnya, waktu yang dijadwalkan pun tiba. Lagi dan lagi, belum ada satu orang pun yang hadir. Namun, saya tetap sabar dan setia menunggu.  "Jangan-jangan saya sal...

Kau Pernah Membuatku Patah

Gambar
|Gunawan| Kau pernah membuatku patah.  Hingga remuk seisi hati.  Sesak di dada sungguh terasa.  Jiwa dan raga lemah tak berdaya.  Kau pernah membuatku patah.  Hingga tak bisa berkata apa-apa.  Yang tersisa hanya puing-puing kenangan.  Yang tertinggal hanya cerita tanpa makna.   Dok. Pribadi: Suatu waktu di bawah langit Madapedo Kau pernah membuatku patah.  Rusak sudah segala yang pernah ada.  Setelah sekian lama, luka itu akhirnya datang juga.  Melenyapkan segala yang pernah kusebut bahagia.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 18/12

Bila Ingin Punya Karya Tulis Sendiri

Gambar
|Gunawan| Sampai sekarang saya masih terus berupaya untuk belajar menulis. Masih terus merangkai kata sedikit demi sedikit. Masih terus meramu rasa hingga berwujud cerita. Masih terus belajar mengabadikan diri dalam lautan aksara.  Sampai sekarang juga saya masih terus berproses. Masih terus mengembangkan diri. Belajar dari siapa saja. Berguru kepada siapa saja. Entah itu di dunia nyata maupun di ranah maya.  Tidak boleh berhenti berproses. Tidak boleh berhenti untuk belajar. Sebab, menulis pada hakikatnya adalah belajar. Belajar menuangkan ide dan gagasan dalam wujud aksara dan frasa. Belajar merangkai peristiwa menjadi cerita demi cerita. Belajar mengungkapkan perasaan lewat untaian kata. Ide dan gagasan akan berubah menjadi sebuah tulisan jika ditulis. Cerita demi cerita yang pernah dilalui bisa dibaca oleh orang lain manakala telah ditulis. Ungkapan perasaan seseorang akan berwujud kata dan kalimat bilamana ditulis.  Dok. Pribadi: Salah satu buku karya saya Jangan per...

Kepada yang Masih Setia Menemani

Gambar
|Gunawan| Kepada yang masih setia menemani.  Terima kasih karena sudah mau menjalani hidup bersama. Terima kasih karena sudah menjadi penyejuk hati. Terima kasih karena sudah menjadi penyemangat diri.  Terima kasih karena sudah mau menikmati susah senang bersama.  Terima kasih karena sudah mau menerima segala kekurangan yang ada.  Terima kasih karena sudah mau melangkah bersama, menjalani hari-hari dengan penuh warna dan irama.  Dok. Pribadi: Suatu malam di Masjid Terapung Kota Bima Kepada yang masih setia menemani.  Terima kasih atas semua ini.  Semoga masih terus bisa seperti ini, apa pun yang terjadi, selalu setia menemani. Sampai nanti, sampai mati.  Wallahu a'lam.  Lereng Lareda, 18/12

Kaum Bapak-bapak vs Kaum Emak-emak

Gambar
|Gunawan| Usai sudah perhelatan Piala Dunia 2022. Pertandingan demi pertandingan penuh perjuangan. Semua tim mengeluarkan kekuatannya masing-masing. Kejutan demi kejutan pun terjadi. Ada yang tertawa bahagia. Ada pula yang menangis lagi berselimut luka.  Sejak malam pembukaan dan laga pembuka antara Qatar melawan Ekuador, saya ikut nonton. Memang, tidak semua pertandingan saya saksikan. Alias, ada beberapa pertandingan yang saya lewatkan.  Beberapa pertandingan saya saksikan lewat layar HP. Beberapa pertandingan yang lain saya saksikan di media televisi dan nonton bareng di layar lebar.  Seperti jamak diketahui, dunia sepak bola rupanya menjadi milik kaum bapak-bapak. Terutama, di kampung tempat saya tinggal. Bagaimana tidak? Di tempat nonton tidak pernah saya melihat kaum emak-emak yang ikut menonton. Beda halnya ketika Eby Bima tampil di DA5. Untuk acara ini, kaum emak-emak nyaris tak pernah ketinggalan. Sementara, kaum bapak-bapak hanya beberapa orang saja yang suka. K...

Akhirnya Nikah Juga

Gambar
|Gunawan| Saya menyempatkan diri untuk menonton laga final FIFA World Cup antara Argentina melawan Prancis. Meskipun ngatuk, saya tetap usahakan untuk ikut nonton bareng. Apalagi ini adalah pertandingan terakhir untuk piala dunia tahun ini. Sayang rasanya bila dilewatkan. Kendati tim kesayangan saya (Spanyol) telah tersingkir di babak enam belas besar.  Suasana malam ini begitu ramai. Beruntung juga tidak turun hujan. Seandainya hujan turun, saya yakin tetap banyak orang yang akan menyaksikan laga pamungkas malam ini. Ya, namanya juga partai final. Bagi yang tidak hobi sepak bola, mungkin tak akan ikut menonton. Tapi, bagi pencinta dunia sepak bola, rasanya sayang jika laga final piala dunia tidak disaksikan.  Pertandingan kedua kesebelasan cukup seru. Meskipun dua gol awal dicetak oleh kesebelasan Argentina, namun lewat kaki Mbappe di menit ke-79 dan ke-81, Prancis berhasil membalasnya dan skor menjadi imbang. Permainan semakin sengit, hingga akhirnya skor berubah menjadi 3-3...

Berburu Sertifikat

Gambar
|Gunawan| Salah satu yang saya sukai ketika berada di Makassar dulu adalah ikut belajar di berbagai forum dan/atau ruang diskusi. Belajar dan menimba berbagai kepingan pengetahuan dari orang-orang yang berbeda. Kadang sebagai peserta kegiatan. Kadang sebagai narasumber. Kadang juga sebagai juri di beberapa kegiatan lomba atau olimpiade.  Di samping mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan menyapa orang-orang baru, biasanya selalu ada bonus yang diperoleh. Salah satu bonus yang didapat adalah sertifikat.  Entah mengapa, ketika melihat sertifikat itu, ada semangat tersendiri yang timbul dalam diri. Akibatnya, ingin terus berburu sertifikat. Lantas, apa yang saya lakukan untuk mendapatkan sertifikat itu? Ya, tentu mencari informasi terkait diskusi, workshop, seminar, atau apa pun yang bisa mendatangkan sertifikat. Entah itu kegiatan lokal, nasional, maupun internasional. Jika kegiatan atau acaranya gratis, itu jauh lebih baik lagi. Hitung-hitung hemat biaya. Maklum, anak kos-kosa...

Bila Nanti Kita Bersama

Gambar
|Gunawan| Bila nanti kita ditakdirkan bersama, jangan biarkan aku jauh darimu, aku tak sanggup. Sebab di tatapan mataku hanya ada kamu.  Dan di hatiku hanya terukir namamu.  Bila nanti kita bersama, kita harus melalui semuanya bersama. Bahagia bersama. Susah bersama.  Dok. Pribadi: Suasana alam Bumi Pajo Bila nanti kita bersama. Aku terima kamu apa adanya. Kamu juga harus bisa menerima aku apa adanya. Bila nanti kita bersama.  Semoga saja bukan sekadar angan. Semoga saja menjadi nyata.  Wallahu a'lam Lereng Lareda, 16/12