Sandal Kaum Jomlo

|Gunawan|

Saya baru saja menunaikan salat berjemaah. Saat keluar dari masjid, saya lihat sandal saya sudah hilang. Tak lagi di tempat yang saya simpan semula. Sudah beberapa kali juga mencarinya di sekitar situ, tak jua saya menemukan wujudnya. 

Ya, sudah, mau bagaimana lagi. Saya terpaksa harus pulang dengan tanpa beralaskan sandal walau hanya sebelah. Saya hanya pulang dengan kaki kosong. 

Ini bukan kali pertama saya kehilangan sandal. Sudah berkali-kali. Belum lama beli, langsung raib dan tak lagi ada rimbanya. Yang lucu lagi unik, hilangnya sering kali di rumah ibadah, di masjid. 

Dok. Pribadi: Sandal saya

Entah apa gerangan penyebabnya. Saya tidak tahu. Yang jelas, saya acap kali kehilangan sandal di masjid. 

Padahal, kalau saya perhatikan, sandal saya tidak terlalu bagus. Biasa saja. Harganya juga relatif terjangkau. Ya, kalau tidak terjangkau tidak mungkin saya beli. 

Atau, mungkin karena orang tahu kalau yang punya sandal itu masih jomlo. Padahal, di sandal tersebut, seingat saya tidak ada tertulis status jomlo. Hanya tertulis merek atau nama dari sandal itu saja. 

Sungguh malang memang nasib kaum jomlo. Bukan hanya diri pribadi yang kena bully-an dari orang-orang di sekitar atau dari kaum yang sudah berkeluarga. Namun juga, sandalnya selalu jadi korban. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 15/2

Komentar