Belajar Menulis dari Pengalaman Penulis Lain
|Gunawan|
Setiap buku yang dibaca tidak ada yang sia-sia. Ada saja nilai guna atau manfaat yang bisa diambil dari bacaan itu. Mungkin tidak langsung dirasakan sekarang manfaatnya, tapi suatu saat nanti.
Saya dulu adalah salah satu orang yang tidak terlalu suka membaca (buku). Namun entah mengapa, karena terus dipaksa, akhirnya menjadi suka juga. Lama-lama, menjadi salah satu kebiasaan.
Saya membaca buku apa saja yang bisa dibaca. Baik buku terbitan lama maupun yang edisi terbaru. Dan, cara membaca saya adalah "nyicil" atau sedikit demi sedikit. Dulu, orientasi saya ketika membaca buku adalah khatam. Sekarang, orientasinya adalah paham. Ya, setiap buku yang saya baca, saya akan berusaha untuk memahaminya apa yang terkandung di dalamnya.
Salah satu buku yang biasa saya baca adalah buku yang berisi tentang proses perjalanan atau pengalaman menulis seseorang. Bagi saya yang terus berupaya belajar menulis sedikit demi sedikit, membaca buku seperti ini amat sangat bermanfaat. Ibaratnya, ada energi tersendiri yang terkandung di dalam buku seperti itu.
Tidak hanya itu. Tak jarang juga saya mencoba meniru kebiasaan mereka. Belajar menulis dari pengalaman mereka. Bagaimana semangatnya, cara mereka memotivasi diri sendiri, dan strategi atau model yang diterapkannya dalam menulis.
Ya, inilah salah satu cara saya belajar menulis. Yakni, belajar menulis dari pengalaman penulis lain. Membaca buku-buku mereka, menelaahnya, dan kemudian mencoba menyerap manfaat dari apa yang dibaca tersebut.
Meskipun terkadang pengalaman menulis orang lain kelihatannya sederhana, namun sangat besar manfaatnya. Dan, itu bisa ditiru dan diterapkan dalam aktivitas menulis kita. Pokoknya, tidak rugi.
| Dok. Pribadi: Buku Karya yang ke-52 |
Contoh, ada penulis yang suka menulis catatan perjalanannya. Ketika bepergian ke mana saja, sering kali diabadikannya dalam bentuk tulisan, bahkan menjadi buku terbit. Nah, menulis catatan perjalanan (dan membukukannya) seperti yang dilakukan oleh penulis tersebut bisa ditiru. Daripada sekadar membawa pulang cerita lisan dan foto, tidak ada salahnya juga kita ceritakan atau abadikan dalam wujud tulisan hingga buku.
Bagi Anda yang sedang belajar menulis atau penulis pemula, saya sarankan untuk membaca buku-buku yang berisi rekam jejak atau proses kreatif penulis lain juga. Baca bukunya, pelajari dan pahami bagaimana proses kreatif menulis mereka. Lalu, coba terapkan cara mereka tersebut dan menulislah.
Memang, tidak semuanya cocok dengan kita. Tapi, apa salahnya Anda coba? Terkadang, butuh waktu lama juga baru bisa menerapkan cara yang mereka lakukan. Dan, suatu saat nanti, Anda juga akan mempunyai pengalaman menulis sendiri juga.
Sekali lagi, bagi Anda yang sedang berusaha mewujudkan mimpi memiliki buku karya sendiri dan terus berupaya belajar menulis, belajar menulis dari pengalaman menulis orang lain adalah salah satu strategi atau langkah yang bisa dicoba. Baca dan pelajari bagaimana pengalaman mereka. Jangan malas membaca. Baik itu membaca bukunya maupun catatan atau tulisan mereka yang tersebar di berbagai platform media sosial. Dan yang terpenting, teruslah menulis. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 8/11
Komentar
Posting Komentar