Buku Baru, Semangat Baru

|Gunawan|

Salah satu hal yang membahagiakan bagi seorang penulis seperti saya adalah ketika buku terbit. Ketika buku lahir dan sampai di tangan saya serta di tangan para pembaca. Sungguh senang rasanya. 

Tentu saja, ini bukanlah akhir dari sebuah cerita. Ketika buku terbit, tidak lantas membuat diri ini berhenti berkarya. Bagi saya, terbitnya buku baru menjadi pemicu untuk menghasilkan karya-karya yang lain. Lahirnya sebuah buku saya jadikan sebagai penyemangat untuk terus melahirkan buku-buku lagi di kemudian hari. 

Dok. Pribadi: Buku Karya yang ke-51

Meskipun mungkin hanya buku sederhana, tapi saya tetap senang dan bahagia melihatnya. Sebab, saya tahu dan paham, tidak mudah menghasilkan karya tulis yang bernama buku. Karena mengingat prosesnya yang tidak sebentar dan bahkan penuh liku, mengapresiasi atau menghargai karya sendiri adalah hal yang wajar bagi saya. 

Dulu, senangnya bukan main ketika buku solo pertama saya berhasil diterbitkan. Apalagi ketika dibeli dan dibaca oleh orang-orang dari berbagai daerah dan pulau. Berkat buku itu saya semakin bersemangat untuk melahirkan karya selanjutnya. 

Buku itu juga yang mendorong saya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan diri. Saya kemudian memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman, mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. Saya mencoba belajar menulis di luar bidang keilmuan saya. Saya juga mulai mengikuti berbagai even dan lomba menulis tingkat nasional. Ada yang lolos dan diterbitkan menjadi buku antologi. Ada juga yang gagal dan tidak jadi diterbitkan menjadi buku bersama penulis lainnya. 

Jangankan lahirnya buku solo, terbitnya buku karya bersama pun saya senang dan bersyukur sekali. Dan, setiap buku yang lahir itu--baik buku solo maupun karya antologi--selalu menghadirkan spirit atau semangat baru kepada saya untuk kemudian mampu menulis dan melahirkan karya-karya yang lainnya lagi. 

Buat Anda yang sudah berhasil menulis dan menerbitkan buku pertama, saya ucapkan selamat. Dan, berbahagialah. Namun, jangan berhenti sampai di karya perdana. Jadikan buku tersebut untuk memicu Anda agar terus berkarya dan menelurkan buku-buku yang lainnya lagi di kemudian hari. Ya, teruslah menulis dan menerbitkan buku demi buku. Sekali lagi, jadikan setiap buku baru yang lahir sebagai penyemangat Anda untuk terus menulis dan berbagi lewat tulisan. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 12/11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal