Bumi Pajo, Musim Hujan, dan Dingin

|Gunawan|

Bumi Pajo merupakan salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Letaknya berada di bagian paling barat Kecamatan Donggo. Berada dekat dengan wilayah Kabupaten Dompu. Juga posisinya berada di dataran tinggi. 

Boleh dibilang Desa Bumi Pajo merupakan salah satu desa yang subur di Kabupaten Bima. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Karena wilayahnya yang relatif subur, para petani di sini tidak hanya bertani di ladang atau di sawah. Sebagiannya juga ada yang memiliki kebun. 

Dok. Pribadi: Air terjun mini di sekitar kebun kami

Isi kebun masyarakat Bumi Pajo ada beragam. Ada durian, rambutan, alpukat, kelapa, cengkeh, kopi, cabai, porang, kunyit, temulawak, jahe, dan berbagai jenis rempah-rempah lainnya. Ada pula yang kebunnya berisi tanaman kayu jati, kayu "bango". Pada intinya, isi kebun-kebun masyarakat di desa ini ada banyak macam. 

Dok. Pribadi: Pemandangan alam Bumi Pajo

Di kampung ini, bisa juga dipakai untuk berekreasi. Ada beberapa tempat atau spot yang bisa digunakan untuk bertamasya atau sekadar melepas penat tatkala gundah dan terluka. Bagi orang kota yang ingin menikmati hari libur bersama keluarga atau rekan-rekannya, misalnya, Desa Bumi Pajo bisa menjadi salah satu pilihan. Pemandangan alam di sini bisa menjadi pengobat rindu Anda kepada sang kekasih, mungkin.

Dok. Pribadi: Salah satu pohon cengkeh di Bumi Pajo

Apalagi, di saat musim durian matang, saya sarankan kepada Anda untuk berkunjung ke Bumi Pajo. Bawa uang sebanyak-banyaknya. Nikmati buah durian yang matang di sini. Duriannya gurih, enak, dan lezat. Sebab, duriannya langsung jatuh sendiri dari pohonnya ketika sudah matang. Jadi, dijamin akan memanjakan lidah dan perut Anda. Penasaran? Datang saja tatkala musim durian matang tiba. 

Dok. Pribadi: Beberapa pohon durian di Bumi Pajo

Seperti biasa, karena masyarakat Bumi Pajo mayoritasnya petani, maka di saat musim hujan, mereka bercocok tanam. Ada yang pergi ke ladang, ke sawah, dan juga ke kebun. Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat di sini hanya mengandalkan jagung sebagai tanaman utamanya. Dulu, waktu saya masih kecil sampai usia SMA, masyarakat di sini masih setia dengan tanaman kedelai dan padi. 

Dok. Pribadi: Air terjun 'Tirai Lumut' Bumi Pajo

Berbicara masalah musim hujan, tentu saja identik dengan dingin. Apalagi Bumi Pajo yang letaknya berada di dataran tinggi. Posisinya berada di antara gunung-gunung. Hal demikianlah yang membuat udara Desa Bumi Pajo dingin. Bagi Anda yang ingin datang atau baru pertama kali datang di desa ini, apalagi di musim hujan, saya sarankan untuk memakai jaket atau sejenisnya. Sebab, di sini dinginnya sampai ke ulu hati.

Anda juga tidak perlu takut kehabisan air untuk diminum di sini. Di kampung sini, ada banyak stok air minum yang tersedia. Langsung dari mata air pegunungan pula. Jadi, rasa airnya segar dan dingin. Dinginnya mirip kayak es batu. Airnya juga sangat bagus buat membersihkan badan atau mandi. Yang penting Anda kuat menahan dinginnya, Anda bisa mandi sepuasnya di sini. 

O, ya, usai menunaikan salat Subuh, saat saya menulis catatan receh ini pakai HP, suasana di sini dingin sekali. Sudah tentu saya mengenakan jaket dan selimut. Pas tadi saat berangkat dan pulang salat Subuh di masjid, dinginnya juga minta ampun. Saya tak tahan. Nasib memang kaum jomlo seperti saya, kalau dingin kayak begini hanya bisa mengenakan jaket dan selimut. Kalau bagi yang sudah memiliki pasangan sah, ketika dingin menyerang tiba-tiba, mungkin lain lagi ceritanya. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 15/11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal