Di Balik Jendela
Hembusan angin menyapa diri yang tak berdaya.
Rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi, menemaniku yang sedang termenung seorang diri.
Di balik jendela, kupandangi semesta.
Bayang-bayangmu masih menari-nari di kepalaku.
Ingatan-ingatan tentangmu seolah tak mau pergi.
Padahal sejak saat itu, aku sudah berusaha untuk menghapus segala kenangan tentangmu.
Di balik jendela, bayanganmu masih terus tersenyum menyapaku.
Tiap saat.
Tiap waktu.
Dan tak pernah mau pergi.
Lereng Lareda, 26/11

Komentar
Posting Komentar