Kereta Dorong
|Gunawan|
Sabtu, 19 November 2022, tadi di So Rora cuacanya relatif cerah. Dari pagi sampai sekitar pukul 15:15 WITA tidak ada hujan yang datang menyapa. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang selalu turun hujan.
Tadi, kami menanam jagung. Untuk keperluan menanam, saya dan seorang teman pakai kereta dorong. Ada dua kereta dorong. Kami pegang masing-masing satu.
![]() |
| Dok. Pribadi: Saya sedang menanam jagung di So Rora pakai kereta dorong |
Suatu kesyukuran karena tidak ada rintik-rintik hujan. Sehingga, tidak ada hambatan yang begitu berarti saat menanam jagung. Hanya saja, karena tanah terlalu basah akibat hujan kemarin, proses tanamnya agak sedikit lambat. Waktu banyak dihabiskan untuk membersihkan tanah yang melengket di gigi kereta dorong tersebut.
Tapi, menjelang siang, ketika matahari mulai menampakkan senyumannya, tanah pun tidak terlalu basah. Proses tanam jagung pakai kereta dorong pun mulai mulus. Tidak terlalu sering membersihkan tanah yang melengket di gigi keretanya. Begitu sampai semua lahan selesai ditanam. Alhamdulillah.
Menanam jagung pakai kereta dorong begini, jika tidak salah ingat, sudah empat tahun kami gunakan. Cukup membantu memang. Tidak banyak uang yang dipakai untuk menggaji orang lain (karyawan).
Dulu, sebelum adanya kereta dorong, puluhan orang yang digaji untuk proses menanam saja--ini hanya untuk satu lahan. Namun, ketika kereta dorong ada, cukup pakai kereta dorong saja. Kalau ada orang lain yang digaji, paling satu dua orang saja.
Lebih enteng lagi kalau punya kereta dorong sendiri. Nyaris tidak ada uang yang keluar untuk bayar orang. Karena bisa langsung ditanam sendiri. Hemat biaya, begitu.
Hanya saja, tidak semua lahan bisa menggunakan kereta dorong untuk keperluan menanam jagung. Biasanya, tanah yang minim batu atau kerikil. Juga yang posisinya tidak terlalu miring. Untuk tanah sejenis sawah sangat bagus menggunakan kereta dorong.
Kereta dorong semacam ini bisa juga dipakai untuk menanam padi. Dua tahun yang lalu, saat menanam padi, kami juga menggunakan kereta dorong. Hemat biaya pula.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 19/11

Komentar
Posting Komentar