Ketika Ide Menyapa

|Gunawan|

Ada banyak hal yang bisa dijadikan tulisan. Tidak harus yang mewah lagi ribet. Hal-hal sederhana yang terjadi dalam keseharian bisa juga diubah menjadi tulisan demi tulisan. 

Ya, ide tulisan itu bisa berada di mana saja. Ada dalam diri kita dan juga di luar diri kita. Tinggal bagaimana kita menemukan ide itu dan kemudian mengemasnya menjadi tulisan. 

Dok. Pribadi: Beberapa buku karya saya

Saya sendiri, ketika ide menyapa atau menemukan ide tulisan, biasanya saya 'menyimpan'-nya di kepala. Adakalanya saya catat di HP. Dan jika memungkinkan, saya biasanya langsung mengolahnya menjadi tulisan utuh lewat HP juga. 

Jika belum sempat diolah menjadi tulisan utuh pada saat itu, saya hanya mencatatnya dulu garis besarnya ide itu apa. Kadang hanya satu dua kata saja. Untuk mengembangkannya menjadi tulisan utuh, bisa besok, lusa, dan seterusnya. Namun, lebih cepat lebih baik, mumpung masih segar di ingatan. Sebab, kalau kelamaan menyimpannya, kadang lupa juga apa yang mau ditulis dan dikembangkan nanti. 

Bagaimana kalau dalam waktu bersamaan ada lebih dari satu ide tulisan yang datang menyapa? Sama saja. Jika tidak disimpan di kepala, biasanya saya catat dulu. Lalu, satu per satu ide-ide itu saya olah lagi menjadi tulisan utuh. 

Bagi Anda yang ingin punya tulisan atau buku sendiri, segera temukan ide tulisannya. Jika ide sudah ketemu, catat. Lalu, segera kembangkan menjadi tulisan dan juga buku. 

Mulai saja menulis walau mungkin idenya sangat sederhana. Jangan ragu. Sebuah tulisan atau buku itu berangkat dari satu huruf, satu kata, dan seterusnya. Ada ide, segera catat dan kembangkan menjadi tulisan utuh atau buku. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 17/11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal