Kopi tanpa Gula
|Gunawan|
Di rumah, Papa dan Mama sudah terbiasa minum kopi. Setiap hari begitu. Waktu minumnya adalah di pagi dan sore hari.
Keduanya tidak bisa lepas dari kopi. Juga harus diminum pada dua waktu tersebut. Jika tidak atau lupa minum sekali saja, biasanya kepalanya akan terasa sakit. Begitu efek sampingnya kata beliau berdua.
| Dok. Pribadi: Papa dan Mama sedang duduk santai di rumah |
Soal minum kopi, antara Papa dan Mama ada sedikit berbeda. Kalau Papa, seperti umumnya orang minum kopi, kopinya harus pakai gula. Ada rasa manisnya, begitu.
Lain halnya dengan Mama. Kalau Mama murni kopi. Tidak dicampur dengan gula. Ya, hanya kopi saja, tanpa ada gula walau sebutir.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pahitnya rasa kopi yang diminum oleh Mama saya. Mungkin jauh lebih pahit ketimbang ditinggal oleh seseorang saat lagi sayang-sayangnya.
Minum kopi--tanpa gula--ala Mama ini sangat luar biasa. Beliau sangat menikmatinya. Saat minum kopi tersebut, raut wajahnya biasa saja. Sama halnya dengan Papa yang minum kopi ditambah gula.
Pernah suatu ketika beliau salah minum kopi. Maksudnya, beliau minum kopi Papa yang ada gulanya. Sebaliknya, Papa juga minum kopi tanpa gula milik Mama. Ya, keduanya auto sembur. Langsung tukar gelas kopi. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 16/11
Komentar
Posting Komentar