Lupa
|Gunawan|
Air mata Baba masih terus membasahi kedua pipinya. Ia masih belum bisa menerima sepenuh hati atas apa yang telah terjadi. Kesedihannya yang berlarut-larut itu membuat teman-temannya terus bertanya. Sebab, ia tak pernah sesedih ini sebelumnya.
Tidak ada yang mampu membuat Baba tersenyum kembali. Usaha teman-teman untuk menenangkannya tak membuahkan hasil. Hujan air mata masih saja membasahi pipi Baba.
"Nak, 'kan kamu sendiri yang menyembelih ayam jantan kesayanganmu kemarin. Kamu juga yang menikmatinya dengan lahap," ucap Ibunya Baba. Rupanya, Baba lupa kalau ayam kesayangannya sudah dia sembelih. Dia kira ayamnya dicuri oleh orang. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 2/11

Komentar
Posting Komentar