Sederhana, tapi Bermakna

|Gunawan|

Salah satu hal yang saya sukai adalah melakukan jelajah hutan seorang diri. Nyaman saja dirasa. Sebab, jauh dari kebisingan. 

Pagi tadi, saya memilih untuk melihat alam sekitar. Jelajah hutan. Hanya ditemani oleh sebilah parang saja. Nyaris tiga jam saya menikmati suasana di hutan seorang diri. 

Dok. Pribadi: Potret hutan yang saya kunjungi

Sejak kecil, saya memang sudah menyukai suasana hutan. Dulu, bersama teman-teman (kadang juga sendiri) acap kali berkunjung ke hutan. Untuk keperluan mencari burung. Seringnya adalah mencari kayu bakar. 

Ketika sedang seorang diri di hutan, suara burung dan sekawanan monyet selalu menyertai. Lucu saja tatkala melihat segerombolan monyet yang saling berebut makanan. Keberadaan hewan tersebut membuat saya senang. Apalagi, ketika mendengar kicauan burung yang saling bersahutan, merdu sekali. Menyendiri, tapi tidak merasa sendiri.

Jelajah hutan mungkin kelihatannya sederhana. Tapi, bagi saya, tak sedikit pelajaran yang bisa diambil. Ada inspirasi tersendiri. Ada hikmah kehidupan dari jelajah hutan seorang diri. Sederhana, tapi bermakna. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 16/11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal