Ada Tom and Jerry di Kamar Rumah Sakit

|Gunawan|

Bagi yang pernah menonton serial kartun "Tom and Jerry", pasti sudah tahu bagaimana karakter dan kelakuan Tom dan Jerry. Ya, keduanya hampir nggak pernah akur. Selalu berantam dan saling kejar-kejaran.

Dulu, saya suka menikmati sajian film seperti ini. Kadang nonton sendiri. Kadang juga nonton bersama orang lain.

Di rumah sakit yang kami tempati sekarang ada juga cerita yang mirip dengan serial film "Tom and Jerry" tersebut. Sebuah cerita di kamar rumah sakit. Datang dari dua orang: adik-kakak. Mereka satu kamar dengan kami. Hanya dipisah oleh sebuah tirai saja.

Mereka sudah lebih dari dua Minggu berada di rumah sakit ini. Kakaknya yang sakit. Dia menderita diabetes dan juga sesak napas. Sementara, sang adik menemani kakaknya yang sedang dirawat inap di rumah sakit yang dimaksud.

Umur keduanya sudah tidak muda lagi. Usia keduanya di atas lima puluh tahun. Hanya saja, secara fisik, sang adik masih terlihat kuat. Sementara, kakaknya sudah beruban dan tak begitu kuat.

Sebut saja namanya Pak Syarifudin dan Pak Hasanudin. Dari cerita sang adik, Pak Syarifudin, ternyata hanya dia seorang yang menemani kakaknya tersebut. Sebenarnya, Pak Hasanudin punya dua anak. Kedua anaknya tersebut sudah menikah juga. Bahkan, Pak Hasanudin sudah punya cucu. Namun, entah mengapa, tidak ada yang mau menemani Pak Hasanudin di rumah sakit.

Pernah sekali saya lihat anak perempuannya datang. Membawa makanan. Nggak sampai satu jam kemudian, ia langsung pulang. Katanya, ada bayinya di rumah yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.

Saya sempat tanya Pak Syarif, adiknya Pak Hasan tersebut, namun saya tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Saya paham dan bisa memakluminya. Mungkin ini bagian dari rahasia keluarga, dan tak boleh diketahui oleh publik. Namun, dari cerita Pak Syarif, hanya anak perempuannya yang pernah saya lihat tersebut yang pernah menjenguk ayahnya di rumah sakit tersebut. Sedangkan, anaknya yang satu lagi tidak pernah menjenguk ayahnya, sampai sekarang.

Kembali ke topik. Begini. Ada cerita lucu lagi unik dari kedua adik kakak tersebut. Bahwa setiap malam mereka selalu berantam. Siang hari juga begitu, berantam (adu mulut). Ada saja hal yang membuat keduanya tak akur dan saling berdebat. Lucunya lagi, keduanya sama-sama ngotot.

Sejauh yang saya lihat dan dengar, sebenarnya niat adiknya sudah bagus dan baik. Ingin membantu kakaknya agar cepat sembuh. Maka, ketika sang kakak memakan makanan yang dilarang oleh dokter, adiknya langsung melarang dan menghalanginya. Namun, karena si pasien (sang kakak) tersebut begitu keras kepala, larangan adiknya tidak dia indahkan. Bahkan, setiap rangkaian kata yang keluar dari mulut sang adik selalu punya jawaban dari si kakak. Perdebatan pun tak bisa dihindarkan.

Untung saja, adiknya masih bisa mengontrol atau menahan emosi. Coba kalau tidak, bisa saja kakaknya tersebut kena pukulan atau apa pun dari adiknya itu. Namun, apa pun itu, amarah keduanya hanya muncul sesaat. Setelahnya, keduanya kembali akur dan saling menyapa lagi. Ketika kakaknya membutuhkan bantuan, menggaruk punggungnya misalnya, si adik langsung sigap. Meskipun pernah saya lihat si adik menggaruk punggung kakaknya dengan emosi, dan kakaknya langsung teriak. Saya yang mengintipnya di balik tirai tak kuasa menahan tawa.

Dok. Pribadi: Adik-kakak sedang baikan

Suatu pagi, sang kakak sedang makan roti. Ketika adiknya melihat, dia langsung melarang kakaknya tersebut untuk makan roti. Eh, malah kakaknya terus makan.

"Kamu ini susah sekali dikasih tahu. Kamu sedang menderita diabetes. Nggak boleh makan roti atau sejenisnya. Ini dokter yang bilang, bukan saya," ucap sang adik dengan nada keras.

Karena itu, sang kakaknya langsung melempar sisa roti yang dimakannya itu. Melihat itu, sungguh saya ingin tertawa sekencang-kencangnya. Namun, saya berusaha menahannya. Takut mereka tersinggung. Pokoknya, sebelas dua belas dengan "Tom and Jerry".

Salah satu hal juga yang membuat si adiknya tersebut memarahi kakaknya itu karena dia pusing. Sebab, hanya dia seorang yang mengurus kakaknya selama lebih dari dua minggu di rumah sakit. Tidak ada yang menggantikannya. Bahkan, ia jarang tidur. Kalaupun tidur, tak bisa nyenyak. Karena harus bangun ketika si kakaknya membutuhkan sesuatu.

Ya, siang dan malam hanya si adik yang menemani kakaknya tersebut. Untuk melakukan ini dan itu, mengurus ini dan itu, mengambil ini dan itu, semuanya dilakukan oleh sang adik. Bagaimana tidak pusing dan stres coba?

"Sudah kayak cerita 'Tom and Jerry' ya, Pak," kata saya mencoba menghibur Pak Syarifudin tersebut.

"Sialan kau, Gun," ucapnya sambil tertawa.

Pak Syarifudin memang mudah diajak berbicara. Karena bisa memahaminya, makanya sekali-kali saya berusaha menghiburnya. Menceritakan hal-hal yang lucu. Agar beliau tertawa. Saya hanya mencoba mengurangi beban pikirannya. Mungkin saja bisa membantu. Kira-kira begitu. []

Wallahu a'lam.

RSUD Kota Mataram, 30-31/12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal