Berburu Sertifikat

|Gunawan|

Salah satu yang saya sukai ketika berada di Makassar dulu adalah ikut belajar di berbagai forum dan/atau ruang diskusi. Belajar dan menimba berbagai kepingan pengetahuan dari orang-orang yang berbeda. Kadang sebagai peserta kegiatan. Kadang sebagai narasumber. Kadang juga sebagai juri di beberapa kegiatan lomba atau olimpiade. 

Di samping mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan menyapa orang-orang baru, biasanya selalu ada bonus yang diperoleh. Salah satu bonus yang didapat adalah sertifikat. 

Entah mengapa, ketika melihat sertifikat itu, ada semangat tersendiri yang timbul dalam diri. Akibatnya, ingin terus berburu sertifikat. Lantas, apa yang saya lakukan untuk mendapatkan sertifikat itu? Ya, tentu mencari informasi terkait diskusi, workshop, seminar, atau apa pun yang bisa mendatangkan sertifikat. Entah itu kegiatan lokal, nasional, maupun internasional. Jika kegiatan atau acaranya gratis, itu jauh lebih baik lagi. Hitung-hitung hemat biaya. Maklum, anak kos-kosan. Dulu, saya sering ikut kegiatan yang biaya pendaftarannya (sebagai peserta) berkisar di antara lima ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah.

Saya tidak tahu ada berapa banyak koleksi sertifikat yang saya peroleh sejak dulu. Mungkin puluhan atau ratusan. Entahlah. Sebab, sampai sekarang, ketika ada kegiatan yang formal, biasanya selalu ada bonus sertifikat yang saya peroleh. 

Dok. Pribadi: Salah satu sertifikat dari hasil kegiatan skala internasional tahun 2021

Dulu, saat di tanah rantau, kegiatannya selalu tatap muka. Namun, semenjak Covid-19 masuk ke Indonesia pada 2020 lalu, kegiatan yang saya ikuti sering kali daring (online). Meskipun kegiatan akhir-akhir ini banyak yang online, namun ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh--demikian juga sertifikat. 

Ada banyak untungnya juga kegiatan yang dilakukan secara virtual atau online. Juga bisa diikuti dari rumah, di ladang, atau di mana pun berada. Yang penting ada Smartphone dan paket data internetan, apa pun jenis kegiatannya bisa diikuti. 

Yang jelas, ketika mengikuti kegiatan semacam ini, ada pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh. Bonusnya tentu dapat sertifikat. Jika pun nggak dapat sertifikat, nggak masalah. Seingat saya, saya selalu berusaha mengikuti kegiatan sampai selesai. Nggak pernah bolos atau sekadar mengisi daftar hadir. []

Wallahu a'lam. 

So Rora, 17/12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal