Bila Ingin Punya Karya Tulis Sendiri
|Gunawan|
Sampai sekarang saya masih terus berupaya untuk belajar menulis. Masih terus merangkai kata sedikit demi sedikit. Masih terus meramu rasa hingga berwujud cerita. Masih terus belajar mengabadikan diri dalam lautan aksara.
Sampai sekarang juga saya masih terus berproses. Masih terus mengembangkan diri. Belajar dari siapa saja. Berguru kepada siapa saja. Entah itu di dunia nyata maupun di ranah maya.
Tidak boleh berhenti berproses. Tidak boleh berhenti untuk belajar. Sebab, menulis pada hakikatnya adalah belajar. Belajar menuangkan ide dan gagasan dalam wujud aksara dan frasa. Belajar merangkai peristiwa menjadi cerita demi cerita. Belajar mengungkapkan perasaan lewat untaian kata.
Ide dan gagasan akan berubah menjadi sebuah tulisan jika ditulis. Cerita demi cerita yang pernah dilalui bisa dibaca oleh orang lain manakala telah ditulis. Ungkapan perasaan seseorang akan berwujud kata dan kalimat bilamana ditulis.
| Dok. Pribadi: Salah satu buku karya saya |
Jangan pernah bermimpi punya tulisan sendiri bila tidak pernah mau memulai menulis. Jangan pernah bermimpi punya buku karya sendiri kalau dari sekarang tak pernah mau menulis. Bermimpi itu sesungguhnya sangat boleh. Namun, jangan kelamaan mimpinya. Mimpi itu harus segera diwujudkan dengan tindakan nyata, yakni langsung menulis.
"Aku ingin sekali punya buku karya sendiri," kata seorang teman suatu waktu.
"Itu bagus. Segera wujudkan. Silakan mulailah menulis," kata saya.
Lantas, apa yang terjadi kemudian? Apakah bukunya sudah jadi? Jawabannya, tidak. Mengapa? Karena dia tidak segera menulis. Ingin punya buku sendiri, tapi tidak mau menulis. Apakah ada buku yang bisa lahir dengan sendirinya bila tidak pernah ditulis atau dilahirkan? Sependek pengetahuan saya, tidak ada. Tulisan dan/atau buku itu akan ada kalau ditulis. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 18/12
Komentar
Posting Komentar