Di Balik Tembok Sekolah
|Gunawan|
Di balik tembok sekolah, terdengar jelas suara anak-anak. Laki-laki dan perempuan. Mereka sedang menghafal materi pelajaran yang telah diajarkan oleh guru-gurunya.
Bukan kali ini saja. Setiap menjelang masuk ruangan untuk mengikuti ulangan atau ujian, suara anak-anak yang menghafal materi pelajaran nyaring terdengar. Seolah mengikuti lomba lari, saling beradu cepat.
![]() |
| Dok. Pribadi: Para siswi SMPN 3 Donggo |
Ingatan saya tiba-tiba kembali ke masa sekolah dulu. Dulu, saat masih seusia mereka, saya melakukan hal yang serupa. Hanya saja, saya menghafal materi pelajaran yang diajarkan oleh para guru itu ketika masih berada di rumah atau di kos. Tidak di sekolah.
Di sekolah, biasanya saya hanya membaca sepintas saja materi ajar itu. Itu pun dengan suara yang tak terdengar, alias membaca dalam hati.
Salah satu kebiasaan saya waktu sekolah dulu adalah selalu berusaha untuk membaca kembali materi yang diajarkan oleh guru ketika sudah tiba di rumah atau di kos. Apa pun mata pelajarannya. Kadang membacanya sampai semua materi ajar. Kadang juga hanya sebagian.
Sehingga, jika tiba saatnya ulangan atau ujian, saya tidak begitu panik. Sebab, "amunisi"-nya sudah disiapkan sejak awal. Di saat ulangan atau ujian tiba, untuk memperlancar dan tetap tertanam dalam ingatan, materi-materi ajar itu saya hanya membaca ulangnya saja. Membaca tanpa suara.
Untuk mata pelajaran yang mengandung rumus dan/atau angka-angka, saya biasanya menghafal dulu rumusnya. Lalu, untuk memperkuat daya ingat dan agar tak lupa, saya acap kali mengerjakan soal-soal yang ada kaitannya dengan rumus tersebut. Dari situ, ingatan tersebut tetap terjaga.
Sayangnya, tidak semua hafalan waktu sekolah dulu masih tertanam di ingatan saya sampai sekarang. Jika disuruh menghafal kembali saat ini, mungkin sebagian besarnya sudah saya lupa. Namun, jika berhadapan dengan soal-soal di atas kertas, tak jarang ingatan saya dulu muncul tiba-tiba.
Saya juga kadang heran sendiri. Ketika ada anak-anak yang datang untuk mengerjakan tugas bersama, untuk beberapa mata pelajaran, saya masih ingat dan paham apa yang dimaksud dari soal itu. Mungkin karena dulu saya sering membaca ulang berbagai materi ajar dari guru. Tidak sekadar menghafal atau mengingat saat ada ulangan tiba atau sejenisnya, namun juga tetap membacanya jauh sebelum ulangan dan juga sesudahnya. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 7/12

Komentar
Posting Komentar