Ketika Luka Berbuah Air Mata

|Gunawan|

Dia yang dulu begitu kuat menahan luka, kini harus berlinang air mata. 
Luka itu sudah tak mampu lagi ia tahan. 
Ia begitu menderita. 
Hingga akhirnya segalanya berubah.

Sumber gambar: Pixabay.com

Ia mulai putus asa. 
Tak ada yang bisa ia percaya. 
Baginya, semuanya hanya menambah luka dan derita. 
Semuanya hanya bisa menumpahkan air mata. 

Wallahu a'lam. 

RSUD Kota Mataram, 29/12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal