Manura
|Gunawan|
Saya tidak tahu apa bahasa Indonesianya. Namun, orang di kampung saya menyebutnya "manura". Ada juga yang menyebutnya "panura".
Manura merupakan salah satu jenis sayur-sayuran. Biasanya tumbuh di tebing yang berair. Di kampung saya, umumnya tumbuh di tebing di pinggir sungai. Ada beberapa titik di sini tempat tumbuhnya manura.
Ketika melewati sungai, tak jarang saya mampir untuk sekadar memetik atau mengambil manura. Meskipun dalam jumlah sedikit, jika ada, saya tetap memetiknya.
![]() |
| Dok. Pribadi: Salah satu tebing tempat tumbuhnya "manura" |
Menariknya lagi, di sekitar sungai yang dimaksud, ada juga tumbuh sayuran pakis/paku. Jika terdapat pakis yang masih muda dan segar, biasanya saya juga akan memetiknya. Untuk kemudian dibawa pulang bersama manura.
Ketika beberapa kali berkunjung ke hutan dan ke air terjun mini seorang diri, tak lupa juga saya membawa pulang sayuran manura. Saya mengambilnya di tempat seperti biasa, di tebing.
Ya, manura sangat enak untuk dijadikan sayur. Bukan hanya daunnya yang masih segar dan warna hijau, tangkainya juga bisa diolah menjadi sayuran. Rasanya nikmat sekali.
Sayuran manura bisa dimasak dengan sayuran jenis lainnya juga. Bisa dimasak dengan pakis. Bisa dimasak dengan pare (buah atau daunnya). Bisa dimasak dengan daun kelor. Bisa dimasak bersamaan dengan bayam. Juga bisa dimasak dengan beberapa jenis sayuran lainnya.
Bagi saya, sayuran manura itu sangat enak sekali. Ada rasa manisnya gitu. Jauh lebih enak lagi ketika dimakan saat masih hangat atau baru selesai direbus. Bersamaan dengan nasi yang masih hangat. Ditambah lagi dengan sambal pedas dan ikan goreng. Hummm, nikmat sekali.
Bagi yang belum pernah menikmati sayuran manura, bolehlah dicoba. Silakan dimakan seperlunya saja. Apalagi kalau dinikmati berdua bersama pasangannya, mungkin akan jauh lebih nikmat lagi. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 7/12

Komentar
Posting Komentar