Menulis Catatan Pengalaman

|Gunawan|

Setiap orang punya pengalaman. Entah itu pengalaman yang sederhana maupun yang begitu luar biasa. Dan, boleh jadi pengalaman itu bermanfaat buat orang lain.

Suatu pengalaman akan bisa dirasakan manfaatnya bagi orang lain manakala kita membagikannya. Bagaimana caranya? Bisa dengan bercerita secara lisan atau bertutur kata. Bisa juga melalui tulisan.

Perihal menulis catatan pengalaman, ini menarik. Sebab, tidak banyak orang yang mau menuliskan atau membuat catatan pengalaman hidupnya. Sebagian orang lebih suka bercerita secara lisan ketimbang bercerita lewat tulisan. Padahal, daya jangkauan sebuah tulisan itu jauh lebih luas. Apalagi di era media sosial kini, sebuah tulisan bisa begitu cepat tersebar luas dan dibaca oleh orang lain.

Saya senang membaca catatan pengalaman orang lain. Dari bacaan itu, ada saja sesuatu yang bisa didapat. Minimal, dari situ saya juga mulai tergerak untuk menuliskan catatan pengalaman saya sendiri juga.

Ya, akhir-akhir ini saya juga sedang belajar dan berusaha menulis catatan pengalaman. Menulis sedikit demi sedikit. Apa pun itu saya akan berusaha menuliskannya. Entah itu pengalaman yang telah lama berlalu maupun yang baru saja terjadi.

Tentu saja, saya menulis atau membuat catatan pengalaman sesuai dengan kemampuan dan daya ingat saya. Di saat terlintas di pikiran, misalnya, tak jarang saya langsung menuliskannya.

Dok. Pribadi: Salah satu buku saya yang berisi catatan ringan

Dari tulisan atau catatan pengalaman yang telah ditulis tersebut, saya tidak terlalu banyak berharap apa-apa. Jika mungkin bermanfaat buat orang lain, tentu saya bersyukur. Jika tidak, nggak masalah juga. Yang penting nulis saja dulu. Yang penting saya juga bisa merasakan manfaatnya sendiri. Bisa menulis atau membuat catatan pengalaman saja, itu adalah suatu kenikmatan yang luar biasa bagi saya.

Bagi Anda yang ingin mengabadikan pengalamannya melalui tulisan, silakan tuliskan. Mulailah menuliskannya. Tulislah sedikit demi sedikit. Jangan ragu. Nggak usah malu. Boleh jadi di luar sana ada banyak orang yang menanti catatan pengalaman Anda. Nggak ada salahnya Anda menuliskannya dan membagikannya ke publik.

Jangan menunggu orang lain yang akan menuliskan atau membukukan pengalaman kita. Mari kita tuliskan sendiri, sebisa kita. Menulis atau membuat catatan pengalaman itu tidaklah rugi. Nanti, cepat atau lambat, Anda akan mengerti apa yang saya maksud ini. []

Wallahu a'lam.

Lereng Lareda, 22-23/12

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal