Menulis Itu Sia-sia?
|Gunawan|
"Tidak ada gunanya kamu menulis. Tak akan ada yang mau membacanya. Percuma kamu menulis panjang lebar. Menulis yang kamu lakukan hanyalah sebuah usaha yang sia-sia," kata seseorang suatu waktu.
Saya memaklumi apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Saya biarkan saja. Toh, itu haknya dia mengatakan hal demikian.
"Nggak apa-apa. Apa pun itu saya tetap menulis dan akan terus menulis," jawab saya singkat.
Jujur, saya merasa senang bila ada orang yang mau berkomentar semacam itu. Tidak melulu pujian. Tidak semata-mata hanya sanjungan. Tapi, sebuah komentar yang mampu memacu saya untuk terus belajar dan berbagi lewat untaian kata dan kalimat.
Alhamdulillah, sejauh ini saya masih terus berusaha untuk menulis. Menulis sedikit demi sedikit. Meski tidak semua saya bagikan ke media sosial atau publik. Meski terkadang hanya untuk dibaca oleh diri sendiri.
Sejauh ini juga, entah sudah berapa banyak judul tulisan saya yang tercipta. Mungkin sudah ribuan judul. Yang pasti, ada saja tulisan yang terangkai setiap hari. Meski terkadang hanya persoalan receh lagi sederhana. Bisa satu judul, dua judul, tiga judul, dan seterusnya.
Tulisan-tulisan saya tersebar di berbagai media sosial. Tersebar di beberapa website atau media online yang dikelola oleh orang lain di beberapa daerah. Juga ada di blog pribadi saya. Saya juga membagikan tulisan di media Facebook, di beberapa grup WhatsApp, dan di Instagram pribadi saya.
Sejauh yang saya pantau dan ketahui, ada saja orang yang membaca tulisan-tulisan yang saya bagikan tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang merasa termotivasi untuk menulis buku juga. Hingga akhirnya, beberapa di antaranya telah berhasil menulis dan menerbitkan bukunya sendiri. Ada juga yang masih sebatas menulis buku karya bersama dengan para penulis lainnya. Mereka yang merasa termotivasi tersebut ada di berbagai daerah dan pulau. Bagi saya, mendengar kabar seperti ini, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.
| Dok. Pribadi: Dua dari sekian buku yang saya tulis |
Saya juga menulis buku. Sudah ada puluhan judul buku yang telah saya terbitkan--di samping buku-buku orang lain yang saya bantu edit atau sunting. Dan, insyaallah sampai kapan pun saya akan terus dan tetap menulis dan menerbitkan buku. Buku-buku yang telah terbit tersebut sudah tersebar di berbagai daerah dan pulau, menemui para pembacanya (dari beragam profesi). Bahkan, ada juga yang sampai hingga ke mancanegara.
Bagi saya, menulis itu tidak sia-sia. Saya meyakini bahwa setiap tulisan yang ditulis akan menemukan pembacanya tersendiri. Meskipun mungkin tulisan itu tidak bermanfaat buat orang lain, setidaknya bernilai guna buat saya sendiri.
Menulis juga, buat saya, adalah salah satu obat penawar lara. Di saat hati dilanda gelisah, misalnya, menulis menjadi salah satu langkah yang saya tempuh. Saya ungkapkan kegelisahan atau kegundahan itu lewat untaian aksara dan kata. Dan pada akhirnya, rasanya lega sekali. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 6/12
Komentar
Posting Komentar