Saat Malam Sunyi
|Gunawan|
Suasananya sunyi. Seperti biasa, hanya suara jangkrik yang terdengar di luar rumah.
Saya lihat layar HP. Ternyata, nyaris jam sebelas malam. Memang, di kampung saya, di jam-jam seperti ini, orang-orang sudah tertidur pulas.
Sementara, saya masih setia menikmati malam sunyi. Duduk seorang diri di kamar. Saya manfaatkan waktu untuk menulis sedikit demi sedikit di HP.
Usai merampungkan satu judul tulisan, saya dikagetkan oleh suara mangga yang jatuh. Jatuh mengenai atap rumah. Suaranya keras sekali, maklum atap rumahnya pakai seng.
Saya segera ke luar rumah. Mencari keberadaan mangga yang jatuh. Saya lihat, buah mangganya besar. Sudah matang pula.
| Dok. Pribadi: Dua buah mangga yang jatuh di kesunyian malam |
Saat hendak melangkahkan kaki untuk masuk rumah, saya kaget lagi. Satu buah mangga jatuh lagi. Jatuhnya nyaris mengenai saya. Untung saja saya segera menghindar. Jantung saya tiba-tiba berdetak kencang gara-gara hampir kena mangga yang jatuh tersebut.
Ini bukan kali pertama saya dikagetkan oleh mangga yang jatuh mengenai atap rumah--di pekarangan depan rumah memang ada satu pohon mangga. Hampir setiap malam terjadi hal serupa. Sialnya lagi, mangga tersebut sering kali jatuh ketika saya sedang tidur. Akibatnya, di tengah malam, saya pun langsung bangun dari tidur. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 7/12
Komentar
Posting Komentar