Tukang Cukur Kesayangan
|Gunawan|
Saya pernah beberapa kali membiarkan rambut saya panjang. Ada yang sampai lebih dari enam bulan. Tidak saya potong. Saya biarkan saja terus memanjang.
Namun, terkadang ada rasa kurang nyaman ketika rambut terlalu panjang. Maka, di saat seperti ini, memangkas atau memotongnya adalah hal yang mesti dilakukan.
![]() |
| Dok. Pribadi: Saat rambut agak panjang |
Saat di tanah rantau, misalnya, beberapa kali saya memangkas rambut di tempat pemangkas di pinggir jalan. Menggunakan jasa mereka. Harganya juga terjangkau.
Tak jarang juga saya menggunakan jasa teman-teman sesama anak kos-kosan. Nah, ini jauh hemat lagi. Lebih tepatnya, tidak dibayar, alias gratis. Ya, begitulah kenyataannya. Saling membantu satu sama lain.
Kalau di kampung, beda lagi ceritanya. Ketika pulang kampung atau saat di kampung halaman, satu-satunya tukang cukur kesayangan saya adalah Mama. Ya, selalu beliau yang saya minta kesediaan atau yang saya percayai untuk memotong rambut saya.
Saya tidak tahu mengapa saya sering kali meminta kesediaan Mama untuk memotong rambut saya. Tapi, yang jelas, suka saja dengan cara beliau memangkas rambut. Rapi dan ekstra hati-hati. Bahkan, saking hati-hatinya, dalam beberapa kesempatan bisa sampai satu jam dalam sekali potong rambut.
Di rumah, ada beberapa orang yang bisa memangkas rambut. Dua adik saya dan juga Papa, bisa. Namun, hanya Mama saja yang selalu saya minta kesediaan waktunya manakala saya ingin memotong rambut. Ya, Mama adalah pemangkas rambut favorit dan kesayangan saya di kampung.
Mama juga sering ngomel kalau melihat rambut saya yang sudah panjang. Di saat seperti ini, beliau langsung bergegas mengambil gunting dan langsung ingin memangkas rambut saya. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 26/11

Komentar
Posting Komentar