Belajar dari Luka yang Dulu Pernah Menyapa

|Gunawan|

Aku tak pernah membenci masa lalu.
Apa pun yang telah terjadi, aku menerimanya dengan lapang dada. 
Aku banyak belajar dari masa lalu. 
Masa lalu memberiku banyak arti. 

Perihal luka yang pernah hadir di masa lalu, juga dengan sepenuh hati  aku menerimanya. 
Awalnya aku sempat membenci luka  yang hadir itu. 
Tapi, aku sadar, tidak ada gunanya aku membenci atas apa yang telah terjadi. 
Justru dengan membenci, aku semakin terluka. 

Dok. Pribadi: Salah satu koleksi buku saya di 'Rumah Belajar Anak Tani'

Kini, aku mencoba berdamai dengan diriku sendiri. 
Bahwa segala yang terjadi, adalah risiko dari hidup ini. 
Aku belajar, bahwa dalam hidup ini memang mesti ada luka yang menyapa. 
Dan luka itulah yang membuatku semakin kuat menghadapi masalah. 
Tanpa adanya luka yang dulu pernah menyapa, mungkin aku tak akan bisa sekuat ini. 
Tanpa adanya luka yang dulu pernah membuatku menangis, mungkin aku menjadi biasa-biasa saja. 

Wallahu a'lam. 

RSUD Kota Mataram, 2/1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal