Di Penghujung Januari
|Gunawan|
Entah sampai kapan kenangan itu akan berlalu.
Sebab, hingga kini, kenangan itu masih saja menari-menari di kepalaku.
Sudah sekian cara yang kutempuh, namun tetap saja tak ampuh.
Aku masih saja patah, begitu sulit untuk tabah.
Tapi, di penghujung Januari ini, ada yang memberi tahuku.
Ini hanyalah sebatas ujian hidup, yang tentunya harus dijalani.
Tuhan hanya ingin menguji ciptaan-Nya, sejauh mana kita mampu menjalani semua ini.
Akan datang waktu di mana kita akan tersenyum ramah dan berterima kasih pada kenangan itu.
Entah sampai kapan kenangan itu akan berlalu.
Sebab, hingga kini, kenangan itu masih saja menari-menari di kepalaku.
Sudah sekian cara yang kutempuh, namun tetap saja tak ampuh.
Aku masih saja patah, begitu sulit untuk tabah.
Tapi, di penghujung Januari ini, ada yang memberi tahuku.
Ini hanyalah sebatas ujian hidup, yang tentunya harus dijalani.
Tuhan hanya ingin menguji ciptaan-Nya, sejauh mana kita mampu menjalani semua ini.
Akan datang waktu di mana kita akan tersenyum ramah dan berterima kasih pada kenangan itu.
| Dok. Pribadi: Suatu malam di Sumbawa |
Mungkin sudah saatnya aku menjalani hidup sewajarnya saja.
Tanpa harus terlalu terpaku dengan masa lalu.
Bahwa bahagia dan duka adalah dua hal yang akan menyertai anak manusia, termasuk diriku.
Apa pun itu, aku akan berusaha menerimanya, menikmatinya, dan melaluinya dengan lapang dada.
Wallahu a'lam.
Tanpa harus terlalu terpaku dengan masa lalu.
Bahwa bahagia dan duka adalah dua hal yang akan menyertai anak manusia, termasuk diriku.
Apa pun itu, aku akan berusaha menerimanya, menikmatinya, dan melaluinya dengan lapang dada.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 27/1
Komentar
Posting Komentar