Karena Ide Saja Tak Cukup
|Gunawan|
Hal utama yang dibutuhkan oleh seorang penulis adalah ide tulisan. Ada ide, maka sebuah tulisan akan lahir. Tak ada ide, tak akan ada tulisan yang bisa dihasilkan.
Tapi, sekadar ide yang mengendap di kepala saja tak cukup. Sebuah ide yang dimaksud harus dibahasatuliskan agar bisa menghasilkan sebuah tulisan.
Saya sering mendengar dan juga membaca berbagai curhatan orang-orang di media sosial. Ada guru. Ada dosen. Dan juga beberapa profesi lainnya. Mereka ingin sekali punya karya tulis sendiri. Katanya, perihal ide tulisan sudah ada banyak di kepala mereka.
Tentu saja, ini berita bagus dan menggembirakan. Tapi, keinginan semacam ini harus ditindaklanjuti. Tidak boleh sebatas ingin saja. Bahwa ide yang menumpuk di kepala tersebut, harus segera dieksekusi atau dibahasatuliskan. Jangan menunggu nanti, esok, dan seterusnya.
Tidak ada tulisan atau karya tulis yang bisa lahir dengan sendirinya. Selama ini, ada banyak orang yang hanya pintar berteori. Namun, nol ditahap eksekusi atau tidak pernah menindaklanjuti dari teori itu.
Segera ajak jemari tangannya untuk merangkai aksara dan kata. Saya tahu, Anda juga sudah banyak membaca dan mempelajari teori menulis. Entah itu dari artikel maupun buku. Sekarang saatnya untuk menulis.
![]() |
| Dok. Pribadi: Karya-karya tulis sederhana |
Jangan lagi tanya bagaimana caranya menulis yang baik dan benar. Semua butuh proses. Sebuah tulisan tidak langsung bagus dan sesuai dengan yang diharapkan seperti semula. Segalanya butuh waktu dan proses yang tidak sebentar. Nikmati saja prosesnya.
Saya yakin, tulisan pertama Anda akan sangat berantakan dan tak beraturan. Tapi, tenang saja. Penulis-penulis terkenal yang pernah Anda baca karya tulisnya, pasti pernah mengalami fase tersebut. Fase di mana karya tulis pertamanya jauh dari harapan.
Ini adalah hal yang lumrah dalam dunia tulis-menulis. Nggak usah malu. Tak perlu takut. Yang penting, Anda kuat menjalaninya dan mau tahan banting. Akan ada omongan orang yang akan melemahkan proses kreatifmu. Tapi, nikmati saja, dan tak perlu terlalu dipikirkan.
Ini perlu dicatat dan diingat, bahwa menulis adalah proses belajar yang tak pernah usai. Setiap tulisan yang kita hasilkan adalah hasil dari proses belajar yang dimaksud. Jadi, tak usah malu dengan karya tulis yang kita telurkan. Disenyumin saja kalau ada yang mencemoohnya.
Sekali lagi, bahwa sebatas ide saja yang mengendap di kepala tidaklah cukup. Perlu ada aksi nyata, yakni langsung menuliskannya. Sebanyak apa pun ide tulisan yang kita punya, jika tidak pernah mau menulis atau tidak pernah dibahasatuliskan, maka ide itu tak akan pernah menjadi sebuah karya tulis. Percaya, deh! []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 30/1

Komentar
Posting Komentar