Kepercayaan yang Telah Dikhianati
|Gunawan|
Kau bilang, kau hadir untuk menyempurnakan hidupnya.
Kau akan menemaninya sampai maut memisahkan.
Hingga akhirnya, dia pun begitu memercayaimu.
Tak ada sedikit pun curiga yang timbul dari dalam dirinya.
Meskipun sesekali kau melukai hatinya, tetap saja dia menerimamu apa adanya, menjadikanmu begitu spesial di hatinya.
Kau bilang, kau hadir untuk menyempurnakan hidupnya.
Kau akan menemaninya sampai maut memisahkan.
Hingga akhirnya, dia pun begitu memercayaimu.
Tak ada sedikit pun curiga yang timbul dari dalam dirinya.
Meskipun sesekali kau melukai hatinya, tetap saja dia menerimamu apa adanya, menjadikanmu begitu spesial di hatinya.
| Sumber gambar: Glitzmedia.co |
Tapi, seiring bergantinya waktu, kepercayaannya itu malah kau khianati.
Dengan begitu entengnya kau memilih pergi dengan yang lain.
Kau membuat hatinya perih dan begitu terluka.
Kau menghancurkan hatinya, sehancur-hancurnya.
Mengapa dulu kau begitu berani datang dan mengatakan ingin menyempurkan hidupnya, jika kini kau malah mengingkari janjimu sendiri dan membuat hatinya hancur berkeping-keping?
Wallahu a'lam.
Dengan begitu entengnya kau memilih pergi dengan yang lain.
Kau membuat hatinya perih dan begitu terluka.
Kau menghancurkan hatinya, sehancur-hancurnya.
Mengapa dulu kau begitu berani datang dan mengatakan ingin menyempurkan hidupnya, jika kini kau malah mengingkari janjimu sendiri dan membuat hatinya hancur berkeping-keping?
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 18/1
Komentar
Posting Komentar