Ketika Kuping Kemasukan Air
|Gunawan|
Saya lahir di desa. Besar di desa. Juga menikmati hidup di lingkungan pedesaan.
Saya bersyukur karena lahir dan besar di desa. Apa pun itu, lingkungan pedesaan memberikan saya banyak pelajaran hidup: mulai dari yang sederhana hingga penuh makna.
Dalam keseharian, ada saja yang menjadi bahan cerita. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan pun kadang unik, kadang lucu, kadang serius lagi penuh arti.
Saya tidak tahu pastinya kapan itu terjadi. Tapi, yang saya ingat, saat masih kecil dulu, ketika telinga kemasukan air, saya kadang panik. Saya tidak tahu bagaimana caranya agar air yang masuk di telinga itu bisa keluar.
Untung saja, ada orang tua yang beri tahu. Saya miringkan kepala saya. Lalu, saya pukul kepala saya yang sebelahnya. Agar air bisa keluar. Maksudnya begini, bila air masuk di telinga kiri, maka kepala akan saya miringkan ke kiri. Lalu, saya pukul kepala bagian kanannya hingga air yang masuk tadi keluar.
| Sumber gambar: Majalahjustforkids.com |
Di samping itu, ada satu kebiasaan saya dulu ketika telinga kemasukan air. Jika telinga kiri kemasukan air, maka saya miringkan kepala ke kiri. Kemudian, di telinga kanannya akan saya kasih masuk air juga. Terus, loncat-loncat. Air yang masuk pun akhirnya bisa keluar juga.
Cara yang terakhir ini mungkin kedengaran lucu dan tidak masuk akal. Tapi, itulah yang terjadi, dan berhasil. Saya sendiri juga heran, kok bisa seperti itu?
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 24/1
Komentar
Posting Komentar