Kini Dia Telah Kembali
|Gunawan|
Dia begitu setia. Ke mana pun saya melangkah, dia selalu menemani saya. Dia selalu ada di samping saya di mana pun saya berada. Ketika saya berduka dan berselimut lara, dia juga selalu bersama saya.
Kehadirannya sungguh sangat berarti buat saya. Saya senang. Saya bersyukur karena hadirnya dia dan mau menemani keseharian saya, dalam kondisi apa pun itu.
Ia begitu berjasa dalam hidup saya. Cerita-cerita yang pernah saya lalui, dialah tempat saya mencurahkannya dan mengabadikannya hingga berwujud aksara dan kata. Tanpa kehadirannya, mungkin saya tak akan bisa sampai sejauh ini. Tanpa keberadaannya, saya tak berarti apa-apa.
Bertahun-tahun lamanya dia bersama saya. Ia tak pernah menangis. Ia tak pernah marah. Ia tak pernah ngambek sedetik pun.
Justru, hanya saya yang memarahinya. Ketika saya merasa tak puas dengannya, tak jarang saya memaki hingga melukainya. Meskipun begitu, ia tetap setia berada di samping saya.
Hingga suatu waktu, ia tiba-tiba hilang. Tak tahu entah ke mana. Tak ada berita. Tak meninggalkan secarik kertas atau sepatah kata. Tiba-tiba saja ia hilang tak berjejak.
Saya sudah berusaha mencarinya ke mana-mana. Bahkan, berita kehilangannya sudah tersebar di mana-mana. Namun, tetap saja tak bisa saya temukan keberadaannya.
| Dok. Pribadi: Suatu malam di bawah langit Bima |
Saya tidak tahu mengapa ia bisa hilang secara tiba-tiba seperti itu. Namun, beberapa hari sebelum kehilangannya, memang ada satu orang yang tak suka dengan kehadiran ia di sisi saya. Orang itu merasa terancam dengan keberadaan ia bersama saya. Sebab, rahasia krusial orang itu, bersama dialah saya simpan rapi-rapi. Mungkinkah dia sengaja dimusnahkan oleh orang penting itu agar rahasianya tak sampai dibongkar dan tak sampai tercium oleh banyak orang?
Setelah berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan mencari, tak jua saya temukan jejak keberadaan dia. Segala upaya sudah saya kerahkan semampu saya. Namun, hasilnya masih sama. Masih tetap tak bisa saya temukan keberadaannya. Mau apa lagi? Akhirnya, saya pasrah saja. Walaupun dalam hati kecil saya tetap mengharapkan dia kembali. Sebab, ia sangat berarti dalam hidup saya. Seyogyanya, saya benar-benar tak bisa berada jauh darinya.
Di saat saya mencoba berusaha merelakan kehilangannya yang tak berjejak dan tiba-tiba itu, eh tiba-tiba ia muncul tak terduga. Ya, setelah hampir tiga tahun hilang, HP saya tiba-tiba ditemukan oleh Mama. Ditemukan di tempat yang berbeda, bukan di tempat di mana ia dulu hilang.
Anehnya, dia kembali dan ditemukan dalam keadaan rusak dan hancur. Tak lagi bisa dinyalakan seperti dulu. Tak lagi bisa saya gunakan. Berbagai data dan file penting di dalamnya tak bisa lagi saya akses. Musnah sudah. Sungguh, dia kembali dan ditemukan dalam keadaan tidak utuh sebagaimana saat ia hilang tiba-tiba dulu. Sedih, sudah pasti. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 24/1
Komentar
Posting Komentar