Kuharap Cinta Kita Tetap Utuh

|Gunawan|

Semesta kini sedang tak bersahabat. 
Yang awalnya cerah ceria, perlahan mendung tak menentu.
Yang awalnya hujan tak berkedip, perlahan mentari kian menyengat. 

Semesta kini sedang tak bersahabat. 
Yang awalnya penuh senyum ramah, perlahan berselimut keangkuhan. 
Yang awalnya saling menyapa dan melempar canda tawa, perlahan menjauh dan saling membenci. 

Namun, walaupun semesta sedang tidak baik-baik saja. 
Kuharap hubungan kita tetap seperti biasa, selalu berkawan bahagia. 
Kuharap kita tetap saling menyapa dan memberi kabar. 
Kuharap cinta kita tetap utuh, selamanya.
 
Dok. Pribadi: Quotes saya di dalam buku "Catatan Receh di Bawah Langit Sulawesi"

Aku tahu tidak mudah menjalani hidup ini. 
Meski kita terus menginginkan damai dan bahagia, namun ada saja hal yang membuat kita bertengkar hingga tak saling menyapa. 
Ini sering kali terjadi di antara kita: kalau bukan kau yang marah, justru akulah yang menjadi sumber masalah. 
Hingga akhirnya, kau memilih pergi dan menjauh, meski hanya sesaat. 

Meski semesta sedang tidak baik-baik saja, kita harus tetap bersyukur. 
Mungkin inilah cara Tuhan agar kita bisa saling menguatkan. 
Kuharap cinta kita tetap utuh. 
Kuharap tak ada lagi yang merasa terluka atau dilukai. 
Jangan lagi pergi dan menjauhiku.
Sungguh aku tak sanggup jauh darimu. 

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 13/1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal