Maafkan Aku Bila Aku Pernah Berbuat Salah dan Melukai Hatimu
|Gunawan|
Di sepertiga malam yang penuh syahdu ini, aku bermohon kepada Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja.
Jangan lagi ada curiga di antara kita.
Jangan lagi ada yang merasa dikhianati.
Jangan lagi ada yang merasa dilukai.
Aku akui, aku pernah berbuat salah kepadamu.
Karena memang, aku adalah manusia biasa layaknya yang lain.
Aku pernah membuatmu menangis.
Bukan karena ingin melukaimu dengan sungguh-sungguh.
Hanya saja, aku sedang ingin melihat air matamu yang membasahi pipimu.
Aku senang saja tatkala engkau mengusap air matamu, lalu mencubit pipiku penuh manja.
Di sepertiga malam yang penuh syahdu ini, aku bermohon kepada Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja.
Jangan lagi ada curiga di antara kita.
Jangan lagi ada yang merasa dikhianati.
Jangan lagi ada yang merasa dilukai.
Aku akui, aku pernah berbuat salah kepadamu.
Karena memang, aku adalah manusia biasa layaknya yang lain.
Aku pernah membuatmu menangis.
Bukan karena ingin melukaimu dengan sungguh-sungguh.
Hanya saja, aku sedang ingin melihat air matamu yang membasahi pipimu.
Aku senang saja tatkala engkau mengusap air matamu, lalu mencubit pipiku penuh manja.
| Sumber gambar: jogja.tribunnews.com |
Bila aku pernah berbuat salah kepadamu, maafkan aku.
Bila aku pernah melukai hatimu, mungkin dengan sengaja, maafkan aku.
Aku takut bila engkau tak mau memaafkanku.
Aku takut bila suatu hari nanti kita tak lagi bersama dan tak lagi bisa bergenggaman tangan, ada air mata penyesalan yang membasahi kedua pipimu.
Maka, maafkan atas segala salahku.
Wallahu a'lam.
Bila aku pernah melukai hatimu, mungkin dengan sengaja, maafkan aku.
Aku takut bila engkau tak mau memaafkanku.
Aku takut bila suatu hari nanti kita tak lagi bersama dan tak lagi bisa bergenggaman tangan, ada air mata penyesalan yang membasahi kedua pipimu.
Maka, maafkan atas segala salahku.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 19/1
Komentar
Posting Komentar