Maafmu Sudah Kuterima
|Gunawan|
Aku adalah orang yang sangat mencintaimu.
Apa yang kau mau, aku turuti.
Apa yang kau ingin, aku penuhi.
Segalanya kulakukan hanya untukmu.
Lalu, tanpa permisi kau pergi meninggalkanku.
Dengan sengaja kau menodai cintaku.
Hingga membuatku perih dan terluka.
Sakit, sungguh sakit terasa.
Aku adalah orang yang sangat mencintaimu.
Apa yang kau mau, aku turuti.
Apa yang kau ingin, aku penuhi.
Segalanya kulakukan hanya untukmu.
Lalu, tanpa permisi kau pergi meninggalkanku.
Dengan sengaja kau menodai cintaku.
Hingga membuatku perih dan terluka.
Sakit, sungguh sakit terasa.
| Dok. Pribadi: Suatu malam di bawah langit NTB |
Lalu, aku mencoba belajar dari semua itu.
Mungkin salahku juga, tidak sepenuhnya salahmu.
Hingga akhirnya dengan perlahan aku belajar menerima semua itu.
Butuh waktu lama, hingga akhirnya aku merelakan kepergianmu.
Kini, aku lega.
Aku nyaman dan tak lagi mengapa.
Aku bisa tersenyum kembali.
Dan akhirnya juga aku bisa menemukan bahagiaku kembali.
Namun, di saat aku mulai menikmati bahagiaku, tiba-tiba kau hadir lagi.
Mohon maaf, aku sudah tak bisa menerimamu lagi.
Aku sudah tak sanggup lagi merasakan perih dan luka.
Bila hadirmu ini adalah untuk meminta maaf, maka maafmu kuterima, bahkan sebelum kau datang pun maafmu sudah kuterima.
Wallahu a'lam.
Mungkin salahku juga, tidak sepenuhnya salahmu.
Hingga akhirnya dengan perlahan aku belajar menerima semua itu.
Butuh waktu lama, hingga akhirnya aku merelakan kepergianmu.
Kini, aku lega.
Aku nyaman dan tak lagi mengapa.
Aku bisa tersenyum kembali.
Dan akhirnya juga aku bisa menemukan bahagiaku kembali.
Namun, di saat aku mulai menikmati bahagiaku, tiba-tiba kau hadir lagi.
Mohon maaf, aku sudah tak bisa menerimamu lagi.
Aku sudah tak sanggup lagi merasakan perih dan luka.
Bila hadirmu ini adalah untuk meminta maaf, maka maafmu kuterima, bahkan sebelum kau datang pun maafmu sudah kuterima.
Wallahu a'lam.
RSUD Kota Mataram, 3/1
Komentar
Posting Komentar