Menikmati Malam dan Gorengan
|Gunawan|
Suasana malam tampak ramai. Orang-orang ke sana kemari. Kendaraan roda dua dan roda empat lalu-lalang.
Sejenak saya melepas penat. Mencoba menghirup udara di luar rumah sakit. Saya minta izin ke petugas untuk ke luar area rumah sakit sesaat.
Saya perhatikan di sekitar, orang-orang sedang menikmati malam juga. Membeli berbagai jenis makanan, lalu menikmatinya di pinggir jalan. Sebagian besar mereka menikmati malam itu bersama pasangannya. Ada muda-mudi. Ada juga para orang tua.
Meskipun tidak begitu lama, saya amat menikmati angin malam tersebut. Saya beli air mineral, juga beberapa biji gorengan. Saya cari tempat yang nyaman. Lalu, saya duduk dan nikmati gorengan itu sedikit demi sedikit.
| Dok. Pribadi: Penjual gorengan di sekitar RSUD Kota Mataram |
Saya nikmati gorengan itu seorang diri. Tak ada yang menemani. Hanya bayangan sendiri yang selalu setia menemani. Risiko kaum jomlo memang begitu: ke mana-mana hanya bersama bayangan sendiri.
Berbicara masalah gorengan, saya suka gorengan. Ini adalah salah satu makanan favorit saya. Ada beberapa jenis gorengan kesukaan saya. Di antaranya adalah tahu isi, tempe goreng, dan pisang goreng.
Saya lupa kapan saya mulai suka menikmati gorengan semacam ini. Yang saya ingat, saat pertama merantau ke Kota Makassar, ketiga jenis gorengan ini sering saya nikmati. Terutama, tahu isi, wajib adanya jika saya membeli gorengan.
Perihal ukuran gorengan, utamanya tahu isi, ternyata makin ke sini ukurannya makin kecil. Sementara, harganya tetap sama. Saya tidak tahu untuk beberapa tahun yang akan datang, mungkin ukurannya akan semakin kecil lagi. Atau, jangan-jangan harganya juga ikut naik atau mahal.
Usai menikmati gorengan sejenak, saya langsung kembali ke ruangan. Waktunya juga tidak memungkinkan untuk lama-lama di luar. Lagi pula, saya hanya minta izin ke petugas sebentar saja. Ditambah lagi, saya harus cepat kembali ke ruangan untuk menjaga/merawat pasien. []
Wallahu a'lam.
RSUD Kota Mataram, 3/1
Komentar
Posting Komentar