Nikmati Bahagia dengan Cara Kita Sendiri

|Gunawan|

Di saat kita menikmati kebahagiaan, tidak semua orang menyukainya. 
Terkadang ada orang yang bernada sinis, membenci kita. 
Terkadang ada orang yang berusaha menjatuhkan kita, agar kita tak lagi bisa menikmati bahagia itu. 

Begitulah sekarang yang tengah kita alami. 
Aku dan kamu kini sedang berada dalam fase bahagia. 
Sedang menikmati bahagia dengan penuh ceria. 
Namun, ternyata di luar sana, ada banyak orang yang tak menyukai keberadaan kita. 
Mereka terus berusaha mengganggu kenyamanan kita. 

Aku tahu mungkin kamu merasa terganggu dengan keberadaan mereka. 
Tapi, tenanglah, Sayang. 
Bahwa bahagia yang menyapa ini, harus tetap kita nikmati sepenuh hati. 
Biarlah orang-orang mencoba menjauhkan kita dari bahagia. 
Apa pun itu, kita harus tetap fokus menikmati bahagia ini. 

Dok. Pribadi: Suatu waktu saat di pesisir Kilo

Bukan kali ini saja kita menghadapi masalah semacam ini. 
Dulu juga kita pernah mengalami hal serupa. 
Nyatanya, aku dan kamu bisa melaluinya dengan penuh ceria.
Tanpa ada yang terluka. 
Tanpa ada yang tersakiti. 

Boleh jadi juga ini adalah ujian hidup dari Tuhan. 
Mungkin Dia ingin melihat, sejauh mana kita mampu menghadapinya.
Maka, nikmati saja hidup ini, selagi masih bisa dinikmati.
Fokuslah untuk menata hati, agar kamu dan aku bisa menikmati hidup sepenuh hati dan setulus hati. 
Agar kita tetap terus bersama, sampai nanti, sampai maut memisahkan. 

Mari kita nikmati bahagia dengan cara kita sendiri. 
Dan, tersenyumlah. 

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 7/1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal