Perihal Kepergiannya Tak Pantas untuk Kau Tangisi
|Gunawan|
Atas kepergiannya, tak usah kau terlalu larut dalam tangisanmu.
Sebab, kepergiannya itu atas kehendaknya sendiri.
Bukan kau yang menyuruhnya pergi.
Bukan kau yang memintanya untuk melangkahkan kaki.
Perihal kepergiannya itu, biarkan saja dia pergi.
Kau harus bisa menerima semua ini.
Terima saja atas sesuatu yang telah terjadi.
Belajarlah untuk menguatkan diri.
Relakan, ikhlaskan, dan sudahi segala sesal di hati.
Atas kepergiannya, tak usah kau terlalu larut dalam tangisanmu.
Sebab, kepergiannya itu atas kehendaknya sendiri.
Bukan kau yang menyuruhnya pergi.
Bukan kau yang memintanya untuk melangkahkan kaki.
Perihal kepergiannya itu, biarkan saja dia pergi.
Kau harus bisa menerima semua ini.
Terima saja atas sesuatu yang telah terjadi.
Belajarlah untuk menguatkan diri.
Relakan, ikhlaskan, dan sudahi segala sesal di hati.
![]() |
| Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya di Instagran |
Percayalah, Tuhan punya rencana tersendiri di balik semua itu.
Percayalah, akan ada pengganti yang lebih baik darinya.
Bukankah segalanya sudah digariskan oleh Sang Pencipta?
Lalu, mengapa kau masih menangisi atas kepergiannya itu?
Padahal, kepergiannya itu tak pantas untuk kau tangisi.
Setetes pun air matamu tak pantas untuk kau tumpahi.
Doakan saja, semoga dia tak menyesali atas kepergiannya itu.
Dan semoga tak ada lagi orang lain yang ia patahkan hatinya.
Wallahu a'lam.
Percayalah, akan ada pengganti yang lebih baik darinya.
Bukankah segalanya sudah digariskan oleh Sang Pencipta?
Lalu, mengapa kau masih menangisi atas kepergiannya itu?
Padahal, kepergiannya itu tak pantas untuk kau tangisi.
Setetes pun air matamu tak pantas untuk kau tumpahi.
Doakan saja, semoga dia tak menyesali atas kepergiannya itu.
Dan semoga tak ada lagi orang lain yang ia patahkan hatinya.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 18/1

Komentar
Posting Komentar