Saya, Facebook, Menulis, dan Pertemanan
|Gunawan|
Saya adalah salah satu pengguna aktif media sosial. Di antara media sosial yang paling sering saya gunakan adalah Facebook.
Saya membuat akun Facebook pada tahun 2012. Ada alasan tertentu mengapa dulu saya membuat akun Facebook. Salah satunya adalah untuk mempermudah komunikasi saya dengan teman-teman yang berada di tempat yang jauh.
Itu dulu yang saya lakukan. Namun, makin ke sini, Facebook tidak sekadar sebagai media komunikasi. Ada banyak manfaat yang bisa dilakukan di alam Facebook ini. Bisa juga digunakan untuk mendulang rupiah demi rupiah.
Sesungguhnya, Facebook itu adalah sebatas media atau alat saja. Ia bersifat pasif. Facebook itu ibarat pisau. Jika pisau itu dipakai untuk kebaikan, misalnya untuk mengiris makanan, maka ia akan mendatangkan manfaat bagi penggunanya. Sebaliknya, jika disalahgunakan, pisau juga bisa melukai orang lain bahkan diri pengguna itu sendiri. Lagi dan lagi, tergantung bagaimana seseorang menggunakan pisau itu. Dengan kata lain, kembali ke penggunanya masing-masing.
Begitu juga dengan Facebook. Facebook itu bisa mendatangkan maslahat atau manfaat bagi penggunanya. Di sisi lain, Facebook juga bisa mendatangkan mudarat atau musibah bagi penggunanya. Tergantung bagaimana ia dimanfaatkan atau digunakan.
Saya sering membaca berita di berbagai media elektronik dan media cetak terkait dengan hal semacam ini. Ada orang yang mendulang rupiah gara-gara pandai memanfaatkan media sosial (Facebook). Ada juga orang yang stres bahkan bunuh diri gara-gara media sosial (Facebook).
Facebook bisa membuat orang-orang saling mencintai satu sama lain (mendekatkan yang jauh). Namun, di lain sisi, Facebook juga bisa membuat orang-orang saling membenci satu sama lain (menjauhkan yang dekat). Tak sedikit hubungan yang semulanya baik dan harmonis, berubah menjadi buruk dan saling melukai gara-gara komentar/status Facebook atau kurang bijak memanfaatkan media sosial, misalnya. Kalau sudah begini, apakah salah Facebook? Menurut saya, bukan salah Facebook. Sebagaimana yang saya uraikan panjang lebar di atas, semuanya kembali ke penggunanya masing-masing.
| Dok. Pribadi: Salah satu buku yang pernah saya tulis |
Berbicara masalah media sosial, beberapa tahun terakhir ini, saya mulai mencoba berbenah diri. Belajar dari beberapa peristiwa yang pernah saya baca atau tonton di berbagai platform media. Belajar mengoreksi diri sendiri. Agar bisa memanfaatkan Facebook sebaik mungkin. Agar bisa menggunakan Facebook semaksimal mungkin. Sampai sekarang, saya masih terus berusaha untuk belajar ke arah situ. Semoga bisa memberi nilai positif, setidaknya buat diri saya sendiri.
Satu hal juga yang saya lakukan beberapa tahun terakhir ini adalah menulis di Facebook. Lebih tepatnya, tulisan yang saya tulis di aplikasi ColorNote, saya bagikan atau sebarkan di Facebook. Memang, tidak semua tulisan. Ada beberapa tulisan yang hanya untuk saya konsumsi sendiri. Beberapa tulisan lainnya saya bagikan via Facebook, juga saya unggah di platform media lainnya.
Saya tidak tahu apakah tulisan-tulisan yang saya bagikan di Facebook tersebut bermanfaat buat orang lain atau tidak. Jika ada yang mengambil manfaat dari tulisan saya tersebut, tentu saya bersyukur dan berterima kasih. Jika mungkin tidak mendatangkan manfaat bagi orang lain, saya mohon maaf. Tidak ada paksaan juga bagi orang lain untuk membaca tulisan saya yang dibagikan tersebut.
Di samping itu, saya jadikan Facebook sebagai salah satu "bank" untuk menabung tulisan pribadi saya. Bagi saya, ini amat sangat membantu. Facebook bisa menampung berbagai tulisan yang pernah diunggah. Jika suatu saat butuh untuk dibaca kembali, maka tinggal melirik media Facebook yang dimaksud.
Saya bersyukur sekali masih bisa berbagi tulisan di Facebook. Berkat aktivitas ini, saya juga bisa berkenalan dengan orang-orang dari berbagai daerah dan pulau bahkan hingga mancanegara. Mereka itu dari beragam profesi dan lintas generasi. Hingga akhirnya, di acara-acara tertentu, saya diundang oleh mereka untuk berjumpa dan berbagi pengalaman. Saya senang bisa menyapa mereka, belajar dan berguru kepada mereka.
Buku demi buku yang pernah saya tulis bisa tersebar ke berbagai daerah bahkan hingga ke luar negeri, ini juga salah satunya gara-gara bantuan media Facebook. Orang-orang yang dulu begitu saya idolakan, akhirnya bisa saling menyapa di alam maya dan di dunia nyata gara-gara tulisan yang saya unggah di Facebook. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 10/1
Komentar
Posting Komentar