Sudah Kumaafkan, tapi Tak Bisa Kulupa

|Gunawan|

Jangan terlalu banyak menaruh harapan kepada seseorang yang belum kau kenal seutuhnya. 
Mungkin saat di hadapanmu ia bicaranya manis dan begitu meyakinkan, hingga kau terpesona. 
Namun, boleh jadi itu hanyalah bualannya semata, tak lebih dari sekadar kata-kata buta.
Mungkin itu sebatas caranya untuk menarik perhatianmu saja, hingga kau masuk dalam perangkapnya. 

Hingga suatu waktu, di saat kau sudah masuk dalam jebakannya, kau akan tahu yang sebenarnya. 
Kau akan dibuatnya menyesal dan sesak di dada. 
Kau akan dibuatnya menderita. 
Kau akan menangis dan berselimut luka. 

Dok. Pribadi: Suasana alam Bumi Pajo

Itulah yang dulu pernah kurasa. 
Aku pernah mencintainya sepenuh hati, segalanya telah kulakukan hanya untuk dia. 
Aku begitu memercayainya tanpa ragu dan tak pernah sekali pun aku melukai hatinya. 
Ya, sungguh aku benar-benar mencintainya dan memercayainya. 

Namun nyatanya, cintaku selama ini ia balas dengan luka yang begitu menyakitkan dan menusuk hingga ke dalam rongga dada. 
Kepercayaan yang kutanam selama ini, ternyata telah ia rusak dan khianati semaunya. 
Sampai kini masih ada benih-benih luka yang ia tinggalkan itu, dan begitu sulit kulupa. 
Meskipun aku sudah memaafkannya, namun cerita yang berujung luka itu tetap tak bisa kulupa. 

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 24/1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal