Tak Selamanya Berakhir Indah
|Gunawan|
Sudah barang tentu, hubungan tak selamanya berakhir indah.
Tak selamanya berujung bahagia.
Adakalanya berakhir kecewa dan patah.
Adakalanya berujung perih dan luka.
Bagaimanapun caramu menghindar, jika itu sudah menjadi takdirmu, terima saja dengan lapang dada.
Tak usah kau salahkan dirimu sendiri.
Berhentilah untuk memarahi dirimu sendiri.
Berhentilah untuk menyalahkan Tuhanmu.
Sudah barang tentu, hubungan tak selamanya berakhir indah.
Tak selamanya berujung bahagia.
Adakalanya berakhir kecewa dan patah.
Adakalanya berujung perih dan luka.
Bagaimanapun caramu menghindar, jika itu sudah menjadi takdirmu, terima saja dengan lapang dada.
Tak usah kau salahkan dirimu sendiri.
Berhentilah untuk memarahi dirimu sendiri.
Berhentilah untuk menyalahkan Tuhanmu.
| Dok. Pribadi: Quotes saya dalam buku "Catatan Receh di Bawah Langit Sulawesi" |
Aku tahu kamu kuat menghadapi semua ini.
Aku tahu kamu pasti mampu.
Bukankah dulu kau pernah bilang bahwa segala masalah pasti ada solusinya?
Lalu, mengapa kini kau begitu lemah tak berdaya?
Bangkitlah dan teruslah melangkah maju.
Nikmatilah hidup ini, termasuk patah dan luka yang kini menyapamu.
Percayalah, bahwa patah dan luka yang kau alami kini adalah sesuatu yang kelak akan menguatkanmu.
Bahwa pada suatu hari nanti, cepat atau lambat, kau akan berterima kasih pada patah dan luka yang kini sedang menyelimutimu.
Wallahu a'lam.
Aku tahu kamu pasti mampu.
Bukankah dulu kau pernah bilang bahwa segala masalah pasti ada solusinya?
Lalu, mengapa kini kau begitu lemah tak berdaya?
Bangkitlah dan teruslah melangkah maju.
Nikmatilah hidup ini, termasuk patah dan luka yang kini menyapamu.
Percayalah, bahwa patah dan luka yang kau alami kini adalah sesuatu yang kelak akan menguatkanmu.
Bahwa pada suatu hari nanti, cepat atau lambat, kau akan berterima kasih pada patah dan luka yang kini sedang menyelimutimu.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 14/1
Komentar
Posting Komentar