Apa yang Harus Dilakukan Agar Punya Buku Karya Sendiri?

|Gunawan|

Suatu waktu, seorang anak muda datang menemui saya. Saya jamu ia di teras rumah. 

Rupanya, ia ingin melihat ruang kerja sekaligus kamar saya juga. Tanpa lama-lama, saya langsung ajak dia masuk ke ruang kerja. 

Di dalam ruang kerja, dia melihat dan membaca sepintas beberapa buku koleksi saya. Termasuk juga beberapa judul buku yang saya tulis. 

Kami sempat berbagi cerita. Beberapa cerita receh yang pernah kami alami. Saya tidak banyak bercerita. Saya lebih banyak mendengar ceritanya saja. 

"Bang, aku ingin punya buku karya sendiri juga. Apa yang harus aku lakukan untuk mewujudkan mimpi itu?" ucapnya saat ia memegang buku karya saya. 

Saya sering kali mendapatkan pertanyaan semacam ini. Tidak hanya di dunia nyata. Di media sosial atau di dunia maya juga saya acap kali mendapatkan pertanyaan serupa. 

Tentu saja, saya menjawabnya berdasarkan pengalaman yang saya alami atau yang pernah saya jalani selama ini. Agar tidak terkesan hanya berteori saja. Karena kalau hanya merujuk pada teori semata, boleh jadi seseorang yang bertanya tak akan terlalu yakin dan menyukainya.

Jawaban sederhana dari pertanyaan itu, tentu saja seseorang harus langsung menulis. Ya, jika seseorang ingin punya karya tulis, termasuk buku, maka dia harus menulis. Tidak ada cara lain, selain dari menulis itu sendiri. 

Ini saja dulu yang harus ditanamkan pada diri. Agar mau langsung menulis sesegara mungkin. Agar ada hasilnya. Sebab, menulis itu identik dengan praktik, yakni langsung segera menulis agar ada tulisan yang dihasilkan. 

Dok. Pribadi: Beberapa buku karya saya

Biasakan dulu menulis. Menulis apa saja. Tidak harus panjang. Satu dua kalimat juga, nggak masalah. 

Apa saja yang ingin ditulis, tulis saja. Jangan ragu. Nggak usah malu. Percaya diri saja. Ini penting sekali ditanamkan pada diri. 

Ya, mulai saja menulis, apa pun itu. Jika ingin menulis cerita keseharian, nulis saja. Entah itu bermanfaat atau tidak, nulis aja dulu. Anggap saja sebagai bahan latihan. Jika mau langsung menulis yang serius juga, bisa. Nulis saja apa yang hendak ditulis. 

Jika ingin punya buku puisi, misalnya, ya, nulisnya puisi dong. Perihal sumber idenya ada banyak. Bisa dari hasil membaca buku, dari melihat sesuatu, mendengar, merasakan, dan lain sebagianya.

Lantas, media apa yang paling bagus dipakai untuk menulis? Jawabannya, bisa memakai media apa saja. Tergantung mana yang menurutmu nyaman. Boleh lewat media Facebook, Instagram, atau apa pun itu. Bisa nulis pakai pulpen, mesin ketik, laptop, komputer, HP, atau yang lainnya. 

Intinya, boleh pakai apa saja yang diinginkan dan yang dirasa nyaman. Ini soal teknis saja. Siapa pun yang ingin menulis, boleh menggunakan media atau alat apa pun. Asalkan bisa menghasilkan tulisan.

Ingat, pekerjaan apa pun tidak akan selesai kalau tidak pernah dikerjakan. Sama halnya juga dengan menulis buku. Sebuah buku tidak akan pernah ada wujudnya kalau tidak pernah dituliskan. Sebaliknya, sebuah impian memiliki buku sendiri akan menjadi kenyataan manakala seseorang mau mewujudkannya. Caranya, ya, segera nulis. 

Jangan banyak tanya. Segera beraksi nyata. Langsung nulis aja. Mulailah dengan satu huruf, satu kata, satu kalimat, satu paragraf, hingga akhirnya berwujud buku. Anda pasti bisa. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 31/1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal