Berdamailah dengan Dirimu Sendiri
|Gunawan|
Kau yang dulu kukenal lemah lembut dan begitu santun, kini berubah menjadi kasar dan tak terkendalikan.
Kau yang dulu kukenal ramah dan begitu sederhana, kini penuh dengan amarah dan tak lagi bersahaja.
Aku tak tahu mengapa semua ini bisa terjadi.
Apakah karena kita sudah tak lagi bersama?
Apakah karena kau masih membenciku?
Perihal bahwa kita tak lagi bersama, karena memang sudah menjadi keputusan kita bersama.
Apakah kau lupa kalau kita telah bersepakat dan memilih jalan hidup masing-masing?
Kau memilih pergi dan menjauh, sementara aku memilih diam dan tetap bertahan di sini.
Semuanya telah kita putuskan bersama dan dengan cara yang baik-baik dan begitu meyakinkan.
Jangan lagi kau menyalahkan keadaan.
Terima saja bahwa kita memang sudah tak lagi mungkin bisa bersama.
Jangan kau menyiksa dirimu sendiri dengan keadaan seperti ini.
Cobalah berdamai dengan dirimu sendiri agar kau bisa tersenyum kembali.
Wallahu a'lam.
Kau yang dulu kukenal lemah lembut dan begitu santun, kini berubah menjadi kasar dan tak terkendalikan.
Kau yang dulu kukenal ramah dan begitu sederhana, kini penuh dengan amarah dan tak lagi bersahaja.
Aku tak tahu mengapa semua ini bisa terjadi.
Apakah karena kita sudah tak lagi bersama?
Apakah karena kau masih membenciku?
![]() |
| Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya di IG |
Perihal bahwa kita tak lagi bersama, karena memang sudah menjadi keputusan kita bersama.
Apakah kau lupa kalau kita telah bersepakat dan memilih jalan hidup masing-masing?
Kau memilih pergi dan menjauh, sementara aku memilih diam dan tetap bertahan di sini.
Semuanya telah kita putuskan bersama dan dengan cara yang baik-baik dan begitu meyakinkan.
Jangan lagi kau menyalahkan keadaan.
Terima saja bahwa kita memang sudah tak lagi mungkin bisa bersama.
Jangan kau menyiksa dirimu sendiri dengan keadaan seperti ini.
Cobalah berdamai dengan dirimu sendiri agar kau bisa tersenyum kembali.
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 29/1

Komentar
Posting Komentar