Ketika Sakit Datang Menyapa

|Gunawan|

Hujan semakin awet. Dinginnya pun kian menjadi-jadi. Sungguh sangat menggigil terasa. 

Musim hujan kali ini adalah musim hujan yang paling dingin yang pernah saya rasakan di kampung. Sedingin tingkahmu akhir-akhir ini. 

Di tengah dingin yang begitu menggigil, terdengar kabar bahwa seorang sahabat saya sedang tak baik-baik saja. Ia menderita sakit. Tiba-tiba jatuh sakit. 

Usai salat Asar di masjid, saya sempatkan waktu untuk menjenguknya. Sedih rasanya tatkala melihat dia yang sedang berbaring lemas di kamarnya. 

Baru kali ini dia merasakan sakit yang begitu perih seperti ini. Makan tak enak. Hanya bisa berbaring lemas. Ditemani beberapa botol cairan infus. 

Beberapa orang yang datang menjenguknya tak bisa berbuat banyak. Semuanya hanya bisa mendoakan, semoga dia lekas sembuh dan kembali bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. 

Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya

Setiap kali saya menjenguk orang yang sakit, selalu mengeluhkan satu keadaan yang tak jauh berbeda. Bahwa sakit itu rasanya sungguh tak enak. Makan tak enak. Tidur tak nyenyak. Berbagai bentuk pekerjaan yang biasa dilakukan ketika sehat, tak lagi mampu dikerjakan. 

Saat sehat, seseorang bebas melakukan ini itu. Namun tatkala sakit, semuanya berubah, tak lagi mampu ditunaikan. 

Ketika sehat, makannya sungguh lahap. Namun saat sakit, segalanya berubah, selera makan pun tak lagi sama dan senikmat saat sehat. 

Begitu pentingnya nikmat sehat itu. Dan nikmat sehat itu baru akan terasa tak jarang ketika seseorang sedang mengalami sakit dan ditemani berbagai jenis obat. 

Maka, bersyukurlah bagi yang masih diberi nikmat sehat sampai kini. Bagi yang sedang sakit, bersabarlah, dan semoga segera membaik. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 10/2 dan 12/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal