Tempat Menabung Tulisan

|Gunawan|

Saat itu, saya sedang di ladang. Bekerja di bawah terik mentari. Sudah pasti keringat bercucuran. 

Di sela-sela bekerja, saat istirahat di gubuk, saya sempatkan waktu untuk membuat blog sederhana. Dengan hanya bermodalkan HP saya buat blog tersebut. Beberapa menit kemudian blog sederhana pun jadi. 

Meskipun awalnya hanya iseng saja, namun rupanya sangat membantu saya. Saat itu juga, saya langsung mengisi blog tersebut dengan tulisan atau catatan harian saya. Saya langsung mengisinya dengan tulisan yang saya buat usai membuat blog itu.

Dok. Pribadi: Salah satu buku karya saya

Dulu, sebenarnya saya pernah punya blog sendiri juga. Ada ratusan tulisan yang terdokumentasi di situ. Namun, karena suatu hal, blog tersebut tidak lagi saya pakai. 

Perihal blog baru tersebut, sampai sekarang saya masih memanfaatkannya. Saya gunakan untuk menampung tulisan-tulisan harian saya. Blog ini saya anggap sebagai salah satu bank untuk menabung tulisan saya. Berbagai tulisan receh atau catatan pendek, saya simpan atau posting di sini. 

Juga catatan demi catatan yang telah di-posting di blog tersebut, saya sebarluaskan lagi. Saya bagi ke status WhatsApp dan beberapa grup WhatsApp. Saya juga bagi atau unggah ke Facebook. 

Media-media tersebut, sekali lagi, sangat membantu saya. Salah satunya adalah sebagai media untuk menampung atau menabung tulisan receh saya. 

Saya kira, menyimpan atau menabung tulisan di media-media seperti ini sangat perlu dan membantu sekali. Agar tulisan yang pernah ditulis tidak hilang begitu saja. Bila suatu saat ingin membacanya lagi, tinggal buka saja link dari media-media itu. Juga bila kelak catatan demi catatan itu ingin dijadikan buku terbit, tinggal dikumpulkan saja dan edit sana sini. 

Jadi, Anda yang punya catatan harian atau catatan pendek, simpan baik-baik catatan tersebut. Anda bisa gunakan media apa saja yang Anda inginkan. Blog dan Facebook adalah di antara tempat yang bisa Anda gunakan untuk menabung atau menyimpan catatan atau tulisan yang dimaksud. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 2/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal