Di Suatu Malam Sunyi

|Gunawan|

Ia kembali dengan senyum ramah. Setelah sekian lama hilang kabar. Setelah sekian lama entah ke mana. 

Dia mencoba menyapa saya. Saya juga membalas sapaannya sewajarnya saja. Dia bercerita panjang lebar. Tak ada yang begitu istimewa. Biasa saja. Hal yang umum orang cerita.

Dok. Pribadi: Suatu malam di suatu tempat

Entah apa yang membuatnya kembali. Saya tidak sempat bertanya. Dan, saya tak ingin tahu juga. Karena, saya anggap dia telah usai dalam cerita saya. Saya tak ingin mengungkit kembali tentang apa yang pernah terjadi. Yang lalu telah berlalu. Dan, itu cukup dijadikan kenangan saja. 

Kehidupan harus tetap dijalani, apa pun yang terjadi. Meski awalnya sulit dipahami, namun akhirnya juga mampu dilewati. Dan kini, sedang menikmati hidup dengan lapang dada. Tak ada yang perlu disesali. 

Perihal dia yang kini kembali hadir menyapa penuh ramah, rupanya hanya sebatas bunga tidur saya semata di sepertiga malam terakhir. Ternyata, hanya mimpi belaka. Meskipun begitu, sungguh penuh makna. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 26/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal