Ketika Bel Pulang Berbunyi

|Gunawan|

Dari jauh terdengar suara seorang guru yang sedang mengajar di ruang kelas. Suaranya berapi-api. Begitu bersemangat. 

Anak-anak tak ada yang berani berisik atau bersuara. Mereka akan bersuara bila ditanya oleh sang guru. Itu pun hanya satu dua orang saja yang berani berbicara. 

Sangat berbeda ketika belum ada guru yang masuk mengajar di ruang kelas. Mereka begitu berisik. Memukul meja dan kursi. Ada yang teriak. Ada yang menjaili temannya. Ada yang bergembira ria dan tertawa. Ada yang bernyanyi. Pokoknya, semua aktif bersuara. 

Sumber gambar: siap-sekolah.com

Tiba-tiba, bunyi bel terdengar nyaring. Suasana berubah seketika. Mereka mulai bersorak-sorai. Bergembira ria. Pertanda, mereka akan pulang. 

"Hore, akhirnya kita pulang juga," teriak salah seorang siswa. Yang lainnya begitu cepat merapikan buku dan pulpennya ke dalam tas. Lalu, satu per satu mereka ke luar ruangan dan menuju rumahnya masing-masing. 

Itulah yang terjadi setiap jam sekolah. Di lingkungan sekolah, setidaknya ada dua waktu yang membuat mereka bergembira ria dan membuat mereka plong. Pertama, tatkala bel istirahat berbunyi. Kedua, ketika bel pulang nyaring terdengar di telinga. Apa pun masalah yang mereka hadapi, pada dua kondisi ini, mereka akan bergembira ria. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 17/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal