Menulis Sebanyak Mungkin
|Gunawan|
Ada banyak orang yang ingin bisa menulis. Ada banyak pula orang yang ingin punya buku karya sendiri. Hal semacam ini tentu saja merupakan sesuatu yang menggembirakan. Paling tidak, sudah punya keinginan dalam diri.
Hanya saja, untuk mencapai di titik itu, tidak berhenti sampai di situ. Seperti yang sering kali saya ungkapkan lewat tulisan yang lain, bahwa menulis itu titik tekannya ada pada praktik itu sendiri.
Memahami teori, perlu, bahkan amat perlu. Ikut kursus atau berbagai seminar menulis, misalnya, itu juga merupakan hal yang bagus. Namun, apakah cukup dengan itu saja? Tentu saja, tidak. Tanpa ada praktik menulis, tidak mungkin seseorang bisa menulis.
![]() |
| Dok. Pribadi: Salah satu quotes saya di IG |
Menulis juga harus sesering mungkin. Harus dilakukan sebanyak mungkin. Semakin sering atau semakin banyak menulis, itu semakin bagus. Menulis hanya sekali saja tidak akan sama hasilnya dengan menulis yang dilakukan banyak kali atau sesering mungkin.
Menulis sebanyak mungkin adalah salah satu langkah yang harus ditempuh bilamana seseorang ingin menghasilkan banyak karya tulis. Sekali lagi, menulislah sebanyak mungkin. Tanpa harus memikirkan embel-embel yang lain. Nulis saja sebanyak mungkin. Bila proses ini bisa dilalui, kelak akan banyak perubahan yang terjadi dalam tulisan kita. Percaya, deh.
Saya punya beberapa teman yang suka menulis. Di antaranya ada yang menulis di media sosial, terutama di Facebook. Dalam sekali menulis, tidak banyak tulisan yang dihasilkannya. Beberapa kalimat saja. Hanya saja, dia sering atau banyak menulis. Dia begitu konsisten dan rutin melakukannya. Hingga kemudian, dia sendiri tidak menyangka kalau tulisannya sudah begitu banyak. Bahkan, kumpulan tulisannya itu saya bantu menyulapkannya menjadi buku terbit di kemudian hari.
Ya, apa pun jenis tulisan yang kita minati, menulis sebanyak mungkin adalah kunci untuk mewujudkan karya yang banyak. Semakin banyak menulis, semakin banyak pula tulisan yang dihasilkan. Kian banyak menulis, kian banyak buku yang akan diterbitkan. Saya sendiri sudah membuktikannya. Kini adalah giliran Anda untuk membuktikannya. []
Wallahu a'lam.
Lereng Lareda, 8/3

Komentar
Posting Komentar