Modal Dasar untuk Mewujudkan Karya Tulis

|Gunawan|

Saya tidak pernah menyangka bisa menulis dan menerbitkan buku karya sendiri. Sampai sekarang, saya telah menulis dan menerbitkan puluhan judul buku. Sebuah capaian yang menurut saya begitu menyenangkan dan membahagiakan. Patut saya syukuri.

Awalnya, berkat membaca buku, memang saya punya impian untuk menulis buku sendiri. Namun, bertahun-tahun itu hanya sekadar mimpi saja. Saya masih belum tahu bagaimana cara memulai mewujudkan mimpi itu. 

Hingga suatu waktu, saya nekat dan bertekad untuk mewujudkan mimpi itu. Saya langsung belajar menulis secara autodidak. Tidak ada yang membimbing. Tidak ada teman diskusi. Pokoknya, saya benar-benar nekat dan memulai seorang diri. 

Tentu saja, awalnya tidak begitu mudah. Butuh pengorbanan dan kerja keras untuk melawan segala yang menghambat. Harus mampu menyemangati diri sendiri. Ini penting sekali. Bahwa motivasi yang hadir dari dalam diri sendiri adalah wajib adanya.

Orang lain (mungkin) saja bisa mendorong atau memotivasi kita untuk berkarya tulis. Namun, tidak untuk mewujudkan karya kita secara nyata. Motivasi yang hadir dari luar itu harus didorong dengan keinginan kuat yang muncul dari dalam diri sendiri. Lalu, memulai aksi secara nyata, yakni bersegera untuk menulis langsung. Sebab, menulis sesungguhnya adalah praktik. 

Dok. Pribadi: Salah satu buku karya saya

Boleh dibilang, niat dan nekat adalah dua modal dasar yang membuat saya memberanikan diri mewujudkan mimpi untuk menulis dan menerbitkan buku sendiri. Jika tidak ada niat dan nekat, mungkin sampai sekarang saya masih belum punya buku karya sendiri. 

Sebelum menulis catatan receh ini, saya sempat membaca status Facebook seorang rekan penulis yang juga seorang guru di Kota Bima. Beliau menceritakan bahwa kini beliau sedang bergembira. Sebab, siswa-siswinya telah berhasil menulis dan menerbitkan buku. Bagi seorang guru, tentu saja ini adalah sebuah capaian yang luar biasa. Bahwa buah didikannya selama ini tidak sia-sia. Ada hasil nyata. 

Tentu saja, karya tulis tersebut terwujud karena ditulis. Meskipun melalui proses yang penuh liku, namun akhirnya buku terbit pun sampai juga di tangan mereka. Bagi para penulisnya, saya yakin mereka akan sangat senang dan bahagia melihat hasil karyanya tersebut.

Dalam kasus ini, tentu saja seorang guru sangat membantu dan memiliki andil. Namun, saya yakin seratus persen, meskipun gurunya terus mendorong siswanya untuk menulis dan mewujudkan karyanya, jika mereka tak ada niat dan nekat untuk mengajak jemari tangannya untuk bersegera menulis, maka karya tulis yang dimaksud tak akan pernah terwujud nyata. 

Yang ingin saya sampaikan lewat catatan sederhana ini adalah bahwa niat dan nekat memulai merupakan modal dasar untuk mewujudkan sebuah karya tulis. Juga motivasi yang hadir dari dalam diri sendiri sangat dibutuhkan. Boleh saja kita meminta berbagai motivasi atau beragam tips atau trik menulis dari orang lain. Termasuk mengikuti berbagai seminar kepenulisan atau sejenisnya, sangat boleh. Namun, bilamana setelah itu tidak ada dorongan dari dalam diri sendiri untuk langsung menulis, maka mustahil akan muncul karya tulis dengan sendirinya. []

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 1/3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal