Tentang Hujan dan Kamu

|Gunawan|

Dan terjadi lagi. 
Rintik-rintik hujan terus hadir tanpa henti. 
Hadir menyapa bumi. 
Dari pagi hingga pagi lagi.
Air bah tak terkendali. 
Orang-orang mulai gelisah, mengumpat sana-sini.
Tuhan pun dimarahi seenak hati. 
Padahal dulu hujan terus dinanti. 

Dan terjadi lagi. 
Kamu yang dulu berjanji sehidup semati. 
Kini, tiba-tiba pergi dan tak ingin bersama lagi. 

Dok. Pribadi: Saat hujan di Bumi Pajo

Dan terjadi lagi. 
Kamu yang dulu mencintai sepenuh hati. 
Kini, menyimpan benci yang membuncah di hati. 

Dan terjadi lagi. 
Kamu yang dulu begitu peduli. 
Kini, menyimpan dendam dan tak lagi peduli. 

Wallahu a'lam. 

Lereng Lareda, 26/2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Erizeli Jely Bandaro dan Dunia Menulis

Menulis Buku Itu Butuh Waktu

Salah Naik Kapal